My Lovely Girl

My Lovely Girl
91. Paris



Dev dan Zea tiba di Paris tepat pukul 11 siang. Mereka langsung menuju resort mewah yang sudah di sewa oleh Dev yang terletak di tengah kota.


Zea mengedarkan pandangannya ke semua area di dalam resort yang cukup mewah itu. Dev menarik tangan Zea masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintunya.


Tanpa basa-basi lagi, Dev langsung mem*gut bibir sen*sual Zea. Pria itu menyesapnya dalam dengan penuh gairah.


Dia sudah menahan hasrat nya sejak berada di dalam pesawat dan dia ingin langsung menuntaskan hasrat nya pada sang istri.


" Hemmmp ...," Des*h Zea dalam ciuman itu.


Dev menuntun tubuh Zea ke arah ranjang dengan bibir yang masih saling bertautan. Dengan cepat dia membuka seluruh kain yang menutup tubuhnya dan tubuh sang istri.


Dan mulai menelusuri tubuh sang istri yang hanya mengenakan pakaian dalamnya saja.


Setelah puas melakukan pemanasan, akhirnya Dev langsung melakukan inti dari kegiatan itu.


Dia bergerak li*ar di atas tubuh Zea. Dengan tangan yang saling bertautan. Dev menatap mata Zea dan juga sebaliknya.


Mereka menikmati percintaan panas itu dan terus mengulangi nya hingga malam menjelang.


Cup cup cup


Dev mengecup bahu Zea yang terbuka dan membuat wanita itu merasakan geli dan membuka matanya.


" Dev ... Stop it."


Dev bangkit dan mencium pipi Zea.


" Ini sudah waktunya makan malam, Beby. Apa kau tak lapar?" tanya Dev yang kini sudah menindih tubuh polos Zea.


" Hmmm ... benarkah? kau benar-benar membuat ku lelah dan lapar," sahut Zea yang membuat Dev tertawa dan kembali mengecup seluruh wajah Zea.


" Dev ... aku lapar!!" teriak Zea sambil menahan kepala Dev yang tak henti mencium nya.


" Baiklah, ayo."


Dev bangkit dan mengambil bath rob untuk Zea dan dirinya.


Lalu mereka keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


" Waah ... ini terlihat sangat lezat." Zea menatap makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.


" Duduklah, ayo kita makan," ucap Dev sambil mendudukkan Zea.


" Apa disini ada pelayan?" tanya Zea sambil mengambil makanan untuk sang suami.


" Ya. Hanya 2 pelayan," sahut Dev.


Zea hanya menganggukkan kepalanya lalu mulai menyantap makanan nya.


.


.


Kini Dev dan Zea sedang duduk di rooftop yang terdapat di resort itu. Zea duduk berselonjor di pangkuan Dev, pria itu memeluk nya dari belakang.


Mereka menikmati malam pertama mereka di Paris dengan melihat pemandangan indah kota Paris yang berkilauan saat malam hari.


" Kau tak ingin keluar?" tanya Dev sambil menciumi tengkuk leher Zea.


" Tidak. Aku sedang malas keluar untuk saat ini," sahut Zea.


" Baiklah. Apapun keinginan mu, aku akan menuruti nya," sahut Dev.


" Hmmm ... thank you," kata Zea menolah pada Dev dan mencium pipinya.


Ponsel Dev berbunyi. Zea mengambilnya dan langsung mengangkat nya karena itu panggilan dari Alina.


" Kakaaak!!! kapan kau akan mengunjungi ku dan Momy!!" teriak Alina dari seberang telepon dan membuat Zea langsung menjauhkan ponsel itu dari telinga nya.


Dev mengambil ponsel itu dan menyalakan tombol loud speaker nya.


" Bisakah kau tak berteriak, Al!!" sahut Dev.


" Tidak bisa!! Dimana Kak Zea? aku merindukan nya," kata Alina dengan suara cempreng nya.


" Kakaaaakk!!! I Miss you!!!" teriak Alina saat melihat wajah cantik kakak ipar nya.


" I Miss you to adik ipar," sahut Zea.


Lalu Dev memutar-mutar ponselnya hingga terlihat pemandangan indah di depannya dan penampakan menara Eiffel pun terlihat.


