My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 49



Kini saudari perempuan Dimas telah tiba di negara itu. Dia memang sengaja datang untuk menyaksikan pertunangan sang adik.


Dia datang bersama suami dan juga 2 anaknya.


" Mom, apa kita akan langsung menemui Uncle?" tanya seorang putra tampannya.


" Yes, Honey. Kita akan langsung ke mansion dan bertemu dengan uncle dimas," sahutnya.


" Apa kakek akan datang juga, Mom?" tanya salah satu putrinya.


" Hmmm ... Maybe." Dia menatap datar kearah luar jendela seperti ada yang sedang di pikirkan nya.


" Honey ... Apa yang kau pikirkan?" tanya Gito, suaminya.


" Tidak, aku hanya memikirkan tentang dimas," sahutnya sambil tersenyum kecut.


' Kenapa aku merasa ada sesuatu yang besar akan terjadi,' batin sia gundah.


Sesampainya di mansion keluarga Ganendra.


" Ada apa ini? Kenapa barang-barang Dimas ada di luar?" tanya Sia pada seseorang pelayan.


" Kemarin Tuan besar Yosi datang kemari, Nyonya. Dan dia menyuruh kami untuk mengeluarkan barang-barang tuan dimas," jawab seorang pelayan senior disana.


" Oh my, sepertinya firasat ku benar. Ada sesuatu yang terjadi," ucap sia khawatir.


" Honey, aku akan membawa anak-anak masuk terlebih dulu. Nanti kita tanyakan ini pada dimas," sahut Gito.


" Ya, Honey. Sepertinya mereka sangat lelah," sahutnya.


Lalu Gito membawa putra putri nya masuk dan langsung menuju kamar, agar anak-anak nya bisa langsung ber istirahat.


Sementara itu, Sia langsung duduk di sofa dan mengambil ponselnya untuk menghubungi sang adik.


" Hallo, Kak,"


" Hallo, Dimas. Aku sudah berada di mansion, kau dimana?"


" Aku sedang berada di apartemen ku, kak. Kau pasti ingin menanyakan apa yang sudah terjadi, kan?" kata Dimas sudah mengira apa yang akan kakaknya tanyakan.


" Bisa kita bertemu, Dimas?" tanya Sia.


" Oke, kita bertemu di cafe x."


Dimas langsung mematikan panggilan itu agar kakaknya tidak menanyakan lebih detail lagi, karena dia akan menceritakan semua nya saat bertemu nanti.


" Honey, Kau mandilah dulu agar tubuh mu segar. Kau pasti lelah, kan?" kata Gito yang baru keluar dari kamar anak-anak.


" Dimana anak-anak?" tanya Sia.


" Mereka sudah tidur karena mereka memang lelah dan mengantuk."


" Baiklah, aku akan mandi dulu. Setelah itu kita bertemu Dimas di cafe x." Sia beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.


" Ya, aku akan mandi di kamar sebelah."


Lalu mereka pun membersihkan tubuhnya masing-masing sebelum pergi menemui Dimas.


.


Kini Dimas sudah berada di cafe x, pria itu duduk sambil mengecek email yang masuk di ponselnya sambil menunggu kakaknya datang.


" Dimas ...," Panggil seseorang.


Dimas melihat kearah seseorang yang memanggil nya sambil tersenyum.


Perempuan itu memeluk Dimas sambil menguatkan sang adik yang kini sedang ada masalah.


" Duduklah, kak." Dimas melepaskan pelukannya.


" Jelaskan padaku, apa yang terjadi sehingga Daddy mengusir mu dari mansion?" tanya Sia penasaran.


" Daddy tak merestui hubungan ku dengan Anggita, karena Anggita putri dari perempuan yang dulu meninggalkan Daddy," kata Dimas menjelaskan.


" Oh my God, Perempuan yang dulu hampir menikah dengan Daddy?" tanya pergi itu terkejut.


" Ya," jawab Dimas sendu.


Mereka terdiam lama, mengingat masa lalu dimana Yosi sangat terpuruk dan kecewa, hingga sampai meninggalkan anak-anak nya pada pengasuh.


