My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 10



Lenski menoleh kearah pintu yang baru saja tertutup. Anak itu memang belum tertidur.


Senyumnya tersungging karena mendapati pria yang baik untuk sang kakak menurut nya.


Ya. Dia sudah yakin bahwa Irza adalah laki-laki yang baik. Itu sudah sangat jelas ketika dia dengan suka rela membiayai semua pengobatan nya tanpa mengenal nya terlebih dahulu.


Bahkan dia ingin melindungi nya dan sang kakak dengan mau menikahi Valerie. Menurut nya itu sudah sangat baik berhubung dengan keadaan nya yang sangat jauh berbeda dan dari keluarga yang tidak mampu.


.


.


Kini Irza dan Valerie sudah ada di depan pintu ruangan perawatan Ardo. Valerie menahan tangan nya saat Irza ingin membuka pintu kamar itu.


" Ada apa?" tanya Irza menoleh kearah wanita yang berdiri di belakangnya.


" Aku gugup. Bagaimana kalau keluarga mu menolak ku?" sahut Valerie sendu.


Dia cukup sadar siapa dirinya dan siapa Irza. Pria yang dia yakini dari keluarga yang berada.


Irza menarik dagu runcing wanita itu hingga bisa menatap kearah nya.


" Tidak perlu khawatir karena keluarga ku bukan keluarga yang seperti kau pikirkan. Sekarang kita masuk, oke?"


Valerie menatap netra Irza dan lekas menganggukkan kepalanya. Tak lupa dia juga menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya secara perlahan.


CEKLEK


Pintu itu mulai terbuka. Irza menarik tangan Valerie untuk masuk kedalam ruangan itu.


Semua tampak kompak menoleh dan tatapan mata mereka tertuju pada wanita cantik yang tengah di gandeng oleh Irza.


Sementara itu, Valerie hanya mampu menundukkan kepalanya. Dia tidak memliki keberanian untuk mengangkat wajahnya.


Hingga ada seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usia nya yang sudah tak muda lagi menghampiri nya dan mengangkat dagunya agar menatap kearah wanita itu.


" Tidak perlu malu pada kami, sayang. Anggap saja kami ini keluarga baru mu. Hmmm?"


Valerie tersenyum saat mendengar suara lembut wanita itu. Dia adalah Wilda, Momy dari Irza.


" Kau sangat cantik jika tersenyum. Aku ingin tahu siapa namamu? bisa kau perkenalkan dirimu pada kami?" kata Wilda lagi dengan suara lembutnya yang mampu membuat orang-orang nyaman bersama nya.


" Namaku Valerie Archer. Aku hanya gadis biasa yang hidup berdua dengan adikku. orang tua ku sudah meninggal karena kecelakaan, dan aku bukan dari keluarga yang berada seperti kalian. Dan aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan Irza yang sudah menolong ku."


Semua tertegun mendengar perkataan dari wanita cantik itu. Termasuk Ardo yang kini menyunggingkan senyumnya.


" Kemarilah, Nak," kata Ardo dengan suara seraknya.


Valerie kembali menoleh pada Irza dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Irza.


Irza mengerti apa yang sedang di rasakan wanita itu. Dia menarik perlahan tangan Valerie dan membawa nya mendekati ranjang.


" Valerie Archer. Kau putri dari Kinos Archer dan Willie Archer, benar?"


Valerie mengangkat wajahnya sehingga bisa menatap kearah Ardo yang sudah menyebutkan nama dari kedua orang tuanya yang sudah meninggal.


" B-bagaimana Anda bisa tahu nama orang tua ku? a-apa kau mengenal mereka?" tanya Valerie gugup.


Ardo tersenyum dan menatap kearah wajah cantik Valerie.


" Ya. Aku mengenal mereka, mereka adalah sahabatku disini. Bahkan aku masih sangat ingat nama adik mu, Lenski Archer."


Valerie semakin tertegun saat mendengar Ardo menyebutkan nama sang Adik.


" Aku sudah lama mencari mu, Nak. Dan aku bersyukur kini aku bertemu dengan mu," ucap Ardo.


" Mencari ku?" sahut Valerie heran.


Ada apa gerangan, kenapa Ardo mencari nya. Bahkan dia sendiri tidak pernah bertemu dengan Ardo dan baru bertemu hari ini di rumah sakit.


Dengan keadaan Ardo yang sudah lemah.


" Ya. Aku di titipkan sesuatu oleh ayah mu sebelum kecelakaan itu terjadi, namun sayang nya kecelakaan itu merenggut nyawa mereka sebelum aku tahu dimana kau dan adik mu saat itu. Dan aku tak memiliki foto mu hingga membuat aku kesulitan mencari mu," sahut Ardo menjelaskan.


Semua orang tampak mendengarkan dengan seksama termasuk Irza. Gita yang tengah mengusap puncak kepala sang putra yang tengah merebahkan kepalanya di atas pahanya juga turut mendengar kan.


Dimas melirik sekilas kearah sang putra yang kini sudah terlelap. Tanpa ada yang membuka suara, kini Ardo mulai menceritakan bagaimana pertemuan terakhirnya dengan kedua orang tua Valerie.


Hingga membuat dirinya memiliki amanah yang besar dari sahabat nya itu untuk di serahkan pada Valerie.


# Episode selanjutnya akan ada alur mundur ya Mak!! Jadi bersabarlah 😉#