
3 hari berlalu.
Irza menepati janjinya untuk segera membawa sang istri berbulan madu. Dan selama 3 hari itupun dia tak pernah bertemu dengan sang istri karena dia sibuk menyelesaikan semua pekerjaan nya sebelum dirinya pergi.
Pria itu sangat sibuk sehingga terkadang dia tidur di ruang kerjanya. Bahkan dia harus pergi pagi-pagi sekali bahkan sebelum Valerie terbangun.
Bagaimana dengan wanita itu?
Dia tak pernah mempermasalahkan tentang kesibukan sang suami karena dia cukup mengerti.
Valerie lebih memilih untuk berkebun dengan sang Momy mertua dan menemani sang Adik.
.
.
Pagi menjelang.
Irza menatap kearah sang istri yang kini sudah tampak sangat cantik dan sudah berpakaian rapih.
Pria itu meletakkan ponselnya dan berjalan menghampiri wanita nya.
" Kau sudah siap?" tanya Irza sambil merengkuh pinggang ramping Valerie.
" Hmmm ... aku sudah siap," sahut Valerie tersenyum.
" Kiss me," ucap Irza parau.
Valerie mengerutkan keningnya dan tak langsung mengiyakan permintaan sang suami.
" Sudah 3 hari kau tak mencium ku, Honey," lanjut Irza.
Valerie tersenyum dan mengecup singkat bibir Irza.
" Itu bukan sebuah ciuman, Honey."
protes Irza.
" Sayang ... kita hampir terlambat. Kau bisa mencium ku sepuas mu nanti," sahut Valerie yang langsung membuka Irza bersemangat.
" Kau berjanji akan memberikan semua permintaan ku?" tanya Irza.
" Ya. Aku akan menjadi pelacur mu nanti. Aku tidak akan membiarkan mu beristirahat setelah sampai di sana," sahut Valerie yang membuat Irza tertawa.
Cup
" Aku sungguh tidak sabar," bisik Irza setelah mengecup bibir mungil Valerie.
Mereka keluar bersama dari kamar. Irza juga menggeret koper kecil yang sudah Valerie siapkan.
Mereka tak membawa banyak pakaian karena Irza bilang akan membelinya disana.
.
.
Kini mereka sedang makan pagi bersama di ruang makan.
" Berapa lama kalian di Swiss?" tanya Wilda sambil menyantap makanannya.
" Mungkin disana kita hanya satu Minggu, Mom. Dan akan melanjutkan perjalanan ke Turki dan juga Korea" sahut Irza yang sudah mempersiapkan semuanya.
" Tidak, sayang. Aku sudah menyiapkan cuti selama satu bulan dan sudah menyiapkan semuanya," sahut Irza.
" Waah ... itu pasti akan sangat menyenangkan, Kak," sahut Lenski.
Valerie hanya tersenyum dan mengusap punggung Lenski.
.
.
" Jaga istri mu baik-baik, Ir. Semoga kalian menikmati perjalanan itu dan semoga kalian segera memberikan kabar bahagia," ucap Wilda sambil mencium pipi kedua nya.
" Doa kan saja, Mom. Semoga menantu mu segera memberikan cucu untuk mu," sahut Irza.
" Jaga dirimu baik-baik, Mom," ucap Valerie.
Lalu dia berjalan menghampiri Lenski.
" Jangan merepotkan Aunty, sayang. Tetap lah semangat dan belajar dengan giat. Karena ada perusahaan daddy yang menanti mu," kata Valerie sambil mencium kening Lenski.
" Itu pasti, Kak. Semoga kau selalu bahagia," sahut Lenski memeluk sang kakak.
" Jaga Kak Valerie, Kak Irza! jika kau menyakiti nya maka aku yang akan menghajar mu!" tegas Lenski.
Irza terkekeh dan mengacak rambut Lenski.
" Aku menunggu mu sembuh dan kita akan belajar menembak, memanah dan juga berkelahi," ucap Irza dan itu membuat senyum Lenski mengembang.
" Baiklah. Setelah kau kembali aku pasti sudah pulih dan kita bisa langsung bertarung," ucap Lenski.
Semuanya tertawa. Lalu Valerie dan Irza pun masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan.
Wilda dan Lenski melambaikan tangannya melepas kepergian pasangan pengantin baru itu.
.
.
" Jadi kita akan kemana dulu?" tanya Valerie yang sudah sangat tak sabar.
" Tujuan pertama kita ke Swiss karena disana sedang turun salju. Kita akan bercinta sepuasnya disana karena udara yang sangat dingin," sahut Irza yang langsung membuat pipi Valerie memerah.
" Ada pak supir, jadi jaga bicaramu," sahut Valerie berbisik.
" Dia tidak mendengar pembicaraan kita, Honey," ucap Irza dan Valerie menatap seolah dia tak percaya.
" Apa kau mendengar pembicaraan kami di belakang sini, pak Jo?" tanya Irza pada sang supir.
" Tidak, Tuan. Saya tidak mendengar pembicaraan kalian," sahut pak Jo.
" See ... kau dengar sendiri, Honey?" Irza langsung memencet tombol hingga membuat penyekat di depan nya turun dan membuat supir tak tahu apa yang terjadi di belakang sana.
Irza mengangkat tubuh Valerie dan membawa nya duduk di atas pangkuan nya.
Dengan cepat dia langsung memagut bibir mungil Valerie dengan tangan yang sudah masuk kedalam dress wanita itu.
" Hhmmmppt,"
Lenguhan itu keluar dari mulut mungil Valerie. Mereka berciuman dengan panas di dalam mobil yang masih melaju.