
" Jadi kau menggoda ku?" kata Irza lirih sambil menyatukan hidung mancung nya dengan hidung mancung sang istri.
" Tidak," sahut Valerie memalingkan wajahnya ke samping hingga membuat Irza yang ingin mencium bibirnya kini hanya mengenai pipi nya.
Irza mengerutkan keningnya dan menatap tajam kearah wajah cantik Valerie yang kini sudah fokus dengan filmnya setelah menggoda Irza.
' Oke. Setelah ini akan ku buat kau memohon pada ku,' batin Irza.
" Honey ... menyingkir lah dari tubuh ku, kau ini berat sekali!"
Irza terkekeh dan beranjak dari tubuh sang istri. Dia juga menarik tangan Valerie dan membantu nya bangkit.
Kini mereka sudah kembali pada posisi semula. Dimana Valerie duduk bersandar di dada bidang Irza.
Pria itu melingkar kan tangannya di perut sang istri. Dia juga mengusap lembut perut rata wanita itu.
Melihat sang istri yang kini fokus dengan filmnya, membuat Irza gemas dan ingin menggoda wanita itu.
Irza mengangkat tangannya dan menyibakkan rambut panjang Valerie ke depan hingga terlihat lah leher jenjang Valerie.
Pria itu memulai aksinya. Dia menciumi leher jenjang sang istri dan sesekali menyesapnya. Tangan nya tak tinggal diam, dan bergerak semakin ke atas hingga kini sudah menangkup dada bulat Valerie.
Wanita itu melenguh sambil memejamkan matanya.
" Honey ..."
" Hmmm?" sahut Irza sambil menyapu bagian belakang telinga Valerie dengan lidahnya.
Valerie memejamkan matanya dengan lenguhan seksi yang keluar dari mulut nya. Kini Valerie mulai terpancing dan dia tak lagi fokus dengan layar televisi raksasa yang ada di hadapannya.
Kedua tangan besar Irza menangkup kedua dada sang istri. Jarinya bergerak liar disana memainkan benda mungil yang kini mulai mengeras.
Karena sudah tak kuasa, Valerie melepaskan tangan Irza dan membalik tubuhnya hingga menghadap kearah sang suami.
Dia duduk di atas pangkuan Irza dan langsung memagut mesra bibir sang suami. Tangannya melingkar di leher Irza dan dia juga terus bergerak erotis di atas pangkuan pria itu.
Irza mengangkat kaos yang di kenakan Valerie dan wanita itu langsung mengangkat kedua tangannya hingga kain itu pun lolos dari tubuh nya. Dan hanya menyisakan bra nya saja.
Kini Irza melepaskan pagutannya dan beralih ke dada penuh sang istri yang menantang di hadapan nya. Dia memainkan lidah nya disana dan Valerie pun ikut menciumi leher kokoh Irza.
" Oouuwh ... Honey. Lakukan sekarang," kata Valerie dengan suara ******* nya.
Dia sudah tak kuasa saat merasakan lidah hangat sang suami bermain di nipel nya dan tangannya yang menelusup ke bawah.
Wanita itu terus melenguh seksi dengan kepala yang mendongak ke atas.
" Honey ..."
" No. Aku masih ingin menggoda mu," sahut Irza menghentikan kegiatannya dan menatap kearah wajah cantik Valerie.
Wanita itu mendekat kan wajahnya kearah wajah Irza. Dia mengambil tangan pria itu dan mengarahkan ke dadanya.
" Touch me," bisik Valerie dengan suara seksi nya.
Irza tersenyum dan terus menatap wajah bergairah sang istri.
" Memohon lah," sahut Irza.
Dia meremas dan menggerakkan tangan nya di bawah sana hingga membuat Irza melenguh nikmat.
" Ya. Teruslah seperti itu, Honey."
Valerie tersenyum miring dan masih menatap wajah bergairah sang suami.
" Memohon lah," sahut Valerie menghentikan gerakan tangan nya.
Irza membuka matanya dan menatap wajah Valerie yang masih ada di atas nya.
Valerie menggerakkan alisnya ke atas seakan mengejek sang suami.
" Ayo. Memohon lah!"
Irza tersenyum dan menarik tengkuk leher Valerie. Dia benar-benar di buat gemas oleh tingkah wanita itu.
Dia memagut bibir Valerie dengan liar dan wanita itu membalas nya dengan tak kalah panas.
Lalu tiba-tiba Valerie menghentikan ciuman itu. Irza menatap heran pada sang istri yang kini malah menjauh kan wajahnya dan mulai bangkit dari sofa namun Irza menahan tangan nya.
" Mau kemana, Hemm?"
Valerie mengambil gelas yang sudah kosong dan menunjukkan pada Irza.
" Aku haus, Honey. Aku akan mengambil air minum dulu di dapur, oke!"
Valerie mulai berjalan ke arah dapur sambil membawa gelas kosong itu. Irza masih menatap kearah nya hingga wanita itu berada di dapur.
Wanita itu mengambil air minum di kulkas dan langsung meminumnya. Irza masih menatapnya dan mengawasi nya.
Lalu Valerie meletakkan gelas kosong itu. Dia berjalan dengan santai dari dapur. Irza pun masih melihat kearah nya.
Dan tiba-tiba Valerie membelokkan langkahnya kearah tangga dan berlari naik keatas.
" Ohh Shiitt."
Irza mengumpat karena lagi-lagi dia tertipu oleh akal licik sang istri. Dia bangkit dari sofa dan berlari menyusul sang istri yang kini sudah ada di lantai dua.
" Berpuasalah, Honey!!! Rendam dirimu di dalam bathtub yang berisi air dingin!!" teriak Valerie yang kini sudah ada di balik pintu kamar nya.
Irza mempercepat lajunya hingga dia kini sudah ada di lantai dua.
BRAKK
Valerie tersenyum tengil dan langsung menutup pintu kamarnya dengan keras, lalu mengunci pintunya.
" Aku benar-benar akan menghukum mu!!! Honey!!" teriak Irza dari luar sambil menggedor-gedor pintu kamar itu.
Valerie tertawa dengan penuh kemenangan karena dia berhasil menghindari sang suami.
" Itulah hukuman mu!! kau yang meminta ku untuk memohon, Kan? Jadi sekarang memohon lah!!" teriak Valerie dari dalam kamar.
' Oh shiitt. Wanita ini benar-benar licik,' batin Irza.