
Daniel sudah menyelesaikan tes hari ini dengan lancar. Dan hasil tesnya akan di kirim melalui email masing-masing calon mahasiswa yang mengikuti tes itu.
Pria itu sedang dalam perjalanan menuju salah satu cafe terkenal di kota itu. Dia mengiyakan ajakan dari teman-teman geng motor yang baru saja di kenalnya.
Mereka ingin menikmati waktu nya bersama sembari saling mengenal.
" Kalau di lihat dari apa yang kau pakai dan dengan motor mu itu. kau bukan lah orang sembarangan," kata Chotu. Pria yang mengajak Daniel bergabung di geng motor itu.
" Ya. Kau Benar, Bos. Katakan siapa kau sebenarnya, Daniel. Sebelum kita menyelidiki jati diri mu yang sebenarnya," sahut Brik.
Daniel tertawa kecil ucapan dari 2 temannya itu. Dia mengambil rokok dan menyalakan nya.
" Apa itu penting untuk kalian?" tanya Daniel lalu menghisap cerutu nya.
" Ya. Itu penting, Daniel. Bukan kah kita akan berteman?" sahut Chotu.
" Baiklah. Aku berasal dari negara C, aku hanya pendatang baru di negara ini karena ingin melanjutkan pendidikan ku disini. Namaku Danielo Agra Pradipta, dan aku adik ipar dari Devandra Bramasta."
" Waah ... Devandra Bramasta? aku mengetahui nama Bramasta yang memiliki perusahaan besar di sini bahkan di London," sahut Brik.
" Sorry, aku tidak bermaksud menyombong kan diri. Tapi itulah yang ingin kalian ketahui," sahut Daniel sambil menghirup cerutu nya dan langsung membuang nya.
" Pantas saja aku seperti mengingat simbol DBM di plat nomor motor mu," kata Chotu.
" Ya. Motor itu milik nya, dan dia memberikan nya pada ku," sahut Daniel.
" Kau beruntung, Daniel. Kau pasti tinggal minta dan Tuan Dev akan langsung memberikan nya," kata Brik.
Hal itu membuat Daniel tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
.
.
" Hallo ... Beby. Kau merindukan ku?" tanya Dev menelpon sang istri.
" Tidak. Aku sibuk dengan Beby Dominic. Bahkan aku lupa bahwa aku di tinggal suami ku," sahut Zea sambil memberi susu pada Dominic.
Dev tertawa mendengar jawaban dari Zea yang tak ada romantis - romantis nya.
" Ah ya. Bagaimana Daniel disana? apa kau sudah memberikan kendaraan untuk nya?" tanya Zea.
" Dia sangat excited karena aku memberikan motor sport ku pada nya," sahut Dev.
" Dia memang titisan ku," sahut Zea yang membuat Dev tertawa.
" Ya bahkan dia sudah bergabung dengan geng motor disana. Aku juga memberikan mobil sport untuk nya, siapa tahu dia ingin berkencan dengan seorang wanita disana," sahut Dev.
" Tidak. Aku tidak mau dia berkencan dengan siapa pun. Cinta pertama nya hanya aku dan tak boleh ada wanita lain selain aku."
Dev langsung meledakkan tawanya mendengar ke posesifan Zea.
" Beby. Seharusnya kau bersikap seperti itu pada suami mu," kata Dev.
" Aku sedang tidak memliki suami untuk saat ini," sahut Zea.
" WHATT!!! awas kau nanti ya," sahut Dev geram.
" Itulah kenyataannya. Suamiku pergi meninggalkan aku dan anakku bahkan calon bayinya sendiri disini," omel Zea.
Wanita itu masih kesal karena tak bisa ikut Dev mengantarkan adiknya, Daniel.
" Oh my. Dia mulai lagi," kata Dev lirih.
" Aku akan segera pulang. Dan aku akan menghukum mu karena sudah berani mengatakan tak punya suami. Akan ku buktikan kau memiliki seorang suami tampan dan hot."
" Aku menunggu hukuman mu."
Zea langsung memutuskan panggilan itu.
" Aku harus cepat menyelesaikan urusan ku disini, sebelum nyonya ku ini ngambek nya berkelanjutan," gumam Dev dan langsung berkonsentrasi dengan pekerjaan nya.
