My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 41



Ke esokan harinya.


Irza langsung di sibukkan oleh setumpuk pekerjaan nya. Dia berangkat ke perusahaan pagi-pagi bahkan sebelum Valerie terbangun dari tidurnya karena Irza akan memeriksa berkas-berkas yang akan menjadi bahan untuk meeting nya pagi ini.


Pria itu tampak fokus dengan beberapa berkas yang ada di mejanya bersama sang asisten.


Akan ada rapat besar hari ini. Dan Irza ingin memastikan meeting itu berjalan dengan lancar tanpa kendala sedikit pun.


Hingga jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Irza berjalan keluar dari ruangan nya bersama asistennya yang berjalan di belakangnya sambil membalas berkas-berkas yang di perlukan dalam meeting itu.


Pria itu masuk kedalam ruangan meeting dan semua orang yang hadir di ruangan itu pun berdiri menyambut kedatangan pemilik perusahaan itu.


Disana juga ada Daddy dari Leyra yang perusahaan nya ikut bergabung dan bekerja sama dengan perusahaan Irza dalam satu produk.


Mereka memulai acara meeting itu dan semua orang tampak fokus. Hingga meeting itu berakhir setelah sekitar 4 jam.


Semua tampak berjabat tangan dengan Irza secara bergantian karena meets itu berjalan dengan lancar dan dengan mendapatkan kesepakatan bersama.


Kini Tuan Veloz, Daddy Leyra berjalan kearah Irza dengan senyum wibawa nya.


Pria paruh baya itu mengulurkan tangannya pada Irza dan Irza langsung menyambutnya.


" Semoga kerja sama ini berjalan dengan lancar," kata Veloz.


" Ya. Semoga kita sama-sama mendapatkan keuntungan yang besar," sahut Irza membalas senyuman dari Veloz.


" Kalau kau tidak sibuk, aku ingin mengundang mu makan malam bersama di mansion ku nanti malam. Hanya untuk merayakan kesepakatan perusahaan kita," kata Veloz dengan raut wajah yang penuh harap.


Irza tampak berpikir sejenak. Lalu dia mengiyakan undangan makan malam itu.


" Aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan mengusahakan untuk datang, Tuan."


Veloz tersenyum senang saat mendengar jawaban dari Irza.


" Baiklah. Aku akan menunggumu nanti malam. Dan jangan lupa ajak sekalian istri mu karena aku belum tahu siapa gadis yang beruntung itu," sahut Veloz.


Irza tersenyum miring dan melihat kearah wajah pria paruh baya yang masih berdiri di hadapannya.


" Maaf, sepertinya dia tidak bisa ikut bersama ku malam ini. Karena dia sedang tidak enak badan karena kelelahan setelah melewati bulan madu panjang bersama ku," sahut Irza.


Veloz terkekeh sambil menganggukkan kepalanya.


" Hmmm ... akan aku usahakan," sahut Irza.


Lalu mereka sama-sama keluar dari ruangan itu.


Hubungan Irza dengan keluarga Leyra memang cukup dekat. Karena Irza memang berteman baik dengan putri mereka.


Irza dulu sering menjemput Leyra serta mengantar Leyra pulang dari sekolah. Layaknya seorang kakak yang menjaga adiknya, itulah sikap Irza pada Leyra.


Tapi sayangnya wanita itu malah mengharapkan lebih. Leyra salah mengartikan hal itu dan dia pun menyimpan rasa yang mendalam untuk Irza.


Dia bahkan berekspektasi tinggi, jika hubungan persahabatan nya dengan Irza akan berakhir ke pelaminan karena Irza yang selalu menjaga nya dan juga dengan kedekatan kedua keluarga nya.


Leyra kini menjadi wanita yang mandiri berkat dukungan dan juga semangat yang selalu di tanamkan oleh Irza.


Wanita cantik itu sedang menjalankan bisnis nya yang bergerak di bidang makanan. Dia memiliki beberapa cafe dan restoran yang cukup terkenal dan tersebar di berbagai kota.


Leyra saat ini bahkan sudah tak tinggal lagi di mansion orang tua nya karena dia bosan melihat ke tidak akuran kedua orang tuanya.


Dia tinggal di apartemen mewah yang dia beli sendiri dari hasil kerja keras nya. Sebenarnya dia adalah wanita yang baik.


Namun obsesi nya untuk bersama Irza membuat dirinya berbuat nekad hanya demi merusak rumah tangga Irza dan merebut Irza dari Valerie.


.


.


Leyra sedang berada di ruangan yang ada di salah satu restoran nya. Wanita itu sedang melihat kearah sebuah foto yang tak lain adalah foto dirinya bersama Irza saat masih menempuh pendidikan kuliah nya.


Disana dia terlihat tampak bahagia dengan Irza yang merangkul bahu nya. Senyumnya terbit di bibirnya saat mengingat semua kenangan manisnya bersama Irza.


Namun senyumnya kembali menghilang saat mengingat kebenaran bahwa Irza kini sudah menjadi seorang suami untuk wanita lain.


" Begitu mudah wanita itu datang dan langsung mengambil mu dari ku. Sejak dulu aku menahan untuk tak mengatakan perasaan ku tapi ternyata itu salah. Aku takut hubungan persahabatan kita hancur jika kau tahu perasaan ku yang sebenarnya pada mu, Ir. Tapi lihat aku sekarang."


" Aku terlihat menyedihkan dengan hanya menjadi penonton. Kalian berbahagia dan aku menangis. Tapi itu akan segera berakhir karena aku sangat tahu kelemahan mu, Irza sayang."


Seringai licik terbit di bibir nya. Wanita meletakkan bingkai foto itu di meja dan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaran nya.


" Kau akan datang padaku dan meninggalkan wanita pengganggu itu."