
Disitu terlihat penampilan Lisa yang sangat berantakan, dengan pakaian yang terdapat banyak sobekan di lengan dan dadanya.
Yosi melihat kearah Lisa yang tampak gelisah sambil memeluk dirinya sendiri.
Lisa begitu takut pada situasi saat ini yang membuat dirinya mengingat kembali masa lalu yang buruk itu.
Abel datang dan memegang pundak Lisa.
" Jangan!!! Ku mohon jangan sentuh aku, aku mohon jangan !!!" teriak Lisa sambil berjongkok dan menutupi kedua telinga nya.
Trauma yang dulu di hadapinya sendiri, kini kembali menghantuinya.
Semua tampak terkejut melihat gelagat Lisa yang tampak begitu ketakutan.
" Sayang, ada apa? tidak ada yang akan menyakiti mu disini," kata Adi menghampiri Lisa.
" STOP !!! JANGAN MENDEKAT !!! " Lisa berteriak seakan dia tak mengenal Adi.
" Kita harus membawanya ke psikiater," kata Abel khawatir.
Yosi tampak terkejut melihat trauma dan ketakutan Lisa yang hingga saat ini.
Perlahan dia berjalan menghampiri Lisa yang berjongkok sambil memeluk tubuhnya sendiri.
" Lisa, are you oke?" kata Yosi ikut berjongkok di hadapan Lisa.
" Kau jahat, kau sudah menghancurkan hidupku, kenapa? kenapa Do?" kata Lisa berhalusinasi sambil terisak.
Lisa bahkan seakan masih berada di masa lalu yang sangat menyedihkan itu.
Sementara Yosi masih bertanya-tanya.
" Apa yang kau maksud itu ... Ardo?" kata Yosi memastikan.
" JANGAN MENYEBUT NAMA ITU!!! AKU BENCI NAMA ITU!!! DIA SUDAH MERENGGUT MASA DEPAN KU!! DIA SUDAH MENGHANCURKAN HIDUPKU!!" Teriak Lisa.
Dia semakin histeris dan mengamuk di tempat itu.
Abel pun menghubungi psikiater untuk datang ke resort itu.
Adi dan Yosi mencoba menenangkan Lisa tapi dia malah semakin histeris sampai dia tak sadarkan diri.
Lalu Adi menggendong tubuh Lisa kedalam resort dan menidurkan nya di kamar yang ada di lantai bawah.
Yosi tampak masih berpikir, jika hal itu memang benar adanya, dia akan merasa sangat bersalah pada Lisa.
Abel berjalan menuju pesta yang masih berlangsung, dan kini hanya tinggal teman-teman dari para pengantin yang datang.
" Ada apa, Aunty? kau terlihat gelisah," kata Gita.
" Tidak apa, sayang. Aunty masuk dulu, nikmati pesta kalian ...," kata Abel, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
' Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi,' batin Dimas melihat gelagat Abel yang mencurigakan.
" Ayo, Honey. Kita menari," ajak Gita menggandeng tangan Dimas.
.
.
Ting ...
Pintu lift terbuka, Zea langsung keluar dan langsung menuju tempat ring tinju yang sudah di siapkan oleh Jack.
Dia melewati lobby dan menuju ke lorong yang langsung terhubung ke tempat pertarungan yang akan berlangsung.
Zea berjalan dengan langkah tegap dan tatapan matanya yang tajam melihat kearah depan.
" Bukankah dia salah satu pengantin disini? kenapa sekarang dia malah berpenampilan seperti itu?" kata seorang pelayan yang melihat Zea.
" Sssst ... pelan-pelan ngomongnya, nanti dia dengar. Aku dengar sih dia akan bertarung dengan suami nya," kata pelayan satunya.
" What ... ini pasti akan jadi pernikahan terheboh karena hal itu," jawab pelayan tadi.
" Ehhemm ... ehemm. Apa kalian sudah bosan kerja disini?" kata seorang manager di resort itu.
Lalu para pelayan yang tadi berkumpul itu buyar dan melanjutkan pekerjaannya masing - masing.
Gita dan Dimas bergabung dengan para undangan yang sedang asik menari.
Mereka memang sengaja mengadakan pesta ini sampai malam dan mengundang seorang DJ yang cukup terkenal untuk mengisi acara itu.
Ketika semua undangan sedang asik menari, tiba-tiba sang DJ menghentikan musik nya.
" Ck, ada apa ini. Kenapa musiknya berhenti," ucap Gita kesal karena dia sedang asik menari dengan teman-temannya.
" Selamat malam para tamu yang berbahagia. Maaf aku harus menghentikan musiknya karena kita akan segera menyaksikan sesuatu yang seru," kata seorang MC.
Para undangan pun bersorak.
" Kita akan menyaksikan pertarungan dari pasangan pengantin kita!!" lanjut MC itu.
Semua tamu tampak bingung dan bertanya - tanya.
" Kita sambut, Tuan muda Devandra Bramasta!!" teriak pria itu.
" Whoooo ...." Semua tampak bersorak saat Dev naik ke atas ring.
Dev hanya mengenakan celana training panjang berwarna hitam dan menggunakan rompi hitam tanpa lengan dengan kupluk yang menutupi kepalanya.
