My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 85



Reza tertawa pelan sambil memalingkan wajahnya kearah samping. Senyum miring tersungging di bibirnya.


" Kau tahu siapa yang sudah menyebabkan ini terjadi pada Zea?" kata Reza bangkit dari sofa nya.


Cleo terus menatap kearah pria itu dengan kening yang berkerut.


" Siapa?" sahut Cleo.


" KAUU !!!" tegas Reza sambil menunjuk kearah wajah cantik Cleo.


" Apa maksudmu, Tuan?" jawab Cleo terkejut dan bangkit dari kursinya.


" Ya. Ini semua ulah dari mantan bos mu itu!!" kata Reza dengan suara lantang nya.


Cleo begitu terkejut mendengar informasi itu. Dia merasa sangat bersalah pada Zea jika memang itu terjadi karena dirinya.


CEKLEK


Pintu kamar Zea kembali terbuka. Dan kini Dev yang muncul dari balik pintu.


Wajah nya yang menyeramkan membuat Cleo tak mampu untuk menatap pria itu. Cleo merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada Zea hingga membuat wanita itu harus kehilangan bayinya.


Dev masuk kedalam ruangan dengan tangan yang terkepal erat. Dia menatap tajam kearah Reza dan juga Cleo secara bergantian.


BUG


Pria itu langsung memukul wajah Reza yang ada di hadapannya dengan keras. Cleo sangat terkejut sampai menutup mulutnya melihat kemarahan Dev.


" Kenapa kau tak pernah bilang hal itu padaku!!" tegas Dev dengan suara yang lantang.


" Sorry, Dev. Ini permintaan dari Zea yang tak ingin melibatkan mu dalam hal itu," jawab Reza.


BUG


Dev memukul wajah Reza lagi. Hingga sudut bibir Reza pecah.


" Dan lihat sekarang apa yang terjadi pada Zea!! Kita harus kehilangan bayi kami karena hal itu!!" kata Dev meluapkan amarahnya.


" Sorry. Hanya itu yang bisa aku katakan," sahut Reza sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


Cleo hanya terpaku di samping ranjang. Dia tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dan itu membuat nya semakin merasa bersalah.


" Maaf. Jika masalah itu bermula dari aku. Aku benar-benar minta maaf," kata Cleo dengan wajah yang tertunduk.


" Keluar dari ruangan ini," jawab Dev lirih.


" T-tapi aku ingin __"


" KELUAR DARI RUANGAN INI SEKARANG!!!" Bentak Dev hingga membuat Cleo tersentak.


Reza menatap tajam pada Cleo, lalu menarik tangan nya keluar dari ruang perawatan Zea.


Dev terduduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Dia mengatur nafasnya yang cepat karena amarahnya yang tak terkontrol.


Kedua tangannya mengusap kasar wajah nya lalu mencengkram kuat rambut kepalanya.


" Bayiku ... bayiku. Jangan ambil bayiku," gumam Zea dalam tidurnya.


Dev melihat kearah Zea dan menghampiri nya. Pria itu melihat wajah Zea yang begitu tertekan meskipun dalam keadaan tidur.


" Heii ... Bangunlah," ucap Dev lirih sambil mengusap lembut puncak kepala Zea.


Lalu perlahan Zea membuka matanya. Wanita itu melihat wajah sang suami yang tampak lesu.


" Bayiku ..." gumam Zea lalu menangis.


" Bayi kita," sahut Dev sambil mengusap air mata yang menetes di pipi Zea.


" Aku belum merasakan kehadiran nya tapi tuhan sudah mengambilnya," kata Zea dalam tangis nya.


" Ssstt ... tuhan mungkin punya rencana yang lebih indah setelah ini," sahut Dev.


Zea hanya menangis. Lalu Dev naik keatas ranjang Zea dan memeluk nya dengan erat agar wanita itu lebih tenang.


Mereka berpelukan seolah saling menguatkan. Dev hanya terdiam sambil memeluk tubuh Zea dengan pikiran yang entah kemana.


' Kita sama-sama kehilangan. Asal kau tahu kekecewaan ku padamu yang bertindak sendiri dan mengakibatkan hal ini pada kita. Secara tak langsung kau lah yang membuat bayi kita tiada,' batin Dev.


.


.


Di luar rumah sakit tepat nya di taman yang ada di tengah-tengah rumah sakit itu. Reza menghempaskan tangan Cleo dengan kasar.


