My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 13



~ Masih Flash back ~


Ardo kembali teringat akan anak-anak Kinos yang ingin di titipkan pada nya.


" Astaga!! aku melupakan mereka!"


Ardo melangkah kan kakinya keluar dari rumah sakit. Nik berjalan di belakang sang bos mengikuti langkah lebar nya.


" Ayo Nik. Kita harus menjemput anak-anak Kinos terlebih dahulu sebelum pergi ke pemakaman," ucap Ardo setelah masuk kedalam mobil nya.


" Baik, Tuan."


Nik langsung menyalakan mesin mobilnya dan menginjak gasnya hingga membuat mobil itu melaju keluar dari parkiran rumah sakit.


Dalam perjalanan menuju rumah Kinos, Ardo hanya terdiam sambil menatap keluar jendela. Dia masih syok atas kematian Kinos dan Willie yang sangat mendadak.


"Inti dari permasalahan yang mereka hadapi adalah perebutan harta. Tapi kematian Kinos dan Willie seolah memang sudah di rencanakan. Pasti mereka sudah mengikuti mereka beberapa hari sebelum ini terjadi," ucap Ardo.


" Mungkin saja mereka memang sudah merencanakan sesuatu untuk tuan Kinos dan Nyonya Willie untuk mengambil berkas penting atau harta nya."


Ardo terdiam sejenak setelah mendengar perkataan dari Nik.


" Kau benar, Nik. Kematian mereka sangat mendadak dan sangat janggal," sahut Ardo.


" Tambah kecepatan mobilnya, Nik. Kita harus cepat sampai agar segera memastikan keadaan anak-anak Kinos." lanjut Ardo.


" Baik Tuan."


Nik kembali menginjak gas mobil nya hingga tak ayal membuat mobil itu melaju dengan cepat.


Ardo semakin cemas dengan kasus anak Kinos karena mereka sudah menitipkan anak-anak mereka pada Ardo.


Setelah sekitar 20 menit kemudian. Akhirnya mobil yang di kendarai Ardo sampai di rumah duka.


Ardo membuka pintu mobilnya tanpa menunggu Nik membukakan pintu untuk nya. Pria itu keluar dan menatap kearah rumah sederhana yang tampak kosong dan tak berpenghuni.


" Anda yakin ini rumah nya, Tuan?" tanya Nik.


Dia takut jika bos nya ini salah rumah, pasalnya rumah itu terlihat sangat sepi dan berantakan.


" Ini memang rumah mereka, Nik. Tapi ini sangat aneh. Seharusnya disini ramai dengan orang-orang yang melayat tapi ini sangat sepi dan terlihat tak berpenghuni," sahut Ardo yang masih menatap heran rumah di hadapannya ini.


" Ayo, kita harus memeriksa kedalam."


Ardo lekas mengayunkan kakinya melangkah menuju rumah itu. Diikuti oleh Nik di belakangnya.


" Permisi!!" teriak Nik sambil mengetuk pintunya.


Tidak ada jawaban.


Dia mencoba memanggil lagi dan mengetuk pintunya dengan keras beberapa kali, namun hasilnya tetap sama.


" Sepertinya tidak ada orang di dalam sana, Tuan!"


" Coba kau buka pintunya, Nik!"


Nik langsung menarik tuas pintu dan mendorong nya hingga pintu itu terbuka lebar.


Ardo melangkah kan kakinya masuk dan dia begitu terkejut melihat keadaan rumah Kinos yang sangat berantakan.


" Sepertinya sudah ada seseorang yang datang kemari dan mencari sesuatu di sini, Tuan. Ini benar-benar kacau," ucap Nik setelah mengedarkan pandangannya di rumah yang sama seperti kapal pecah itu.


" Aku tahu apa yang mereka cari," gumam Ardo.


" Cepat cari anak-anak Kinos. Mungkin mereka ketakutan dan bersembunyi di suatu tempat!"


" Baik, Tuan!!"


Nik langsung melangkah dan mencari anak-anak Kinos ke segala ruangan.


Begitupun juga dengan Ardo. Dia memeriksa setiap kamar yang keadaan nya sangat kacau. Lemari terbuka lebar dan semua pakaian yang berserakan di lantai.


" Valerie!!! Lenski!!! Dimana kalian, Nak!!" teriak Ardo.


" Keluar lah, Nak!! kalian tidak perlu takut!!" lanjut Ardo.


" Valerie!!! Lenski!!"


Namun tetap tak ada jawaban. Rumah itu benar-benar kosong teman tak berpenghuni. Keadaan rumah yang kacau membuat Ardo semakin curiga.


" Tuan ... tidak ada siapapun di rumah ini. Aku sudah memeriksa ke semua tempat tapi tak menemukan siapa pun," ucap Nik.


" Shiiit ... Dimana mereka!!" geram Ardo karena tak menemukan Valerie dan Lenski.


" Kita harus mencari mereka, Nik. Aku sangat mengkhawatirkan anak-anak malang itu," ucap Ardo.


" Apa tuan mengenal mereka?" tanya Nik.


Ardo lekas menggelengkan kepalanya. Pria itu mengedarkan pandangannya ke segala sudut di rumah itu, berharap mungkin ada sebuah foto yang terpajang.


" Nik. Coba kamu cari foto mereka, tidak mungkin jika Kinos tak memiliki foto anak-anak nya, kan?"


Nik langsung bergegas mencari apa yang di minta oleh sang bos. Ardo juga mencari sebuah foto yang mungkin akan menjadi petunjuk untuk mencari Valerie dan Lenski.


Namun itu sia-sia karena ternyata semua foto sudah di bakar di tong sampah yang ada di belakang rumah. Dan Nik mengetahui hal itu.


Ardo kembali mengumpat keras karena tak mendapatkan apapun di rumah itu, bahkan satu foto dari anak-anak Kinos pun tidak bisa dia dapatkan.


Pria itu terduduk di lantai sambil mencengkram kuat rambut kepala nya.


" Kemana aku harus mencari mereka, Nik. Kinos dan Willie sudah menitipkan anak mereka pada ku tapi aku tak bisa menemukannya," ucap Ardo.


" Tuan ... kita hanya belum menemukan mereka. Aku akan memerintah kan semua anak buah kita untuk mencari mereka," sahut Nik sambil memegang bahu Ardo.


~ Flash back Off ~