
Malam semakin larut. Bahkan jarum jam sudah berada di angka 12.
Irza masih mondar mandir di depan kamar dimana sang istri sudah terlelap. Dia tak lagi menggedor pintu itu karena dia takut mengganggu istirahat Paman Beno dan Bibik Nevi di bawah.
Karena sudah mulai lelah, Irza pun masuk kedalam kamar yang ada di sebelah kamar utama.
Pria itu masuk dan berjalan kearah kamar mandi. Hasrat nya masih tinggi bahkan gairah nya pun belum tercapai.
Dia berdiri dan membalik tubuhnya. Pria itu terpaku menatap kearah pintu yang ada di samping ranjang.
Irza melangkah kan kakinya menuju pintu penghubung kamar itu dengan kamar sebelah. Tangan nya terangkat dan memegang tuas pintu.
CEKLEK CEKLEK
" Shiitt ... pintu ini terkunci, aku harus mencari kunci nya," gumam Irza.
Ya. Pria itu belum menyerah untuk berusaha masuk kedalam kamar utama, tempat dimana saat ini Valerie tertidur pulas setelah mengerjainya.
Irza berusaha mencari kunci pintu itu di segala sudut di kamar itu namun hasilnya nihil. Dia tak bisa menemukan kuncinya.
Lalu dia keluar dari kamar dan menuruni tangga. Dia ingin mencari kunci pintu penghubung kamar itu di tempat dimana semua kunci cadangan berada.
Saat dirinya memasuki dapur. Dia melihat Bibik Nevi yang tengah berada di dapur.
" Bibik? kau tak tidur?" tanya Irza.
Bibik Nevi menoleh dan meletakkan gelas yang berisi air putih.
" Aku sedang mengambil kan air minum untuk suami ku, Tuan."
Irza tak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali. Lalu dia kembali di sibukkan dengan membuka setiap laci yang ada di dapur.
Bibik Nevi menatap heran pada Tuannya itu.
" Apa ada yang anda cari, Tuan?" tanya Bibik Nevi.
Irza menoleh dan melihat kearah Bibik Nevi yang masih berada disana.
" Aku sedang mencari kunci pintu penghubung dari kamar yang ada di samping kamar utama. Apa Bibik tahu dimana kunci nya?" tanya Irza.
Bibik Nevi tersenyum dan dia mulai melangkah kan kakinya menuju sebuah laci dimana semua kunci berada.
' Apa mereka sedang bertengkar?' batin Bibik Nevi sambil membuka laci itu.
Dia mencari kunci di laci itu dan dia langsung menemukan kunci yang sedang di cari oleh Tuannya.
" Ini kuncinya, Tuan."
Irza tersenyum lega dan mengambil kunci itu dari tangan Bibik Nevi.
" Terimakasih, Bibik."
Bibik Nevi hanya tersenyum dan menatap kepergian Irza dengan langkah yang terburu-buru.
Dia mengambil gelas yang sudah di isi air minum dan membawanya ke kamar.
.
.
Kini Irza sedang menatap kearah ranjang dimana sang istri sudah tertidur dengan pulas.
Wanita itu tertidur hanya menggunakan bra dan Hotpants nya. Irza bisa melihat nya karena selimut yang di gunakan Valerie sudah tersingkap dan hampir terjatuh ke lantai.
" CK CK CK. Lihat dia sekarang, wanita licik ini tertidur pulas setelah berhasil membangun kan junior ku dan melarikan diri," gumam Irza sambil membuka kaos nya.
Dia melempar kan dengan asal kaos itu sambil berjalan kearah ranjang. Perlahan dia naik keatas ranjang dimana Valerie tengah tertidur dengan posisi terlentang.
Dengan gerakan perlahan, Irza membuka Hotpants yang dikenakan Valerie. Sesekali dia melihat kearah wajah pulas Valerie dan terus menurunkan benda segitiga nya.
Wanita itu tak merasakan apapun dan benar-benar tertidur pulas.
" Aku tidak akan memohon padamu, Honey. Kau istri ku dan kau milikku sepenuhnya, bahkan aku sangat sangat berhak menjajahi tubuh mu kapanpun ku mau," gumam Irza.
Tanpa basa-basi lagi. Pria itu membuka lebar-lebar paha sang istri. Dia mendekatkan wajahnya ke bagian intim dari sang istri dan bermain disana.
" Eeengghh ..."
Lenguhan seksi dari bibir Valerie lolos begitu saja. Namun mata nya masih menutup rapat.
Irza terus bermain di bawah sana dengan lihai dan akhirnya membuat tidur Valerie terganggu. Wanita itu membuka matanya yang masih berat dan melihat kearah bawah.
" Aaahh ... Honey. Apa yang kau lakukan!" kata Valerie dengan ******* nya.
Irza tak menjawab. Dia hanya terus memainkan lidah nya disana. Valerie sudah tak kuasa dan meliuk-liuk kan badannya karena merasa kan sesuatu yang nikmat di bawah sana.
" Oouuwh ... Honey!!"
Akhirnya dia mendapatkan ******* nya.
Irza bangkit dan mengecup bibir Valerie dan dia langsung melakukan penyatuan nya.
Tanpa melakukan pemanasan apapun karena dia memang sejak tadi menahan hasrat nya.
" Aku akan menghukum mu," ucap Irza sambil menghujam kan miliknya ke inti sang istri.
" Aahkk ... aku siap menerima hukuman dari mu," sahut Valerie masih tersenyum tengil.
" Dasar Wanita licik menyebalkan! Aku tidak akan membiarkan mu tidur semalaman ini!" tegas Irza sambil bergerak di atas tubuh Valerie.
Valerie terkekeh dan malah memainkan matanya pada sang suami hingga pria itu merasa sangat gemas dengan wanita itu.
Dan akhirnya mereka benar-benar menjalani bulan madunya. Mereka melakukan percintaan panas itu berkali-kali hingga pagi menjelang.