" Dan ... kita sambut. Nyonya Azelia Bramasta!!"
Semua tampak bersorak dan berteriak sambil menyebutkan nama Zea.
" Zea, Zea, zea !!" Sorak para undangan menyemangati Zea.
Lalu Zea naik keatas ring sambil memegang rokok yang masih menyala di tangannya.
dia menutupi tubuh seksinya dengan coat yang dia kenakan.
Dev sedang melakukan pemanasan sambil melihat kearah sang istri yang sedang menghisap rokok nya.
Zea menghembuskan asap rokoknya kearah Dev dengan seringai tipis di bibirnya.
Lalu dia melemparkan puntung rokok yang sudah mati itu ke tempat sampah yang ada di samping ring, dan membuka coatnya.
Para pria yang hadir disana tampak melongo melihat pemandangan indah di depannya, lalu bersorak.
" Shiitt," umpat Dev keras saat melihat tubuh seksi istrinya kini terekspos di depan para tamu.
" Bisa kita mulai pertarungan ini?" kata Zea berjalan kearah Dev.
Dev merengkuh pinggang ramping Zea yang terbuka hingga menempel dengan tubuh kekarnya yang tak memakai apapun.
" Aku akan menghukum mu karena berani mengekspos tubuh ini di hadapan umum," kata Dev menatap tajam netra indah sang istri.
" Aku menunggu hukuman dari mu, Beby," kata Zea sambil membelai wajah sang suami yang mulai berjambang.
Sementara itu, para tamu undangan tampak bersorak sambil meneriakkan nama mereka.
" Oke, mari kita mulai pertarungan suami istri ini!" kata pria yang berlaku sebagai MC di sana.
Dev melepaskan rengkuhannya di pinggang Zea dan Zea dengan cepat menahan tangan Dev dan membalikkan badannya ingin membanting Dev, tapi Dev dengan sigap menarik tangan Zea dan menjatuhkannya di atas ring.
Dev mengunci tubuh Zea dengan menindih nya.
" Tidak mudah mengalahkan aku, Beby," kata Dev lalu mengecup bibir manis sang istri yang ada di bawah nya.
Tapi Zea malah ******* bibir Dev dengan ganas. Bodoh nya Dev malah terbuai dan membalas ciuman itu.
" Seharusnya mereka bertarung di ranjang," kata Gita.
Saat Dev lengah, Zea langsung membenturkan tubuh bagian pinggangnya ke tubuh Dev sampai Dev pun terjatuh di atas ring.
Zea langsung bangkit dan mengunci tubuh Dev dengan kakinya yang berada di leher Dev dan Zea menarik tangan Dev dari samping.
" 1 untuk Zea dan 1 untuk Dev!!" kata MC tadi.
Lalu Zea melepaskan tubuh Dev dan bangkit berdiri.
Dev sampai terbatuk karena lehernya yang tertekan oleh kaki Zea.
" Kau curang, Beby," kata Dev.
" Kau yang mulai mencium ku, bukan? jadi aku hanya membalas ciuman dari suamiku," sahut Zea sambil bersiap dengan kuda-kuda nya untuk menyerang Dev.
Zea mulai menyerang Dev dengan menendangnya tapi Dev berhasil menghindar.
Bugh bugh bugh
Dia terus menghujani setiap pukulan kearah Dev, lagi-lagi Dev berhasil menangkisnya.
" Ayo serang aku, Dev !!" teriak Zea penuh semangat.
Tapi Dev hanya terus menghindari setiap pukulan dari sang istri tanpa membalas nya, seakan dia takut melukai nya.
Lalu Zea mengangkat kakinya tinggi dan menendang Dev dengan keras di bagian pipinya.
Bug ...
Dev langsung terjatuh ke atas ring.
Semua tampak bersorak menyebut nama Zea.
" 2 - 1 "
" Lumayan," kata Dev bangkit sambil mengusap sudut bibirnya yang mulai berdarah.
" Lawan aku, Tuan. Dan jangan terus menghindar," kata Zea masih dengan kedua tangan yang mengepal di depan wajah nya.
" Oke, bersiaplah Beby. Anggap ini sebuah hukuman untuk mu karena berani mengekspos tubuh mu itu."
Lalu tanpa basa-basi Dev langsung menyerang Zea dengan menendang dan melepaskan pukulannya, tapi dengan gesit Zea berhasil menghindar dan melawan.
" Sepertinya aku harus belajar bela diri dari Zea," kata Gita melihat ke tangguhan Zea saat bertarung.
" Untuk apa?" kata Dimas sambil merangkul bahu sang istri.
" Untuk menghajar mu kalau kau berani bermain di belakang ku," sahut Gita sambil melirik kearah suaminya.
Dimas tertawa mendengar ucapan dari sang istri.
" Maka aku sendiri yang akan mengajari mu," kata Dimas merengkuh pinggang Gita.
" Kau hanya akan mengajari ku bagaimana bertarung di atas ranjang," kata Gita mengalihkan pandangannya.
Dimas tertawa sambil mengacak rambut Gita karena ucapan nya itu.