My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 47



Tok tok tok


" KAKAAAK ... BUKA PINTUNYA!! AKU INGIN BERTEMU KAKAK IPAR !! KAKAAAKK!!!" teriaknya sambil terus menggedor pintu kamar Dev.



" Huuffft ... Bersiaplah untuk di repotkan oleh gadis manja itu, Beby," kata Dev sambil berjalan menuju pintu.



CEKLEK



Dev membuka pintunya dengan malas.


" Ck, kenapa lama sekali kau membuka pintunya, kak." Gadis itu langsung berhamburan memeluk sang kakak yang sangat di rindukan nya.


" Aku sedang mandi tadi, lihat ... Aku belum memakai baju ku," sahut Dev melepaskan pelukannya dan mencium puncak kepala gadis itu.


" Dimana kakak ipar? Aku ingin bertemu dengan nya kak. Momy bilang kakak ipar adalah wanita idaman dan sangat menyenangkan." Gadis itu langsung masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang yang terlihat masih berantakan.


" Ck, kenapa ranjang mu begitu berantakan, kak?"



" Itu karena kakak sudah memiliki pertner untuk ku bawa ke ranjang," sahut Dev sambil berjalan kearah lemari lalu memakai bajunya.



" KAKAK IPAR ... DIMANA KAU?" teriak Alina bangkit dari ranjang.



" Ck, bisakah kau tidak berteriak, Al," ucap Dev sambil membungkam mulut adiknya.



CEKLEK


Suara pintu terbuka, Al dan Dev melihat kearah pintu yang terbuka dan nampak Zea keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai bajunya.


" Apa kau kakak ipar ku?" tanya Al melepas tangan Dev yang menutup mulutnya.


Zea tersenyum sambil berjalan mendekati Al.


" Ya, kenalkan. Namaku Azelia, kau bisa memanggilku Zea," kata Zea sambil mengulurkan tangannya.


" Aku Alina," sahut Al membalas uluran tangan dari Zea lalu memeluknya.


" Aku senang, akhirnya aku punya kakak perempuan," kata Al dalam pelukannya.



Zea tersenyum sambil mengusap punggung Al.



" Dimana Momy?" tanya Zea melepaskan pelukannya.



" Momy di bawah, kak. Sepertinya sedang mengawasi persiapan pesta," sahut Al sambil memandangi wajah Zea.



" Kau cantik, kak. Sangat cantik, apa kau bahagia menikah dengan kak Dev?" kata Al memegang tangan Zea.



" Terimakasih, kau juga cantik Al. Tapi kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Zea.



Gadis itu mendekatkan dirinya lalu membisikkan sesuatu di telinga Zea.



" Kak Dev adalah pria yang dingin, menyebalkan dan juga sangat galak."



Zea tertawa pelan mendengar bisikan dari adik ipar nya itu.



" Benarkah?" tanya Zea sambil tertawa.



Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya sambil melirik kearah Dev yang sedang merapikan rambutnya.



" Kalau kakak tak bahagia dengan nya, kau bisa ikut bersamaku. Kita akan melewati hari-hari bersama dengan jalan-jalan, shoping dan traveling. Dan juga kesalon, itu pasti sangat menyenangkan kak." kata Al dengan sikap cerianya.



PLETAK


Dev menyentil kening Alina.


" AAUUWW ... KAKAAAK!!" teriak Alina sambil mengusap kening nya.


" Kau pikir aku menikahinya hanya untuk menemani kegilaan mu itu?" sahut Dev lalu menarik tangan Zea keluar dari kamar.


Sementara Zea terus tertawa melihat tingkah laku Dev dan Al.


" Kakak ... tunggu aku." Alina mengikuti langkah Dev dan Zea keluar dari kamar itu.


.


.


" Ck, dimana dia," gumamnya.


CEKLEK


Suara pintu terbuka, Dimas masuk kedalam kamar dan melihat Gita sedang duduk di meja rias dengan wajah yang di tekuk.



" Honey ... kenapa wajahmu seperti ini?" tanya Dimas memeluk wanita itu dari belakang sambil mencubit gemas pipi Gita.



" Aku tidak memiliki baju ganti, Dimas." sahut Gita mencebik.



" Hanya karena itu? Ayo ikut aku." Dimas menggandeng tangan Gita berjalan menuju kamar yang berada di sebelah kamarnya.



" Ini kamar siapa, Pak Dokter?" tanya Gita ketika memasuki kamar itu.



" Ini kamar kakak ku, kau bisa memakai bajunya dulu," sahut Dimas sambil mencium kening Gita lalu keluar dari kamar itu.



Wanita itu tersenyum dengan tingkah manis Dimas padanya.