Yosi begitu kecewa, ketika Lisa lebih memilih melarikan diri bersama seorang pria yang ia ketahui adalah sahabat nya sendiri.


Yosi mengetahui Lisa hamil setelah beberapa bulan kemudian.


Dia begitu murka saat mengetahui wanita itu hamil dengan pria lain, dan dia meyakini bahwa anak itu hasil perselingkuhan antara Lisa dan sahabatnya itu.


Padahal itu semua salah besar. Yosi salah paham atas informasi yang dia dapatkan.


" FLASH BACK ON "


" Kau yakin, tidak mau aku antar kan saja, sayang?" kata Yosi.


" Tidak perlu, jarak dari butik ini ke rumah sangatlah dekat. Kau tak perlu khawatir," sahut Lisa.


Yosi mencium kening sang calon istri, pria itu sangat mencintai perempuan itu. karena perempuan itu bisa mengobati lara hati sejak kepergian sang istri ke hadapan sang Khaliq.


Yosi, menjadi duda anak 2 karena sang istri meninggal dunia setelah 1 bulan melahirkan Dimas.


Pria itu sangat sedih dan terpuruk karena kehilangan sang istri di usia yang masih muda.


Setelah 5 tahun menduda, Yosi kembali menemukan tambatan hatinya, yaitu Lisa.


Tapi ternyata takdir tak berpihak pada mereka, saat sesuatu terjadi menimpa Lisa.


Lisa berjalan seorang diri setelah bertemu dengan Yosi, dia tak mau di antar karena melihat kondisi Yosi yang terlihat sangat lelah karena bekerja seharian dan juga karena jarak nya yang tak terlalu jauh.


Lisa merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang, dia mempercepat langkahnya tanpa menoleh kearah belakang.


Dia mendengar langkah kaki itu mengikuti nya dan semakin mendekatinya. Lisa pun lari dan masuk kesebuah gang yang niatnya ingin memotong jalan agar lebih cepat sampai, tapi ternyata dia salah masuk gang dan lebih parahnya gang itu buntu.


" Siapa kau? Jangan mendekat!!" tegas Lisa yang sudah tak menemukan jalan lagi.


Pria itu semakin mendekat dengan langkah gontai.


" Jangan mendekat, atau aku akan berteriak!!" ancam Lisa dengan nada yang bergetar karena takut.


Pria itu semakin mendekat dan tanpa basa basi, pria itu langsung merengkuh pinggang Lisa dengan kasar dan langsung ******* bibir nya.


Lisa memberontak, dia memukuli dada pria itu dan terus memberontak agar bisa melepaskan diri dari Kungkungan pria itu.


Pria itu mendorong keras tubuh Lisa hingga terbentur ke tembok dan mengunci tubuh Lisa, serta terus memagut bibir nya dengan ganas.


Lisa menangis dengan nafasnya yang mulai berat. Lalu pria itu mengikat tangan Lisa pada tiang yang pas berada di atas kepalanya.


Dengan cepat pria itu merobek pakaian Lisa dan langsung bermain di area dada nya yang sangat menantang.


Kakinya tak tinggal diam, Lisa berusaha menendang pria itu tapi pria itu dengan mudah mengunci kaki Lisa agar tak bergerak.


Lisa tak bisa berbuat apa-apa karena memang tenaganya sudah habis dan dia sangat lemas.


Pria itu merobek paksa kain yang menutupi bagian berharga dari wanita itu dan tangan nya bermain disana.


Lisa terpekik, menangis se jadi-jadinya berharap ada seseorang yang mendengar nya, tapi ternyata di tempat itu tidak ada seorangpun yang bisa menolongnya.


Lalu pria itu melakukan penyatuan dengan paksa dan sangat kasar hingga Lisa meringis ke sakitan.


' Maafkan aku, Yosi. Maaf kan aku, aku tidak bisa menjaga diriku sendiri, maafkan aku,' batin Lisa sambil terus menangis.


Setelah menumpahkan seluruh benih nya kedalam rahim Lisa, pria itu menangkup wajah Lisa dan memandang nya dengan intens.


Lisa membuka matanya dengan mengatur nafasnya dan menatap tajam wajah pria yang sudah merebut mahkota berharga miliknya.


