My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 63



Siang harinya, Rani dan Valerie tampak sudah siap untuk berburu sovenir dan perlengkapan lainnya untuk rencana pernikahan Rani.


Rani menggandeng tangan Valerie dan berjalan bersama menuju pintu depan dimana mobil Rani terparkir.


Saat berada di beranda depan, Irza baru saja kembali dan berpapasan dengan mereka.


" Kalian mau kemana?" tanya Irza dan membuat Rani menghentikan langkahnya namun tidak dengan Valerie.


Valerie terus berjalan dan tak memperdulikan pertanyaan Irza. Namun langkahnya terhenti saat Rani menahan tangan nya.


" Suami mu bertanya pada mu, Val. Jika kau terus bersikap seperti ini, itu artinya kau memberikan celah pada orang ketiga untuk masuk dan merusak rumah tangga kalian," ucap Rani dengan bijaksana.


Rani memang bersikap sangat dewasa dan juga selalu berpikir jika sedang mengambil tindakan. Hal itulah yang membuat Jay tak ingin kehilangan wanita cantik yang berprofil sebagai pemandu wisata itu.


Valerie menoleh dan melihat kearah Irza yang tampak menatapnya.


" Orang ketiga akan selalu memiliki kesempatan jika pihak laki-laki memberikan lampu hijau. Tapi jika laki-laki sudah menolaknya maka tidak akan ada wanita penggoda yang merasa punya kesempatan," ucap Valerie dengan nada sinis nya seolah menyinggung tentang Irza.


Lalu dia berbalik dan melepaskan tangan Rani yang masih memegang tangan nya. Dia berjalan menuju mobil milik Rani dan masuk kedalamnya.


Irza hanya tersenyum tipis dan masih menatap kearah mobil Rani dimana Valerie duduk di bangku yang ada di samping pengemudi.


" Bersabarlah, Ir. Ingat! dia sedang mengandung bayi kembar dan itu juga berdampak pada perasaannya yang cenderung sensitif. Jadi kau harus tetap berjuang untuk mempertahankan cinta mu," ucap Rani, lalu berjalan menuju mobilnya dimana Valerie telah menunggu nya.


Irza tetap tak beranjak dari tempat nya berdiri sambil melihat kepergian mobil Rani. Lalu dia berjalan kearah mobilnya dan masuk kedalam untuk mengikuti kemana mobil Rani pergi.


Bukan karena apa, tapi karena dia ingin memantau sendiri keamanan dan keselamatan sang istri yang masih bersikap dingin pada nya.


.


.


Kini Rani dan Valerie sedang berada di butik terkenal di kota kecil itu. Rani yang memiliki jaringan pertemanan yang luas mengetahui tempat-tempat dan butik yang terbaik di kota itu meskipun dirinya tak tinggal disana.


Rani sedang mencoba beberapa gaun pengantin yang simpel tapi elegan. Sementara Valerie tampak sedang melihat-lihat gaun yang terpajang disana.


Irza yang sudah menyamar pun sedang mengamati Valerie dan menatap nya dengan awas.


Lalu Rani keluar dari kamar pas dan memperlihatkan penampilan nya pada Valerie serta meminta pendapatnya.


Valerie menoleh dan melihat kearah Ranidan tersenyum pada nya. Dia berjalan menghampiri Rani dengan tatapan yang tertuju pada wanita itu.


" Kau terlihat sangat cantik dengan gaun ini, Ran. Jika saja aku seorang pria, mungkin aku akan langsung jatuh hati padamu," sahut Valerie dan membuat Rani tergelak.


" Kau sangat berlebihan, sayang," sahut Rani sambil mencolek hidung mancung Valerie.


' Tidak, kau lebih cantik dari wanita manapun istriku,' batin Irza yang masih memperhatikan Valerie dari kejauhan.


" Ku rasa aku sangat menyukai gaun ini," kata Rani sambil melihat pantulan dirinya di depan cermin raksasa.


" Ya. Aku yakin Jay akan langsung terpesona melihat penampilan mu," sahut Valerie.


" Kalau begitu aku akan ambil yang ini saja," kata Rani pada manager butik itu.


" Baik, Nona. Akan kami siapkan untuk Anda," kata Manager itu.


Lalu Valerie kembali melihat gaun-gaun disana lagi, sementara Rani langsung pergi ke kamar pas untuk berganti baju.


Valerie melihat kearah seorang pria yang berkacamata hitam dan berjambang lebat yang sejak tadi menatap kearah nya.


' Dia pasti orang suruhan Irza untuk mengawasi ku,' batin Valerie dan membiarkan orang itu, selama dia tak mengganggu nya.


' Ini aku, Honey.' Batin Irza yang terus mencuri pandang kearah Valerie.


Lalu Valerie melihat sebuah gaun yang sangat cantik dan gaun itu memang untuk wanita hamil seperti dirinya.


Gaun itu terpajang di dalam etalase kaca dan ada di sebuah manekin, di sebelah manekin itu juga terdapat setelan jas untuk sang pria yang sangat cocok untuk melakukan Beby moon.


Senyum cantik Valerie terpancar sambil menatap kearah dua manekin yang terpajang di satu kaca besar dengan tangan yang meraba kaca itu. Sangat terlihat jika Valerie menyukai gaun itu.


Irza tersenyum sambil terus menatap kearah Valerie yang masih terpaku pada gaun itu. Lalu Rani datang dan mereka pun keluar dari butik bersama.



# Kira-kira seperti ini penampakan gaunnya ya😁 dan anggap saja pasangan itu sebagai manekin😆