
" Mom ... I'm coming!!" teriak Gita memasuki mansion keluarga nya.
" Sayang ... kau sudah datang?" kata Lisa menoleh kearah Gita yang sedang berjalan kearah nya.
" I Miss you Mom," kata Gita memeluk Lisa.
" Iiishhh ... baru beberapa hari kau tinggal dengan suami mu," sahut Lisa mengusap punggung Gita.
" Kau sudah makan, sayang?" tanya Lisa melepas pelukannya.
" Ya, aku selalu memasak untuk suami ku, Mom. Dan Dimas sangat menyukai masakan ku," kata Gita membanggakan dirinya.
Lalu mereka pun mengobrol ringan. Gita juga belajar memasak makanan kesukaan keluarga yang selalu di buat oleh Lisa.
Dan dia berniat akan mengantarkan hasil masakannya pada sang suami dan Papah nya.
.
Zea tiba di mansion keluarga nya dengan diantar oleh supir. Wanita itu turun dan langsung menyuruh supir nya untuk pulang, karena dia akan pulang dengan mengendarai motor nya.
" Selamat datang, Nona Zea," kata seorang pelayan senior yang sedang menyiram tanaman di halaman mansion.
" Hmmm, apa Momy ada didalam, Bik?" tanya Zea.
" Iya, Non. Ada Nona Gita juga di dalam," sahut pelayan itu.
" Baiklah, aku masuk dulu." Zea langsung masuk kedalam mansion nya.
Setiba di dalam mansion, Zea tak melihat siapa pun disana. Lalu terdengar suara dari arah dapur, dia langsung menghampiri asal suara itu.
" Ehemm ..." Zea berdehem.
Gita dan Lisa langsung menoleh pada Zea dan tersenyum.
" Sayang, kapan kau datang?" sapa Lisa sambil menghampiri Zea.
" Barusan, Mom. Dan aku mendengar kalian sedang disini jadi aku menghampiri kalian," sahut Zea mencium pipi Lisa.
Zea masih bersikap baik pada Gita dan Lisa meskipun ingatannya sudah kembali. Karena dia sudah bisa menerima kehadiran keduanya.
" Duduklah disini, sayang. Kau akan menjadi juri untuk hasil masakan Gita," kata Lisa merangkul bahu Zea dan mendudukkan nya di kursi.
" Perasaan ku jadi tidak enak," kata Zea yang membuat Lisa tertawa.
Lalu Gita menyajikan makanan yang dia buat di meja di hadapan Zea.
" Cobalah, aku yakin pasti rasanya enak. Karena aku memasak nya dengan cinta," kata Gita.
" Jangan terlalu yakin, Nyonya Ganendra," sahut Zea menatap makanan yang tersaji di hadapan nya.
" Mom, duduk disini. Kau juga harus menilai hasil masakan ku," kata Gita mendudukkan Lisa di samping Zea.
Lalu mereka mencoba makanan itu.
" Hmmm ... ini enak, Gita. Sungguh!!" Tegas Zea saat sudah mencobanya.
" Iya, akhirnya kau punya bakat juga selain hanya berbelanja," kata Lisa dan membuat Zea tertawa mendengar nya.
" Moomiiii!!" teriak Gita mencebik.
Lalu Zea dan Lisa menghabiskan sepiring makanan itu berdua.
" Aku ke kamar ku dulu," kata Zea beranjak dari kursi.
" Ze ... kau kesini naik apa?" teriak Gita pada Zea yang berjalan menaiki tangga.
" Naik kaki," sahut Zea random.
.
.
Adi dan Yosi sedang mengadakan meeting tentang kerjasama perusahaan mereka di perusahaan Adi.
" Aku sudah menyelidiki tentang keberadaan Ardo, Tuan," kata Yosi setelah menyelesaikan meeting nya.
" Lalu?? apakah anda menemukan keberadaan pria itu, Tuan?" tanya Adi penasaran.
" Dia berada di Paris. Dia sudah berkeluarga disana, dan terlihat baik-baik saja. Itu membuat ku sangat kesal," kata Yosi.
" Aku akan langsung mengirimkan paket kejutan untuknya yang terlihat bahagia bersama keluarga nya," kata Yosi lagi.
" Dan aku membutuhkan bantuan mu, Tuan," kata Yosi menatap pada Adi.
" Aku belum memikirkan langkah apa selanjutnya, aku masih bingung," sahut Adi.
" Serahkan itu padaku, aku yang akan menanganinya," kata Yosi tersenyum licik.
CEKLEK
Pintu ruangan meeting di buka oleh seseorang. Adi dan Yosi langsung menoleh kearah pintu bersamaan.
" Hallo ... Pah, Dad. Kau disini juga?" kata Gita masuk kedalam ruangan itu.
Lalu mencium pipi Adi.
" Ya, Sayang. Kami baru saja menyelesaikan meeting bersama," sahut Adi.
" Aku membawakan makan siang untuk kalian. Ini hasil masakan ku sendiri," kata Gita menghidangkan makanan yang dia bawa di meja.
" Benarkah? aku tak yakin," kata Adi yang membuat Yosi tertawa.
" Papah ... kau pasti menyukai nya. Karena tadi Zea dan Momy sudah mencobanya dan mereka menyukai nya," sahut Gita.
" Hmmm ... Kelihatannya enak," kata Yosi melihat makanan itu.
" Silahkan makan !!" Gita mempersilahkan papah dan mertuanya.
Sebenarnya Gita membawakan itu hanya untuk Dimas dan Adi. Tapi berhubung ada Yosi jadi dia memberikannya untuk sang mertua.
" Bagaimana?" tanya Gita duduk di dekat sang papah sambil melihat kearah Adi dan Yosi secara bergantian.
" Ini enak, sayang. Tumben sekali kau bisa masak enak, biasanya membuat telor ceplok aja gosong," kata Adi.
" Papaaahh !!" teriak Gita mencebik.
" Masakan ini benar-benar enak, Gita. Tak salah Dimas mencari istri yang pandai masak seperti mu," kata Yosi memuji hasil masakan sang menantu.
" Terimakasih atas pujiannya," kata Gita tersenyum bahagia.
" Apa yang kalian bicarakan tadi? aku mendengar Dadi tadi menyebutkan nama Ardo. Siapa Ardo?" tanya Gita.
Adi dan Yosi sampai tersedak mendengar pertanyaan Gita. Dan tak menyangka bahwa gadis itu mendengar percakapan nya tadi.
" Kalian ini kompak sekali, tersedak saja sampai bersamaan," kata Gita sambil menuangkan air minum untuk keduanya.
Adi dan Yosi saling menatap.
" Bukan siapa-siapa, sayang. Hanya rekan bisnis kami saja," kata Adi berbohong.
" Oh ... Begitu. Ah ya Pah, Dad aku dan Dimas akan berbulan madu ke Paris," kata Gita.
" PARIS??" kata Adi dan Yosi bersamaan.