My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 5



Gita berjalan cepat menuju kamar perawatan Ardo. Saat dia ingin masuk langkahnya terhenti saat mendengar suara dokter yang berbicara dengan Wilda dari dalam kamar.


" Kondisi nya masih tetap sama dan tak ada perubahan. Sebentar lagi kita akan melakukan cuci darah, hanya itu bisa kita lakukan untuk kelangsungan hidup tuan Ardo," kata dokter itu.


Wilda tak menjawab, dia hanya terisak. Dengan perlahan Gita membuka pintu ruangan itu.


Dokter dan Wilda melihat kearah Gita yang muncul dari balik pintu.


" Sayang ..." Wilda langsung menghampiri Gita dan memeluknya.


" Bisa Dokter jelaskan padaku tentang kondisi daddy yang sebenarnya?" kata Gita.


" Aku akan menjelaskan semuanya, ikuti aku ke ruangan ku." Dokter itu langsung pergi dan menuju ruangan nya.


Gita melepas pelukan Wilda dan mengikuti langkah dokter dengan di ikuti Dimas.


Irza sedang menggendong sang keponakan dan membawanya masuk kedalam ruangan Ardo.


" Kenapa Nenek menangis?" tanya Arkana.


Irza membawa nya duduk di sofa dan Wilda juga ikut bergabung disana.


" Tidak apa-apa, sayang. Nenek cuma khawatir dengan kondisi kakek," sahut Wilda sambil memangku Arkana.


" Honey ... aku mendengar suara anak kecil. Apakah itu cucuku?" kata Ardo lirih. Pria itu membuka mata saat mendengar suara Arkana.


Wilda dan Irza bangkit dan menghampiri ranjang Ardo. Irza mengangkat tubuh Arkana dan mendudukkan nya di dekat Ardo. Dan dia langsung masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.


" Kakek ... ini aku cucu mu yang paling tampan dan cerdas," kata Arkana dengan nada bicara nya yang cadel.


" Benarkah?" kata Ardo meraba wajah mungil Arkana.


Arkana mengambil tangan sang kakek dan meletakkan nya di pipi nya.


Lalu dia menoleh kearah Wilda.


" Nenek ... kenapa kakek meraba wajah ku? apa kakek tak bisa melihat aku?" tanya Arkana.


Wilda tersenyum dan Ardo tertawa mendengar pertanyaan sang cucu.


" Maaf ... Sejak sakit, Kakek tak bisa melihat dengan jelas, sayang," sahut Ardo masih membelai wajah sang cucu.


Tiba-tiba Arkana memeluk tubuh Ardo.


" Kakek harus cepat sembuh agar bisa melihat wajah tampan ku dengan jelas. Dan aku kesini untuk bermain dengan kakek, bukannya melihat kakek tiduran disini," kata Arkana.


Wilda dan Ardo tertawa mendengar celotehan anak itu.


Anak itu langsung mengangkat kedua tangannya keatas.


" Dear God. Aku mohon sembuh kan kakek ku, aku ingin cepat bermain dengan nya. Angkat lah penyakit kakek agar kakek ku tak merasakan sakit lagi, Amin."


Lalu dia mencium kening Ardo dan memeluknya. Wilda mengusap puncak kepala Arka dan mencium nya.


Irza yang sudah keluar dari kamar mandi tersenyum saat mendengar doa dari keponakan nya itu.


.


.


" WHAT!! KANKER PARU-PARU!!" kata Gita terkejut saat mendengar penjelasan dari dokter.


Tiba-tiba dia meneteskan air matanya dan Dimas merangkul nya serta mengusap lengannya.


" Lalu apa yang harus kita lakukan untuk kesembuhan daddy, Dokter?" tanya Gita dengan Isak tangisnya.


Dokter itu terdiam dan menundukkan kepalanya.


" Kondisinya semakin hari semakin lemah. Kita tak bisa mengoperasi nya karena sel kanker nya sudah menggerogoti paru-paru nya," kata Dokter.


Gita semakin terisak mendengar penjelasan dari dokter. Dia sangat takut jika terjadi sesuatu yang tak di inginkan pada Ardo.


" Cukup buat dirinya bahagia, kita hanya bisa mengurangi rasa sakitnya. Karena ini sudah sangat fatal untuk di lakukan tindakan. Terlebih lagi dengan penyakit jantung nya," sahut Dokter.


Gita tak kuat lagi mendengar perkataan dari dokter. Dia langsung bangkit dan keluar dari ruangan itu.


" Terimakasih atas penjelasannya, Dokter. Aku permisi."


Dimas langsung keluar dan mengikuti langkah Gita.


Gita menangis di kursi tunggu yang ada di lorong rumah sakit. Dimas menghampiri nya dan memeluk nya.


" Kuatkan dirimu. Ingat kata dokter. Kita harus memberikan kebahagiaan untuk daddy dan semangat. Hmmm ..."


Gita semakin memang dalam pelukan Dimas. Dia ingin menuntaskan tangisan nya sebelum dia kembali ke ruangan Ardo.


Dia tak mau memperlihatkan kesedihan nya saat bertemu dengan Ardo nanti.


Dari kejauhan. Valerie melihat Gita yang tengah menangis di pelukan suaminya.


Valerie juga baru keluar dari ruangan dokter yang menangani adiknya.


" Bukankah itu kakaknya Irza? kenapa dia menangis? apa terjadi sesuatu dengan Daddy Irza?" gumam Valerie.