.
.
" Ya ... aku datang!!" teriak Dimas berjalan menghampiri sang istri.
" Dia tidak mau lepas dari gendongan. Aku ingin buang air kecil," kata Gita.
Dimas mengambil Beby Arkana dari tangan Gita dan menggendong nya. Gita langsung berlarian ke arah kamar mandi.
Karena memang sejak tadi dia menahan nya. Beby Arkana sangat rewel. Dia selalu ingin di gendong dan akan langsung menangis saat di letakkan di kasur atau di stroller nya.
Itu karena Dimas yang selalu menggendong dan mengayun nya. Gita sampai kewalahan mengurus bayinya.
Bahkan dia tak membolehkan Dimas pergi ke perusahaan. Beby Arkana hanya mau di gendong oleh Gita dan Dimas saja.
Nani yang di sewa Gita hanya bisa membantu menyiapkan keperluan Beby Arkana seperti susu, alat mandi dan yang lainnya.
Yosi sudah ada di Paris. Dia bergantian dengan Dimas untuk mengurus perusahaan nya di sana.
Tiba-tiba ponsel Gita berbunyi. Kebetulan wanita itu sudah keluar dari kamar mandi dan langsung mengangkat telponnya.
" Hallo, Mom."
" Hallo, sayang. Bagaimana cucu Momy? apa dia msih rewel?" tanya Lisa.
" Ya, Mom. Dia semakin rewel dan manja. Dia tak mau turun dari gendongan," sahut Gita.
" Itu karena kalian selalu menggendong nya. Sebentar lagi Momy akan kesana, Momy memasak makanan untuk mu dan Momy juga merindukan bayi tampan itu," kata Lisa.
" Ya. Aku menunggu mu, Mom. Dimas harus ke perusahaan hari ini karena ada meeting penting hari ini, jadi Momy bisa menggendong cucu mu sepuasnya," sahut Gita yang membuat Lisa tertawa.
" Baiklah. Momy akan segera berangkat. Bye, sayang."
Dia langsung memutuskan panggilan itu dan bersiap untuk ke mansion Anggita.
.
.
Di bandara internasional. Sebuah pesawat pribadi mendarat. Seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan turun dari pesawat dan masuk kedalam mobil yang sudah menunggu nya disana.
" Kita ke perusahaan terlebih dahulu."
" Baik, Tuan." sahut sopir itu.
Lalu mobil itu melaju meninggalkan area bandara itu. Di tengah perjalanan menuju perusahaan.
Ardo melihat toko baby shop yang menjual perlengkapan bayi lengkap.
" Berhenti disana," kata Ardo sambil menunjuk kearah toko itu.
Pria itu keluar dari mobil dan masuk kedalam toko itu. Dia menyuruh seorang pegawai untuk mengambilkan beberapa mainan anak beserta perlengkapan yang lainnya.
Tak menunggu waktu lama. Para pegawai itu menyiapkan semua yang di minta pelanggan nya itu.
Ardo membayar nya dengan kartu hitam ajaib yang dia miliki. Lalu pegawai itu membawakan belanjaan itu ke mobil Ardo.
" Apa kita akan langsung ke mansion Nona Anggita, Tuan?" tanya supir.
" Ke perusahaan terlebih dahulu. Aku ada meeting penting satu jam lagi."
Supir itu langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan yang di tuju oleh sang majikan.
" Semoga kau suka dengan kejutan ini, sayang," gumam Ardo sambil tersenyum.
Dia ada urusan penting di negara itu. Dan dia hanya datang sendiri karena Wilda sedang tak bisa menemani nya.
Ardo tak mengatakan kedatangan nya pada Gita karena dia ingin memberikan kejutan untuk putri nya itu.
Sementara itu, Lisa sedang dalam perjalanan menuju mansion Anggita. Dia akan berada di mansion putri nya itu sampai makan malam tiba.
Karena Adi akan langsung ke mansion Gita untuk makan malam bersama disana.
Lisa melihat kearah jalanan, entah kenapa dia sedikit gusar. Ardo pun demikian, pria itu menatap kearah jalanan dengan perasaan yang tak bisa di tebak.