My Lovely Girl

My Lovely Girl
91. Surprise



Drt drt drt


Ponsel Dimas berdering. Pria itu langsung mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


" Hallo, ada apa Aunty?"


" Hallo, Dimas. Kau bisa pulang sekarang juga? Tiba-tiba Gita sakit, dia mengeluh pusing dan sakit di kepala nya," kata Wilda cemas.


" Oh my. Aku akan pulang secepatnya, Aunty. Tolong jaga dia."


Dimas langsung memutuskan panggilan telepon nya.


Pria itu langsung menutup laptopnya dan keluar dari ruangan nya dengan sangat terburu-buru.


.


Wilda mengangkat jempol nya pada Gita yang tiduran di ranjang nya dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


Lalu dia menghubungi Ardo.


Panggilan pertama tidak ada jawaban, panggilan kedua tetap sama. Bahkan panggilan ke tiga pun tetap tak ada jawaban.


" Sepertinya Daddy mu sangat sibuk di perusahaan, sayang. Dia tak menjawab telepon dari ku," kata Wilda.


" Kita tunggu sebentar. Biasanya daddy mu akan langsung menghubungi ku setelah melihat panggilan tak terjawab dari ku," ucap Wilda dan Gita hanya menganggukkan kepalanya.


Dan benar saja. Setelah sekitar 10 menit kemudian, ponsel Wilda berbunyi dan itu panggilan dari Ardo.


" Hallo, ada apa, sayang? aku sedang meeting tadi," kata Ardo.


" Apa meeting nya sudah selesai? apa kau bisa pulang sekarang juga?" kata Wilda dengan suara yang dibuat se cemas mungkin.


" Ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi di rumah?" sahut Ardo cemas.


" Ya. Ada sesuatu yang terjadi pada Gita, cepat pulang."


Wilda langsung memutuskan panggilan itu sebelum sang suami mulai banyak bertanya.


Dengan rasa cemasnya, Ardo keluar dari ruangan nya. Dan langsung meninggalkan perusahaan nya.


.


" Done," kata Wilda meletakkan ponselnya di meja nakas di dekat ranjang Gita.


" Terimakasih, Mom."


Gita langsung merentangkan kedua tangannya seakan meminta pelukan pada Momy sambung nya itu.


" Sama-sama, sayang. Semoga saja mereka tak terburu-buru pulang dan sampai di sini dengan selamat. Kau ini jail sekali ternyata," kata Wilda sambil mencubit gemas hidung mancung Gita.


.


.


20 menit kemudian. Tampak Dimas dan Ardo datang secara bersamaan.


" Ada apa dengan Gita?" tanya Ardo setelah keluar dari mobilnya.


" Entahlah, Dad. Aku juga tak tahu," sahut Dimas.


Lalu mereka langsung masuk dan menuju kamar Gita.


CEKLEK


Pintu kamar Gita terbuka. Tampak Dimas dan Ardo muncul dan masuk dengan langkah yang terburu-buru.


Dia melihat Gita sedang di peluk oleh Wilda di atas ranjang nya. Dengan wajah paniknya, Dimas dan Ardo menghampiri ranjang Gita.


" Kenapa? ada apa dengan nya?" tanya Ardo khawatir.


" Ya. Mom. Ada apa ini? katanya dia sakit? apa Momy sudah menghubungi dokter?" tanya Dimas cemas.


" Sudah. Bahkan aku sudah membawa nya ke rumah sakit," sahut Wilda.


" Lalu? bagaimana keadaan nya? apa dia sakit? apa yang di katakan dokter?" tanya Ardo begitu cemas dengan keadaan putri nya.


Wilda terdiam. Lalu dia memberikan hasil pemeriksaan Gita pada Ardo.


Dimas mendekati Ardo. Dan mereka membuka berkas itu dan melihat nya bersama dengan raut wajah yang tegang.


Wajah tegang mereka berubah menjadi sebuah senyuman saat melihat hasil dari foto USG janin yang ada didalam berkas itu.


" Kalian mengerjai kami?" kata Ardo menghampiri 2 wanita yang sangat dia sayangi.


" Surprise!!!" kata Wilda dan Gita bersamaan.


Ardo memeluk kedua wanita itu. Dengan perasaan bahagia nya, karena sebentar lagi dia akan memiliki seorang cucu.


