
Satu minggu berlalu.
Irza dan Valerie kini sudah kembali ke Paris setelah melewati liburan bulan madunya dengan mengunjungi 3 negara.
Dan kini mereka sedang berada didalam pesawat pribadi nya. Selama penerbangan itu, Valerie tampak mengalami jetlag.
Dia hanya berbaring di dalam kabin kamar yang ada di pesawat itu dengan di temani oleh Irza. Valerie merasa pusing dan hanya ingin tidur.
Irza menemani sang istri sambil mengerjakan pekerjaan nya. Pria itu tampak menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang dengan kaki yang terselonjor kedepan.
Dia meletakkan laptop di atas pangkuan nya, satu tangan nya di genggam erat oleh Valerie yang tertidur di samping nya. Sedangkan satu tangan nya lagi sibuk menari di atas laptopnya.
Sesekali dia melihat kearah sang istri yang tampak terlelap di sampingnya. Dia merasa aneh dengan sikap sang istri akhir-akhir ini.
Valerie tampak sangat sensitif dan gampang marah hanya dengan hal-hal sepele. Dia juga sering meminta hal yang aneh pada sang suami dan dia akan selalu memaksa agar sang suami memenuhi permintaan nya.
Pernah di suatu malam saat mereka masih berada di mansion Gita. Valerie terbangun di malam hari, dia membangun kan Irza yang baru saja tertidur dan meminta sang suami untuk membelikan nya marshmellow malam itu juga.
Jika tak di turuti maka dia akan merajuk. Hingga akhirnya Irza pergi keluar untuk mencari apa yang di minta oleh sang istri.
Dan beruntungnya masih ada supermarket yang masih buka 24 jam di area kota itu.
Dan akhirnya dia pun berhasil mendapatkan marshmellow itu. Tak cukup sampai disitu, saat dirinya sudah kembali ke mansion Gita, dia mendapati Valerie yang sudah tertidur pulas tanpa menunggu nya.
Hingga akhirnya marshmellow itu pun tak disentuhnya sampai pagi menjelang.
Mengingat hal itu membuat Irza tersenyum.
Pria itu mengusap lembut puncak kepala sang wanita yang tengah terlelap dengan senyum di bibirnya.
Akhir-akhir ini Valerie memang terlihat aneh, dia juga sering tertidur pulas bahkan dia juga sering menangis dengan hal-hal sepele.
Perasaan nya sensitif dan dia bahkan bersikap sangat manja pada Irza. Hal yang sangat jarang dia lakukan.
' Perubahan sikapmu mengingat kan aku pada satu hal,' batin Irza.
Pria itu mengangkat tangan nya dan beralih mengusap perut rata Valerie.
" Semoga saja dia cepat hadir di tengah-tengah kita," gumam Irza.
.
.
Paris, mansion keluarga Agraha.
Seorang wanita cantik sedang makan pagi bersama Momy dan daddy nya.
Mereka hanya rutin makan pagi bersama. Dan setelah itu kedua orang tua Leyra akan di sibukkan dengan pekerjaan nya masing-masing.
Makan pagi pun selesai. Mereka berpamitan pada Leyra dan pergi ke perusahaan nya masing-masing.
Sementara itu, Leyra hanya bisa menatap kepergian kedua orang tuanya yang selalu sibuk di perusahaan tanpa memperdulikan rasa kesepian nya.
Biasanya akan ada Irza yang selalu setia menemani nya disaat dirinya sedang kesepian. Tapi tidak untuk sekarang karena pria itu kini sudah sibuk dengan sang istri.
Hal yang sangat di benci oleh Leyra. Sejak dulu dia selalu berusaha menggagalkan semua wanita yang akan mendekati Irza.
Bahkan dia juga sering merusak hubungan Irza dengan seorang wanita saat Irza berpacaran dengan beberapa wanita.
Wanita itu sudah mengklaim bahwa Irza hanya boleh bersama nya dan hanya dia yang boleh memiliki Irza.
Tapi tidak dengan Irza, pria itu hanya menganggap nya sebagai sahabat yang pengertian bahkan dia juga menganggap Leyra sebagai Adik nya.
Karena Irza cukup prihatin dengan kondisi keluarga Leyra saat itu. Kedua orang tuanya sering bertengkar bahkan di hadapan Leyra.
Mereka juga tidak pernah memperhatikan Leyra dan selalu sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Irza sering mengajak Leyra ke mansionnya hingga wanita itu dekat dengan semua keluarga Irza.
Leyra merasa di perhatikan dan di sayangi oleh keluarga Irza. Dan dia sangat ingin memiliki keluarga seperti itu.
Jadi itulah yang membuat dia sangat ingin menaklukkan hati Irza agar mau menikah dengan nya. Namun di awali dengan sebuah persahabatan, karena menurut nya jika berpacaran dengan Irza bisa putus.
Tapi jika menjadi sahabat nya, dia akan tetap selalu bersama Irza. Meskipun kini pria itu sudah memiliki istri.
Drt drt drt
Ponselnya berbunyi, Leyra mengambil benda itu dan lekas menjawab panggilan itu.
" Hallo."
" Nona, mereka dalam perjalanan kembali ke Paris," kata seseorang dari seberang telepon nya.
Seringai tipis terbit di bibir Leyra.
" Tetap awasi mereka," sahut Leyra singkat dan langsung memutuskan panggilan itu.
Wanita itu tersenyum licik sambil melihat kearah ponsel nya yang terpasang foto dirinya bersama Irza.
" Aku akan menyambut mu, Irza sayang!!"