
Mobil yang di tumpangi oleh Irza melaju dengan kecepatan sedang. Irza menyuruh asistennya untuk mengikuti mobil Leyra yang ada di depan mereka.
Irza hanya ingin memastikan bahwa wanita itu sampai ke apartemen nya dengan selamat. Apalagi arah mansionnya juga searah dengan apartemen Leyra.
Tiba-tiba mobil yang ada di depannya berhenti, dan mobil Irza pun juga berhenti karena lampu lalulintas sudah berubah menjadi merah.
Mereka menunggu beberapa saat sampai lampu itu kembali berwarna hijau.
Senyum licik tersungging di bibir Leyra saat lampu sudah berubah menjadi hijau.
Wanita itu memejamkan matanya dan menarik nafas nya lalu membuangnya.
" Sudah saatnya," gumam Leyra.
Wanita itu menginjak pedal gasnya namun dengan mata yang sudah terpejam.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dari arah kanan dengan kecepatan tinggi.
BRAK BRUK BRAAKK
Kecelakaan pun tak dapat di hindarkan.
Mobil Leyra tertabrak dengan keras oleh sebuah mobil yang tiba-tiba muncul dari arah kanan.
Kecelakaan itu terjadi tepat di hadapan mobil Irza. Pria itu terkejut dan mobil yang lain pun ikut berhenti saat kecelakaan itu terjadi.
" Oh my. Leyra!!! itu mobil Leyra, kan?" kata Irza yang melihat kejadian itu.
" Iya, Tuan. Itu mobil dari Nona Leyra," sahut asisten Irza.
Irza langsung bergegas keluar dari dalam mobil begitu pun dengan asistennya setelah meminggirkan mobilnya.
Dan jalanan itu pun menjadi macet karena kecelakaan itu. Irza berlari kearah mobil Leyra yang sudah ringsek tak berbentuk.
Mobil itu dalam keadaan terbalik dan asap pun mulai muncul dari kap mobil yang sudah terbuka.
Bau bensin pun sudah tercium dan orang-orang langsung mengerubungi tempat kecelakaan itu.
" PANGGILKAN AMBULANCE, CEPAT!!" teriak Irza dengan wajah khawatir nya.
Asisten Irza langsung menghubungi AMBULANCE dari rumah sakit terdekat.
Irza melihat kearah Leyra yang masih ada di dalam mobil dengan kepala yang sudah berlumuran darah.
Dan beruntungnya wanita itu memasang sitbelt nya. Jadi dia tidak sampai terlempar dari dalam mobil.
" Oh my. Bagaimana cara nya aku bisa mengeluarkan nya," ucap Irza frustasi.
Pria itu meminta bantuan pada beberapa orang yang ada di sana untuk membalik mobil itu agar bisa mengeluarkan Leyra dari mobil yang seperti sebentar lagi akan meledak.
Semua orang yang ada di sana berusaha membantu dan mengeluarkan Leyra dari dalam mobil. Tapi hal itu sulit karena kaki Leyra terjepit di bawah sana.
Hingga beberapa menit kemudian Ambulance datang bersama dengan mobil polisi.
Dan akhirnya Leyra pun bisa di keluarkan dari mobil itu. Keadaannya sangat parah dan banyak mengeluarkan darah.
Leyra dan korban yang sudah menabrak mobilnya pun langsung di bawa ke ambulance dan langsung di bawa ke rumah sakit.
Irza berlari kearah mobilnya dan diikuti oleh asisten nya. Mereka menyalakan mobilnya untuk mengikuti mobil ambulance yang membawa Leyra.
BOOMMM
Tiba-tiba mobil Leyra meledak dan semua orang tampak panik. Beruntung Leyra sudah di keluarkan dari mobil itu.
Irza melihat mobil Leyra yang sudah terbakar.
Pria itu tak bisa membayangkan jika saja Leyra belum bisa di evakuasi dari dalam mobil.
Mungkin wanita itu akan habis terbakar.
Lalu Irza kembali fokus kearah depan dimana mobil ambulance melaju di depan mobilnya.
" Suruh anak buah kita untuk menyelidiki kasus kecelakaan ini," ucap Irza.
" Baik, Tuan."
.
.
Sementara itu, di mansion keluarga Irza.
Valerie tampak sedang mondar-mandir di dalam kamar nya. Dia berusaha menghubungi sang suami namun pria tak kunjung mengangkat panggilan darinya.
Wanita itu sangat khawatir karena jam sudah menunjukkan puku 12 malam. Tapi tidak ada tanda-tanda kemunculan dari pria itu.
" Kemana dia? bukankah tadi dia bilang hanya makan malam biasa? tapi kenapa belum pulang juga!" gumam Valerie yang masih berusaha menghubungi ponsel sang suami.
Dia ingin menghubungi ponsel asisten dari sang suami. Tapi dia tak memiliki nomor telepon nya.
Valerie duduk di tepi ranjang dan meletakkan ponselnya. Dia begitu khawatir dengan keadaan sang suami yang sampai saat ini belum datang.
Dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada sang suami. Namun dia tidak tahu akan bertanya pada siapa karena dia memang tak mengenal teman-teman Irza.
Wanita itu memutuskan untuk berbaring di ranjang dan mencoba untuk memejamkan matanya. Tapi tetap saja, dia tidak bisa tertidur selagi Irza belum pulang atau memberinya kabar.
" Bagaimana jika terjadi sesuatu pada nya? tapi jika memang terjadi sesuatu kan pasti ada seseorang yang menghubungi keluarga ini?" gumam Valerie.
Wanita itu hanya membolak balikan tubuh nya di atas ranjang karena dia memang sangat mengkhawatirkan sang suami.
Hingga 3 jam berlalu. Dan jarum jam sudah bertengger di angka 3, itu artinya ini sudah menjelang pagi.
Namun Valerie belum juga bisa memejamkan matanya. Wanita itu bangkit dan bersandar di dashboard ranjang.
Dia menangis sendiri di dalam kamar yang temaram itu. Air matanya mengalir dan Isak tangisnya pun terdengar pilu karena saking khawatir nya dia dengan keadaan sang suami yang juga belum ada kabar.
" Dimana kau Irza," gumam Valerie dalam tangisnya.