" Kenapa kau kasar sekali!!" kata Cleo sambil memegang tangan nya yang sakit karena ditarik dengan kasar oleh Cleo.


" Aku tidak pernah membuat masalah," sahut Cleo.


" Kau masih tak menyadari kesalahan mu? CK CK CK. Tak pernah ku sangka bahwa Zea berteman dengan mu," kata Reza sambil menggelengkan kepalanya seolah memandang rendah pada Cleo.


" Ah ya. Kau memang wanita bodoh yang hanya mengandalkan tubuh seksi mu. Pantas saja kau mendapatkan pelecehan seksual dari __"


PLAKK


Belum sempat dia melanjutkan perkataan nya. Cleo sudah menampar pipi Reza dengan keras.


Hingga orang-orang yang ada di sekitar taman melihat kearah mereka.


" Jaga ucapan mu, Tuan. Aku memang tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi jika kau merasa aku yang membuat masalah disini maka aku meminta maaf padamu," ucap Cleo dengan penuh penekanan dan langsung pergi dari tempat itu.


" Oh God. Semoga aku tak pernah bertemu dengan pria itu lagi," gumam Cleo.


Reza menatap kepergian Cleo dengan senyum smirk nya. Pria itu mengusap pipi nya yang tadi di tampar oleh wanita itu.


" Lumayan juga tamparannya," gumamnya.


Lalu pergi dari rumah sakit itu.


.


.


Adi dan Lisa masuk kedalam ruangan Zea. Dia melihat Zea yang kembali tertidur bersama Dev yang ikut tidur di ranjang kecil itu.


Adi merasa lega melihat kebersamaan Dev dan Zea. Karena tadi dia sempat berpikiran yang aneh - aneh tentang sikap Dev.


" Kita pulang saja, ayo," ajak Adi.


" Tapi, Mas aku __"


" Ssstt ... biarkan mereka berdua dulu."


Adi langsung menggandeng tangan Lisa keluar dari ruangan itu.


Namun sebelum keluar, Lisa meletakkan paper bag yang berisi makanan di sofa.


" Menurut mu apakah Zea akan baik-baik saja, Mas?" tanya Lisa saat sudah di dalam mobil nya.


" Ya. Seperti yang di katakan oleh dokter Nadin. Seiring berjalannya waktu, dia akan bisa menerima keadaan ini dan akan baik-baik saja. Asalkan kita menjaga nya," sahut Adi sambil merangkul bahu Lisa.


" Kau sudah menghubungi Gita?" tanya Adi.


" Ah ya. Aku sampai melupakan anak itu," kata Lisa lalu mengambil ponselnya dari dalam tas.


Dia langsung menghubungi putri nya yang tengah berbulan madu di Paris.


" Hallo, Mom. Bagaimana keadaan Zea?" kata Gita dari seberang telepon dengan nada khawatir nya.


" Hallo, sayang. Zea sudah sadar dan baik-baik saja," sahut Lisa.


" Syukurlah. Ternyata Dev tak berbohong," ucap Gita.


" Apa maksudmu, sayang?" tanya Lisa tak mengerti.


" Aku tadi menghubungi Dev. Tapi entah kenapa aku sangat tidak percaya dengan informasi yang dia sampaikan dan aku memilih untuk menunggu kabar dari Momy," kata Gita menjelaskan.


" Hmmm. Dia sudah baik-baik saja, Honey," kata Adi yang ikut mendengarkan pembicaraan Gita.


" Pah. Bagaimana kabar papah? apa aku harus pulang secepatnya?" tanya Gita.


" Semua baik-baik saja, Honey. Jangan khawatir, dan jangan pulang sebelum ada kabar bahagia tentang cucuku," kata Adi yang di sambut tawa oleh Lisa dan juga Gita dari seberang telepon.


" Doakan saja, Pah. Kalau begitu aku akan melanjutkan perjalanan ku saja. Bye Pah, Mom. I love you," kata Gita.


" I love you to," sahut Lisa dan Adi bersamaan. Lalu memutuskan panggilan itu.


Adi tampak termenung sambil menatap ke luar jendela mobil.


' Apa Lisa belum bertemu dengan ayah kandungnya? kalau terdengar dari pembicaraan kami tadi sepertinya belum,' batin Adi.


### Pengumuman ###


Kisah dari Cleo dan Reza akan di pisah ya gusys. Sudah tayang di ....


"THE WEDDING AGREEMENT" 🥰


Pantengin yak ... akan seperti apa kisahnya 🙏🙏🙏😁