" I love you so much, Sorry." kata pria itu, lalu menciumi seluruh wajah Lisa dan langsung meninggalkannya.


Lisa masih terpaku mengingat suara dari pria itu yang sangat dia kenal.


" KAU JAHATTT!!!! KAU PRIA BRENGSEKKK!!! AAAARRGGH ...." Lisa berteriak lalu menangis se jadi-jadinya.


Meratapi nasibnya yang tragis. Di rusak oleh seseorang yang sangat dia percaya dengan merebut paksa sesuatu yang berharga dari dirinya, saat dirinya akan menikah dengan seseorang yang sangat dia cintai.


Setelah kejadian itu, Lisa mengurung dirinya, dia sangat trauma atas apa yang terjadi padanya.


Dia tidak pernah keluar dari persembunyiannya dan tak mengangkat telepon dari Yosi.


Sementara itu, Yosi selalu mencarinya seperti orang gila. Pria itu mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan wanita tersebut tapi hasilnya nihil.


Besok adalah hari pernikahan nya, tapi Lisa belum di temukan keberadaan nya. Hingga dia menyadari satu hal.


Yosi melacak ponsel Lisa. Dan langsung menemukan keberadaan nya.


" Aku akan menghabisi orang yang sudah membawamu pergi dari ku, Lisa. Aku akan menemukanmu," kata Yosi lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang tertera di ponsel nya.


BRAK ...


Yosi mendobrak pintu itu dan langsung masuk mencari keberadaan Lisa. Tapi ternyata tempat itu kosong dan hanya menemukan ponsel Lisa yang di tinggal di atas meja.


Dia mengambil ponsel itu dan melihat ada secarik kertas yang ada di di bawah ponsel.


" Sorry, Aku sudah tak pantas untukmu. Lisa." Tulis Lisa di kertas itu.


" DAMN !!! APA MAKSUD NYA DIA BERKATA SEPERTI ITU!!" Teriak Yosi yang kini sudah tak bisa menahan amarahnya lagi dan membanting semua barang yang ada di hadapannya.


Lalu dia menemukan jam tangan yang sangat dia kenal.


" Jadi dia yang sudah mengambil Lisa dariku?" Gumam Yosi menatap jam tangan itu. Lalu melemparkan jam itu ke sembarang arah.


Sementara di tempat lain, Lisa bersama Meyer sedang menempuh perjalanan yang cukup jauh karena Lisa tak ingin muncul lagi di hadapan yosi.


" Seharusnya kau mengatakan ini pada Yosi, dia sangat mencintaimu, Lisa." kata Meyer mencoba membujuk Lisa.


" Tidak, aku sudah kotor, aku perempuan murahan yang tak bisa menjaga kehormatan ku sendiri. Aku tidak pantas untuk nya," kata Lisa sambil terisak.


" Kau bisa menerima Yosi, dan aku yakin Yosi pasti akan menerima kekurangan mu, apalagi itu adalah sebuah pemerkosaan."


" CUKUP!!! AKU TAK MAU MENGINGAT KEJADIAN ITU!!" Bentak Lisa sambil menutup telinga nya.


" Sorry," kata Meyer lirih.


Meyer membantu Lisa untuk pergi jauh dari kehidupan Yosi, dan tanpa dia sadari jam tangan nya terjatuh di tempat terakhir persembunyian Lisa.


Dan itu membuat Yosi salah paham padanya, hingga Yosi menghancurkan seluruh bisnis yang di miliki Meyer dan mengirimkannya jauh ke luar negeri hingga Meyer meninggal dunia disana.


Yosi menaruh dendam serta kebencian pada Meyer dan juga Lisa yang ia duga telah mengkhianati nya.


Hingga dia pun tak sadar, telah menelantarkan putra putri nya sendiri. Karena Maslah ini.


" FLASH BACK OFF "


"Aku akan meneruskan rencana ku, kak. Karena aku sangat mencintai Gita," kata Dimas sendu.


" Ya, aku akan mendukungmu, Kau berhak memilih jalan hidup mu sendiri, Dimas. Untuk urusan Daddy, serahkan itu padaku," ucap Sia menenangkan adiknya.