My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 52



~Kekecewaan Valerie~


Valerie keluar dari ruangan dokter itu dengan perasaan yang tak bisa dia gambar kan. Senyumnya selalu mengembang di wajahnya sambil memeluk hasil foto USG nya.


Dia berjalan dengan santai dan saat melewati salah satu kamar perawatan. Dia mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal.


Valerie menghentikan langkahnya dan melihat kearah pintu yang setengah terbuka. Betapa terkejutnya dia saat melihat Irza sedang memeluk seorang wanita yang tengah menangis.


Valerie hanya terpaku disana dan dada nya pun mulai bergemuruh.


" Aku lumpuh, Ir. Aku wanita yang tak berguna, lebih baik aku mati dari pada hidup seperti ini," kata Leyra dengan tangisnya.


" Sssttt ... jangan bicara seperti itu. Kau wanita yang kuat, bukan? kau pasti bisa melewati semua ini," sahut Irza sambil memeluk erat tubuh Leyra.


" Aku sudah tak berguna, aku hanya akan hidup sendiri bahkan orang tua ku pun sudah tak mau melihat ku yang seperti ini. Bagaimana bisa hidup, Ir? aku tidak punya siapa pun," kata Leyra.


" Heii ... ada aku disini. Aku akan selalu ada untuk mu, aku akan menemani mu melewati ini semua." Irza melepaskan pelukannya dan menangkup wajah sembab Leyra.


Dia menghapus air mata yang membasahi pipinya dan mengecup keningnya.


" Aku menyayangimu, Leyra. Kau tahu itu, kan?"


Leyra menganggukkan kepalanya sambil menatap lekat wajah Irza yang tepat berada di hadapannya.


" Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku, Ir. Aku tidak tahu bagaimana aku menjalani hidup ku jika tidak ada kau di sisiku," kata Leyra.


" Aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Apapun yang terjadi," sahut Irza dan kembali memeluk tubuh Leyra.


Hati Valerie langsung hancur seketika saat melihat adegan itu. Dia mendengar semua pembicaraan Leyra dan Irza. Bahkan Irza seolah melupakan keberadaan nya, jika dia memiliki seorang istri yang harus dia jaga perasaan nya.


Air matanya menetes bersamaan dengan tangan yang terkepal sempurna. Dia begitu kesal dan sakit hati karena Irza berani membuat keputusan untuk selalu menjaga Leyra tanpa persetujuan nya.


' Ternyata kau lebih mengutamakan Leyra dari pada aku. I hate you, ir.'


Valerie langsung berbalik dan pergi dari sana. Tampak dari jauh, Wilda melihat kepergian Valerie.


Dia berusaha mengejar Valerie namun karena langkah Valerie yang lebar membuat Wilda ketinggalan dan kehilangan jejak Valerie.


" Apakah wanita tadi Valerie?" gumam Wilda menghentikan langkahnya.


Lalu dia berbalik dan kembali masuk kedalam kamar perawatan Leyra.


*


" Ir. Apakah tadi Valerie kesini?" tanya Wilda saat sudah berada di kamar perawatan Leyra.


Irza menoleh dengan kening yang berkerut.


" Tadi aku seperti melihat Valerie, tapi mungkin aku hanya salah orang," sahut Wilda.


Irza tampak berpikir dan dia mengambil ponselnya. Banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Valerie karena dia mensilent ponselnya.


Sudah sejak tadi malam Irza tiba di negara nya. Dia mempercepat kepulangan nya karena dia mendapatkan kabar dari dokter bahwa Leyra sudah sadar.


Namun wanita itu berteriak histeris dan menjadi tak terkendali saat mengetahui kebenaran bahwa dia lumpuh.


Irza langsung pergi ke rumah sakit dan tak pulang ke mansion. Bahkan dia mengabaikan panggilan dari Valerie karena kecemasan nya pada Leyra.


Keluarga Leyra sudah melihat keadaan Leyra dan mereka hanya bisa pasrah bahkan mereka langsung pergi dari rumah sakit setelah tahu kondisi Leyra.


Irza hanya memberikan kabar pada Wilda dan wanita paruh baya itu langsung menghampiri nya ke rumah sakit.


.


.


Sementara itu.


Valerie tampak langsung pulang ke mansion dan dia langsung mengambil dokumen penting nya. Semua berkas-berkas beserta tabungan nya dia masukkan kedalam tas ransel nya.


Dia hanya membawa tiga potong baju dan memasukkan nya kedalam tas ransel yang berukuran kecil. Air matanya terus menetes dan dia bertekad untuk pergi dari mansion itu.


Valerie berjalan menuju pintu dan menoleh, dia melihat ke segala sudut kamar itu dan dia langsung menutup pintunya.


Saat dia keluar dari mansion, dia meminta supir untuk mengantarkan nya ke asrama Lenski.


" Anda mau kemana dengan tas ransel itu, Nona?" tanya pak supir.


" Antar kan aku ke asrama Lenski, Paman. Ini barang-barang Lenski yang tertinggal dan aku ingin mengantar kan ini padanya," sahut Valerie dengan nada yang biasa.


" Baiklah, Nona."


Supir langsung melajukan mobilnya keluar dari area mansion.


Valerie hanya menatap kearah luar jendela hingga akhirnya dia tiba di depan gerbang asrama Lenski.


" Paman, pulanglah dulu. Aku akan lama berada disini karena aku sangat merindukan Adik ku. Nanti aku akan langsung menghubungi suami ku saja," kata Valerie turun dari mobil.


" Baik, Nona."


Valerie langsung masuk kedalam asrama dan supir itu langsung meninggalkan area asrama itu setelah memastikan istri dari tuan nya itu masuk kedalam asrama.