My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 9



Lenski memang sengaja bersikap tidak sopan pada Irza karena dia ingin tahu reaksi dari pria itu.


Dia akan terus menguji kesabaran pria yang ingin menikahi kakak nya itu. Karena dia tidak mau kakak nya menikah dengan pria yang salah.


" Apa dia sudah tertidur?" tanya Irza pelan pada Valerie namun masih terdengar oleh Lenski.


Dia melihat kearah tubuh Lenski yang sudah tak bergeming dan seperti tertidur.


" Mungkin ... dia baru saja meminum obatnya," sahut Valerie.


" Huuuft ... sepertinya aku harus mengambil hati adik mu dulu sebelum benar-benar menikahi mu, Nona," kata Irza sambil berjalan kearah sofa dan lekas menghempaskan bokong nya disana.


" Kenapa? kau menyerah? jika kau menyerah aku juga tak keberatan," sahut Valerie menghampiri Irza dan ikut duduk di sofa itu.


" Menyerah? tidak ada kata menyerah dalam kamus ku, Nona. Jadi kau akan tetap menjadi istri ku," sahut Irza sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Valerie.


" CK, harus nya kau menyerah saja," sahut Valerie sambil menundurkan wajahnya.


" Tidak. Karena keputusan ku sudah bulat!" tegas Irza sambil menegakkan posisi duduknya kembali.


Valerie menoleh dan menatap kearah pria tampan yang kini duduk di sampingnya.


" Why me?" tanya Valerie.


Irza kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Valerie.


" Karena kau spesial, dan aku belum menemukan wanita seperti mu di dunia ini," sahut Irza sambil mencolek hidung mancung Valerie dan menegakkan kembali posisi duduknya.


" Kau menggoda ku?" tanya Valerie sambil memicingkan matanya.


Irza hanya mengangkat kedua bahunya dan tak menjawab pertanyaan Valerie.


" Tak mungkin jika kau tak menemukan wanita yang jauh lebih segalanya dari ku. Dan mungkin mereka akan secara suka rela menikah dengan mu tanpa kau harus mengeluarkan banyak uang seperti kau mengeluarkan uang mu untuk ku hari ini."


Irza tak menjawab dia hanya menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.


" Kau harus meyakinkan hati mu dulu sebelum kau memutuskan untuk menikah dengan ku. Karena aku akan menghantui mu seumur hidup mu jika kau menikah dengan ku," lanjut Valerie.


" Ya. Aku sudah memutuskan dan aku bahkan sudah mengatakan hal itu pada semua keluarga ku. Bahkan daddy meminta ku untuk membawa mu ke kamar perawatan daddy," sahut Irza yang cukup membuat Valerie tertegun.


Valerie tak menjawab. Kini dia seakan kehabisan kata-kata saat mendengar pria itu yang ternyata sudah sejauh itu mengenai rencana pernikahan ini.


Irza bangkit dan mendekati ranjang. Pria itu menundukkan tubuhnya dan mengusap lembut puncak kepala Lenski.


" Segeralah sembuh, Boy. karena aku sudah menyiapkan kehidupan yang sangat baik untuk mu nanti," ucap Irza dan mengecup puncak kepala Lenski.


Anak itu mendengar ucapan dari pria itu. Dia cukup lega karena ternyata Irza memang pria yang baik. Dia merasakan kecupan yang tulus dari pria itu dan berhasil membuat hatinya menghangat.


Lalu Irza berbalik dan berdiri dihadapan Valerie yang tengah menatapnya.


" Ikut aku untuk menemui daddy. Dia ingin bertemu dengan calon menantunya," ucap Irza sambil mengulurkan satu tangan nya.


Valerie hanya menatap nya dan tak langsung membalas uluran tangan Irza.


" Kenapa? kau berubah pikiran?" tanya Irza berlutut di hadapan wanita cantik itu.


Pria itu memegang tangan Valerie dan mengusap nya.


" Aku hanya ingin melindungi mu dan adik mu, aku memang tak memiliki perasaan pada mu tapi jujur. Aku tertarik pada mu, bukan karena kecantikan mu," kata Irza hingga membuat wanita itu bungkam.


Lalu perlahan Irza mendekatkan wajahnya kearah telinga Valerie.


" Bukan karena kecantikan mu, tapi karena aku penasaran bagaimana ganasnya kau saat di ranjang."


bisik Irza yang membuat Valerie bergidik.


Wanita itu tampak menatap tajam wajah pria yang tersenyum tengil di hadapannya. Ingin sekali dia mencabik wajah menyebalkan itu.


" Kau pasti masih ingat kan, saat kau ingin melayani ku di malam itu?" lanjut Irza dengan suara yang hampir berbisik.


" Bahkan kau ingin memberikan pelayanan terbaik mu padaku," kata Irza sambil mengerlingkan matanya.


Hal itu membuat Valerie meneguk saliva nya. Dia mengingat sepenggal cerita saat dirinya menawarkan tubuhnya pada pria itu.


" Tidak usah memikirkan hal itu. Ayo ikut aku menemui daddy sekarang," kata Irza langsung menarik tangan Valerie dan membawa nya keluar dari ruangan itu.