" Kakaaakk!! Kalian ke Paris tapi tak mengajakku!!" kata Alina mencebik.


" Heeii ... kau akan menggangu acara bulan madu kami dengan teriakan mu itu," sahut Dev yang membuat Zea tertawa.


Sementara Alina mencebik di sana.


" Dimana Momy?" tanya Zea.


" Wait ... aku akan memanggil nya, Moomiii!!" teriak Alina yang terdengar cempreng.


" Al ... kau seperti hidup di dalam hutan saja selalu berteriak," kata Zea.


" Hampiri saja, Al. Kau terlihat tidak sopan karena memanggil Momy dengan cara berteriak seperti itu," kata Dev.


" Baiklah ..."


Alina beranjak dari sofa dan menghampiri Abel yang sedang berada di kamar nya.


" Ada apa, Al. Kau ini selalu berteriak," kata Abel yang baru keluar dari kamar mandi.


" Kak Dev dan Kak Zea menanyakanmu, Mom. Ini aku sedang teleponan dengan mereka," kata Alina lalu memberikan ponselnya pada Abel.


" Halo, Sayang. Bagaimana kabar kalian?" kata Abel.


" Haii ... Mom. I miss you, kabar kami di sini baik-baik saja dan kami sedang ada di Paris," sahut Zea.


" Kalian sedang berbulan madu? Sepertinya itu sedikit terlambat," kata Abel.


Dev dan Zea tertawa mendengar perkataan dari Abel, dan itu memang benar adanya. Dia baru saja berbulan madu setelah menikah beberapa bulan lamanya.


" Bagaimana kabarmu, Mom? apa kabar mu baik-baik saja disana? Apa Alina selalu merepotkanmu?" tanya Dev.


Abel tertawa mendengar serangkaian pertanyaan dari sang putra.


" Kabar Momi baik, Sayang. Jangan khawatirkan Momy disini. Dan soal Alina, dia sedikit bisa diatur akhir-akhir ini, mungkin karena dia sedang ada maunya," kata Abel.


" Momiii ... itu tidak benar Kak! aku selalu menuruti apa kata Momi dan aku tidak pernah merepotkan Mommy," kata Alina.


" Jika kau merepotkan Mommy di sana, maka aku akan menjemput Mommy dan kau akan tinggal sendiri di sana," ancam Dev.


" Iya iya. aku janji tidak akan merepotkan Mommy."


Lalu mereka mengobrol panjang lebar di malam itu sambil melepas rindu dari keduanya.


.


Hingga pukul 11.00 malam mereka masih ada di rooftop dan kini Dev sedang berbicara dengan seseorang diteleponnya membahas tentang pekerjaannya.


Zea yang bosan mulai menggoda sang suami wanita itu bangkit dan duduk di atas pangkuan sang suami dengan menghadap ke arah Dev.


Wanita itu mengalungkan tangannya di leher kokoh Dev, lalu dia mulai menelusuri area kuping Dev dan sesekali menghisapnya.


Dev yang mulai terpancing dengan kelakuan sang istri memutuskan untuk mengakhiri panggilan teleponnya dengan rekan bisnisnya.


" Sorry mister. Sepertinya kita lanjutkan pembicaraan ini besok pagi. Aku ada urusan penting saat ini." Dev langsung mematikan sambungan telepon itu Dan meletakkan ponselnya di meja.


" Kau nakal sekali, Baby," kata Des menatap sang istri.


" Aku bosan, jadi aku ingin menggoda suamiku," sahut Zea dengan senyum tengilnya.


Lalu mereka berciuman di bawah sinar rembulan malam itu. Ciuman yang semulanya lembut kini berubah menjadi ciuman yang menuntut.


Saat Dev meraba punggung mulus sang istri dengan memasukkan tangannya ke dalam kaos yang dikenakan oleh Zea.


Tangan kirinya menekan tengkuk leher Zea dan tangan kanannya mengusap punggung Zea, merabanya hingga turun ke bokongnya serta meremasnya.


Lalu terjadilah adegan panas itu lagi di bawah sinar rembulan. Mereka melakukan percintaan di atas rooftop dengan pemandangan kota Paris di depannya.