Lalu berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian di situ lalu memakai nya.



Kini Gita sedang berada di beranda kamar itu. Dia menatap langit yang cerah dan mengingat perkataan dari Daddy Dimas yang mengenal Mom nya.



" Ada hubungan apa uncle yosi dan Momy? aku harus menanyakan ini pada Momy." Lalu dia keluar dari kamar itu.



Dia masuk ke kamar Dimas dan melihat pria itu sedang fokus dengan ponselnya.


" Honey ... aku ingin pulang," kata Gita menghampiri Dimas.


" Kenapa? kau tidak betah disini?" tanya Dimas meletakkan ponselnya dan menggenggam tangan Gita.


" Aku ingin menanyakan sesuatu pada Momy. Aku penasaran, ada hubungan apa Momy dengan Daddy mu dan ada masalah apa di antara mereka. Kenapa uncle yosi sepertinya sangat membenci Momy," sahut Gita mengatakan ke gelisahan nya.


Dimas beranjak dari ranjangnya dan menangkupkan pipi wanita itu.


" Aku sudah mengatakan padamu, kan? jangan pikirkan tentang hal ini, aku yang akan mencari tahu," jawab Dimas mencium kening Gita.


" Tidak, aku ingin menanyakan langsung hal ini pada Momy, kalau kau tak mau mengantarku. Aku bisa pulang sendiri." Gita langsung berbalik tapi Dimas menahan tangan nya.


" Oke, aku akan mengantar mu." Dimas langsung memakai coatnya dan mengambil ponselnya.


Lalu mereka keluar dari mansion dan masuk kedalam mobil range Rover milik Dimas.


" Apa kau yakin akan melanjutkan pertunangan ini?" tanya Gita ketika di dalam mobil.


" Honey, apapun rintangan nya dan siapa pun yang menghalangi hubungan kit, aku akan tetap menikahi mu," sahut Dimas sambil mengusap pipi Gita dengan tangan kirinya, sementara tangan satunya memegang kemudinya.


" Jika papah dan momy ku tak merestui kita? apa yang akan kau lakukan?" tanya Gita mengambil tangan Dimas yang berada di pipinya.


" Aku akan membawa mu pergi jauh dari mereka, sampai mereka memohon padaku agar aku mengembalikan putri cantik nya ini dan yang pasti mereka akan merestui hubungan kita."


Gita tertawa mendengar perkataan dari Dimas lalu mencium punggung tangan pria yang dia genggam.


" Jangan pikirkan perkataan daddy, apapun yang terjadi aku akan tetap menikahi mu. Ingat itu," kata Dimas lalu mencium tangan Gita.


.


.


Kini mereka telah sampai di mansion keluarga Pradipta.


Gita masuk kedalam mansion sambil bergandengan tangan dengan Dimas.


Mereka menghentikan langkahnya ketika melihat Yosi sudah ada di ruang tengah bersama Adi dan Lisa.


Gita melihat kearah Lisa yang terlihat sedang menangis.


"Mom ...." Gita melepaskan tangan Dimas yang menggandengnya dan menghampiri Lisa.


" Momy kenapa menangis? dan ada apa ini?" tanya Gita sambil memeluk Lisa yang sedang terisak.


" Dad, apa yang kau lakukan disini?" tanya Dimas menghampiri Yosi.


" Batalkan pertunangan ini, karena aku tidak sudi memilki menantu dari perempuan murahan seperti dia!!" ucap Yosi dengan tegas sambil menunjuk ke arah Lisa.


" Momy ku bukan perempuan murahan!!!" teriak Gita sambil memeluk Momy nya.


" Kau lihat, Dimas? perempatan seperti itu yang akan kau nikahi? perempuan yang tak sopan santun?" tanya Yosi.


" Cukup Tuan, sejak tadi aku hanya diam kau menghina istri ku. Tapi aku tidak bisa tinggal diam jika kau menghina putri ku!!" bentak Adi yang sudah tersulut emosinya.


" Tuan Adicipta yang terhormat, dia hanya putri tiri mu. Aku cukup bangga dengan sikap mu yang sudah menerima perempuan murahan itu dengan anak haramnya itu."


" DADDY ... JAGA BICARA MU!!" bentak Dimas tak terima wanita yang di cintai nya di hina.


" Kau lihat, Lisa? Putraku sampai melawan ku karena kau dan juga anak haram mu itu," kata Yosi lalu pergi dari ruangan itu.


" Jika kau terus melanjutkan pertunangan ini, Daddy pastikan kau akan di depak dari perusahaan Daddy dan tidak akan mendapatkan harta warisan dari keluarga Ganendra," kata Yosi memberi ultimatum nya berhenti pas di belakang Dimas.