
Wilda tampak shock atas apa yang menimpa Leyra yang memang dikenalnya dengan baik, karena sejak masih remaja Leyra memiliki hubungan yang dekat dengan keluarganya.
Wanita paruh baya itu mengusap punggung Irza dan dia sangat mengerti ke khawatiran sang putra. Dia tahu bahwa Irza sudah menganggap Leyra sebagai adiknya sendiri.
Meskipun akhir-akhir ini hubungan mereka tak sedekat dulu karena Irza kini sudah memiliki istri. Namun itu tidak kan menghapus rasa sayang Irza pada Leyra.
" Lalu bagaimana keadaan nya?" tanya Wilda.
Irza tampak menghembuskan nafasnya dengan berat lalu dia menatap kearah sang Momy.
" Dia koma, keadaannya cukup parah, Mom. Dia mengalami gegar otak dan patah di bagian tulang punggung nya," sahut Irza lemas.
" Oh my God. Separah itu?" sahut Wilda shock dengan kondisi Leyra.
Irza mengangguk kan kepalanya dan kembali tertunduk.
" Bahkan dokter sudah mengatakan jika kecil kemungkinannya dia untuk sadar," sahut Irza dengan nada yang bergetar.
Wilda mengusap punggung Irza lalu memeluk nya agar sang putra bisa lebih tenang. Karena pelukan itu akhirnya Irza menumpahkan kesedihan nya.
Pria itu meneteskan air matanya dan begitu mengkhawatirkan Leyra.
" Kenapa nasibnya bisa seburuk itu, Mom. Kenapa tuhan seolah tak Adil pada nya, bahkan orang tua nya seolah tak mengkhawatirkan keadaan nya dan memilih untuk meninggalkan nya di rumah sakit tanpa ada yang mendampingi," kata Irza dalam pelukan itu.
Valerie yang kebetulan berada di ruangan sebelah tak sengaja mendengar ucapan Irza yang menurut nya tengah sangat mengkhawatirkan seseorang.
Wanita itu mengintip dari celah pembatas ruangan itu dan memilih untuk tetap berada disana.
" Aku sangat menyayangi nya, Mom. Momy tahu itu, kan? Bagaimana jika dia tidak sadar dan tuhan mengambilnya seperti daddy, Mom. Aku tidak bisa membayangkan jika hal itu sampai terjadi," lanjut Irza.
Wilda melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Irza.
" Ssstt ... Jangan katakan hal itu. Leyra adalah gadis yang kuat itu terbukti dengan semua pencapaian serta kesuksesan nya tanpa bantuan dari orang tuanya. Dia bisa melewati masa-masa sulit dan buruknya sejak dulu, bukan? Jadi yakinlah Leyra pasti kuat," sahut Wilda menenangkan sang putra.
" Ya. Momy benar, dia adalah wanita kuat. Dan mungkin saja dia hanya sedang lelah dengan hidup nya dan memilih untuk beristirahat sejenak. Benar kan Mom?" sahut Irza.
Valerie mendengar semuanya. Wajah nya tampak berubah saat mendengar nama Leyra dan kini dia tahu siapa yang sedang di khawatir kan oleh Irza.
Wanita itu langsung pergi dari ruangan itu dan memilih untuk kembali ke kamarnya. Dia seolah sudah kehilangan selera untuk makan.
Ya. Tadi Valeri merasa lapar karena perut nya memang sudah kosong setelah memuntahkan semua isi dalam perut nya.
Wanita itu bangkit dari ranjang dan memilih untuk turun karena ingin mengisi perutnya yang kosong.
Namun hal itu di urungkan nya saat mendengar semua pembicaraan Irza dan juga Wilda yang membahas tentang Leyra. Entah apa yang terjadi pada wanita itu tapi satu yang Valerie tangkap dari pembicaraan itu.
Bahwa Irza sangat mengkhawatirkan wanita itu dan bukan dirinya. Pria itu bahkan tak memberikan kabar pada nya mungkin karena sibuk dengan wanita yang bernama Leyra yang dia tahu adalah sahabat dekat Irza.
Dan Valerie pun memilih untuk kembali ke kamarnya. Wanita itu langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan menutup nya dengan selimut.
Entah kenapa perasaan nya sangat sensitif hingga dia pun menangis di balik selimut itu. Dia kesal, marah dan juga cemburu karena Irza mengatakan bahwa dia sangat menyayangi Leyra.
Valerie menumpahkan perasaan nya dengan tangisan. Dia menangis hingga akhirnya kembali tertidur.
Irza membuka perlahan pintu kamar nya dan dia melihat Valerie masih tertidur di ranjang. Pria itu masuk dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya agar lebih segar.
Valerie tak mendengar kedatangan dari sang suami karena dia tertidur dengan pulas.
Hingga beberapa menit kemudian Irza keluar dari kamar mandi dan terlihat lebih segar.
Pria itu langsung menuju walking closed dan memakai bajunya. Lalu dia keluar dari walkin closet dan melihat Valerie yang masih tertidur.
Pria itu menghampiri ranjang nya dan berlutut di hadapan wanita yang kini menempati hatinya. Dia menatap wajah cantik Valerie yang tertidur pulas sambil mengusap lembut puncak kepalanya.
Valerie merasakan usapan lembut dari tangan sang suami. Dan hal itu membuat perasaan nya menghangat namun dia masih enggan untuk membuka matanya.
" I Love you," kata Irza lirih lalu mencium kening Valerie dan pergi dari kamar.
Valerie membuka matanya dan kembali menetes kan air matanya.