
~ Kehidupan baru Valerie ~
Kini Irza sudah ada di rumah sakit, dengan kekuasaannya dia bisa memeriksa hasil rekaman cctv di rumah sakit dan juga memeriksa data Valerie yang sempat ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilan nya.
Dan benar saja, Irza melihat Valerie berada di area rumah sakit itu. Bahkan dia melihat bahwa Valerie berada di depan pintu ruangan Leyra waktu itu.
Irza juga menanyakan tentang sang istri pada dokter yang menangani Valerie kemarin. Dia begitu terkejut dan bahagia saat mendengar bahwa sang istri sedang mengandung anak kembar.
Setelah Irza berhasil menyimpulkan kesalah pahaman Valerie, Irza bergegas keluar dari rumah sakit dan masuk kedalam mobilnya yang terparkir di depan rumah sakit.
Dia menyalakan mesin mobilnya dan langsung melajukan mobilnya keluar dari area rumah sakit. Dan dia sedang menuju ke asrama Lenski saat ini.
Beberapa menit kemudian, mobilnya sudah memasuki area asrama itu. Irza keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam asrama untuk menemui Lenski.
Di taman yang ada didalam asrama. Irza dan Lenski duduk di kursi taman berdua. Tidak ada yang membuka suara dan itu mengingat kan momen saat Irza dan Lenski pertama bertemu.
Lama mereka terdiam hingga akhirnya Irza membuka suara nya.
" Kakak minta maaf karena gagal menjaga kakak mu," kata Irza.
Lenski diam dan hanya tetap dengan ekspresi datar nya.
" Aku yakin sebelum pergi, kakak mu pasti kemari untuk menemui mu. Sekarang katakan padaku, kemana Kakak mu pergi?" tanya Irza memegang tangan kecil Lenski.
" Aku tidak tahu," sahut Lenski tanpa menatap kearah Kakak Ipar nya.
Irza terdiam dan melepaskan tangan Lenski yang di genggam nya. Dia menghela nafasnya dan bangkit dari kursinya.
" Baiklah. Aku akan terus mencari nya, jika dia menghubungi mu, aku mohon untuk mengatakannya pada kakak. Dia sedang hamil, Lenski. Dan aku ingin segera menemukan nya," kata Irza.
" Iya," sahut Lenski singkat dan langsung pergi meninggalkan Irza yang masih terpaku di tempatnya.
.
.
Perut nya mulai membuncit tapi dia tetap bisa bergerak lincah dan gesit. Para pegawainya termasuk wanita yang di temuinya di kapal juga adalah pegawai yang paling lawas di penginapan itu.
" Valerie!!! jangan terlalu capek!! cepat masuk dan beristirahatlah!!" teriak Bibik Nuri.
" Sebentar lagi, Bibik!! ini hampir selesai," sahut Valerie sambil meneruskan pekerjaannya.
" Val ... istirahatlah. Biar aku yang akan meneruskan pekerjaan mu," kata seorang pria yang tak lain adalah putra dari Bibik Nuri yang ikut membantu ibunya jika sedang libur dari kerajaan nya.
" Sebentar lagi, Dik. Setelah ini aku akan istirahat," sahut Valerie yang masih saja merangkai bunga-bunga di fas kecil nya.
Diko hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Valerie sedang dalam mode keras kepala. Pria itu belum menikah, bahkan dia sering mengunjungi penginapan tua yang sudah sejak lama menjadi tanggung jawab ibunya.
Dia juga sering menginap di sana jika sedang ada acara di penginapan itu. Seperti saat ini, penginapan itu di booking oleh salah satu pendaki untuk menjadi tempat dimana dia akan melempar kekasihnya.
Sejak pagi, semua pegawai penginapan tampak sibuk mendekorasi halaman yang ada di samping penginapan. Begitu pun juga dengan Valerie, wanita hamil itu juga turut membantu mempersiapkan semuanya.
Sudah selama 6 bulan Valerie kabur dari mansion megah suami nya karena rasa kekecewaan yang sangat mendalam bagi nya.
Dia bahkan tak pernah keluar dari penginapan itu karena takut jika salah satu anak buah suaminya berhasil menemukan nya.
Valerie tetap menyembunyikan identitas suaminya dari semua orang. Dan mengatakan jika sang suami sudah meninggal.
Dia tak pernah menghubungi sang suami bahwa Lenski. Bukannya di tak perduli atau melupakan sang Adik, tapi dia sangat yakin bahwa Irza pasti akan tahu keberadaan nya jika dia mencoba menghubungi asrama Lenski.
Berada di penginapan itu membuat dirinya merasa tenang dan damai. Dia bahkan sudah mulai bisa melupakan rasa kecewanya pada sang suami karena disana banyak pegawai yang sering menemani nya.
Bahkan Bibik Nuri sangat menjaga dan menyayangi nya. Semua yang bekerja di penginapan itu sangat menyukai dan menyayangi Valerie, mereka semua kompak menjaga Valerie dan juga kehamilan nya.
Bahkan semua orang yang ada di penginapan itu sangat tidak sabar menunggu kelahiran Beby twins.