My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 26



" Ehhemm ..."


Suara deheman itu membuat ciuman dari pasangan itu terhenti.


" Maaf, Tuan Nyonya. Kami ingin menghidangkan makanan," ucap Sila dengan sedikit canggung karena sempat melihat adegan romantis itu.


" Hmmm ..."


Valerie tersenyum dan beranjak dari pangkuan Irza. Dia melihat wajah canggung dua pramugari itu.


' Oh my. Mereka pasti melihat adegan ciuman tadi,' batin Valerie.


" Silahkan di nikmati makanan nya, Tuan Nyonya," kata Sila setelah selesai menghidangkan makanan.


" Jika ada yang masih Anda butuhkan, kami selalu siap melayani, Nyonya Tuan," lanjut Yenni.


" Terimakasih. Kalian boleh pergi," kata Irza.


Dua pramugari itu pun pergi dari hadapan Irza dan Valerie. Lalu mereka langsung menyantap makanannya.


.


.


Kini pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat di bandara Zurich Swiss.


Irza menggandeng tangan Valerie keluar dari pesawat dan menuruni tangga setelah seorang pramugari membuka kan pintu pesawat.


Valerie hanya tersenyum pada dua pramugari yang tadi sempat mengobrol ringan dengan nya sebelum keluar dari pesawat itu.


Di bawah sudah menunggu beberapa bodyguard dan juga supir yang standby dengan mobilnya untuk menjemput sang majikan.


" Waah ... ternyata suamiku ini benar-benar seorang billioner," ucap Valerie.


Irza tertawa kecil dan terus menggandeng tangan sang istri menuruni tangga.


Saat mereka sudah ada di bawah. Beberapa orang menyambut kedatangan nya dengan hormat.


" Selamat datang, Tuan Nyonya!"


Irza hanya menganggukkan kepalanya tanpa senyum di bibirnya. Sementara Valerie tersenyum cantik hingga membuat para bodyguard itu terpesona.


Lalu mereka berjalan kearah mobil yang sudah di siapkan oleh seorang supir.


" Silahkan, Tuan Nyonya."


Valerie masuk kedalam mobil dan disusul oleh Irza. Lalu supir pun langsung masuk kedalam mobil untuk segera melaju kan mobilnya.


" Apa kita akan langsung ke tempat awal, Tuan?" tanya supir itu sebelum melakukan mobilnya.


" Ya. Kita langsung kesana," sahut Irza tegas.


" Baik, Tuan."


Mobil pun mulai berjalan meninggalkan bandara itu di ikuti oleh satu mobil yang di kendarai oleh bodyguard tadi.


Senyum cantik Valerie selalu terpancar ketika dalam perjalanan itu. Dia terlihat sangat senang dalam perjalanan bulan madu yang di penuhi oleh kemewahan itu.


" Kau senang?" tanya Irza.


Valerie menoleh dan tersenyum pada sang suami.


Cup


" Terimakasih, Honey. Aku sangat sangat senang," ucap Valerie setelah mengecup sekilas bibir sang suami.


" Hmmm ... hanya sebuah kecupan?" sahut Irza sambil memicingkan matanya.


" Ya. Karena aku akan memberikan mu yang lebih dari ini setelah kita sampai di dalam sebuah kamar dan ranjang yang empuk," sahut Valerie tersenyum nakal.


Irza tertawa kecil dan menarik tangan sang istri hingga wanita itu bersandar di dada bidang nya.


" Aku menunggu nya," bisik Irza.


Valerie hanya terkekeh dan mengecup leher Irza.


" Jangan memancing ku disini, Honey," ucap Irza lirih.


" Aku tidak memancing mu, aku hanya mencium leher mu," sahut Valerie sambil terkekeh.


" Hanya kata mu?" sahut Irza memicingkan matanya.


" Ya. Hanya menyentuh leher mu dengan bibir ku," bisik Valerie dengan suara yang di buat SE seksi mungkin.


" Dasar nakal. Aku akan menghukum sebentar lagi, lihat saja nanti," ucap Irza mencubit gemas pipi Valerie.


" Aku menunggu nya," sahut Valerie lirih dan menggigit kecil dagu Irza.


" Kau benar-benar sudah berani ya!!"


Tawa renyah Valerie keluar dari mulut mungilnya saat Irza mulai menggelitikinya.


" Ampun tidak? Hah?" ucap Irza sambil terus menggelitik bagian perut dan pinggang Valerie.


" Iya. Ammpuun Tuan!!" pekik Valerie dengan wajah yang sudah memerah.


Irza menghentikan aksinya dan langsung memeluk tubuh wanita nya.


" I love you," ucapnya lirih dan mengecup leher jenjang Valerie.


" I love you to," sahut Valerie.


Entah sejak kapan perasaan itu hadir. Namun keduanya tak pernah menyangkal perasaan nya satu sama lain.


Dan mereka memilih untuk mengungkapkan perasaannya. Valerie begitu bahagia saat mengetahui perasaan Irza yang sama dengan perasaan nya.


Dan Irza pun tak pernah menyangka, jika dirinya kini sangat mencintai wanita yang dia tolong dulu. Rencana awal nya yang hanya ingin mengajak Valerie menikah karena permintaan sang daddy.


Kini berubah. Dengan hadirnya perasaan yang mendalam di hati nya. Bahkan dia sangat bersyukur saat malam itu dia yang menolong Valerie dan bertemu dengan nya.


Jika bukan dirinya. Entah apa yang akan terjadi dengan wanita itu.