Sementara Dimas langsung naik keatas ranjang dan ikut berpelukan dengan 3 orang itu.


.


.


Kabar bahagia itu di sambut dengan suka cita oleh semua keluarga. Gita bahkan sudah memberi tahu Lisa atas kehamilannya.


Dan itu membuat Lisa dan Adi begitu senang mendengar kabar bahagia itu. Begitu pun dengan Yosi, dia menyambut bahagia kabar itu karena dia akan mendapatkan 1 cucu lagi.


Hingga kabar itu terdengar di telinga Dev dan Zea. Mereka langsung menghubungi Gita setelah mendengar kabar itu.


" Selamat atas kehamilan mu, semoga kehamilan mu lancar, sehat tanpa kendala sampai melahirkan nanti. Aku akan segera kesana untuk menemui mu," kata Zea.


" Terimakasih. Secepatnya kau harus kemari. Kita akan berjalan-jalan bersama, karena disini banyak tempat-tempat indah yang wajib kau kunjungi," sahut Gita.


" Baiklah, tunggu aku disana. Bye." Zea langsung memutuskan panggilan itu.


Lalu dia menatap kearah perutnya dan mengusap nya perlahan.


" Andai kau masih ada di rahim Momy, sayang."


Dev mendengar ucapan Zea dan langsung memeluk nya dari belakang sembari mengusap lembut perutnya.


" Kita akan segera mendapatkan nya, percayalah," sahut Dev sambil mencium bahu Zea yang terbuka.


Wanita itu hanya mengenakan lingerie seksi berwarna hitam dan hanya ada satu tali kecil di bahunya.


Dev langsung menurunkan tali itu sambil menciumi bahu mulus sang istri. Dan Zea memejamkan matanya menikmati sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh sang suami.


Dengan cepat, Dev mengangkat tubuh sang istri dan merebahkan nya di atas ranjang.


Dia menelusuri setiap jengkal tubuh sang istri hingga mereka melanjutkan nya ke adegan panas yang membuat mereka sama-sama merasakan kenikmatan surga dunia.


" I love you. Ingat hal itu baik-baik," kata Dev setelah menyelesaikan kegiatan nya.


" I love you to," sahut Zea.


Lalu mereka pun tertidur setelah melakukan adegan panas yang berdurasi cukup lama itu.


.


.


Satu minggu berlalu. Dev dan Zea kini berangkat menuju Paris Prancis sebelum mereka menemui Alina dan Momy Abel di London.


Mereka terbang dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Bramasta. Dan kini mereka sudah berada di dalam pesawat.


Zea menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Dev yang tengah berkonsentrasi dengan laptopnya melihat kearah sang istri dan mengusap lembut pipi nya.


" Kau mengantuk?" tanya Dev.


" Hmmm ... Aku sedikit pusing. Mungkin aku terkena jet lag."


" Kita ke kamar pribadi saja, Oke?" Zea langsung mengangguk kan kepalanya.


Dev meletakkan laptop nya dan dia langsung menggendong Zea menuju kamar pribadi yang ada di pesawat itu.


"Tidurlah, aku akan menemani mu disini," ucap Dev sambil mencium kening Zea.


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Dev.


Tangan dan kakinya mendekap erat tubuh Dev yang ikut berbaring di samping nya. Mereka pun berpelukan.


" I love you," ucap Zea tiba-tiba.


Dev tersenyum dan menempelkan keningnya di kening Zea. " I love you to, Beby."


Mereka pun berciuman dengan saling berpelukan. Bibir mereka saling bertautan dan saling menyesap.


Ciuman itu lembut dan tak menuntut. Lama mereka berciuman akhirnya Dev melepaskan ciumannya.


" Tidurlah," ucap Dev menatap mata Zea.


" Kalau kita bercinta disini apa pesawat ini akan kehilangan kendali? apa pesawat ini akan ikut terguncang? apa pesawat ini akan__"


" Sssttt ... Tidurlah. Kita akan bercinta setelah sampai di resort, hmmm?" kata Dev meletakkan jarinya di bibir Zea dan membuat wanita itu menghentikan perkataannya.


Zea langsung mengangguk kan kepalanya dan tersenyum. Dia pun menutup matanya dan tertidur lelap dalam dekapan sang suami.