My Lovely Girl

My Lovely Girl
Bab 16



Masih di kediaman Bramasta.


Dev, Zea dan Momy Abel masih bercengkrama diarea taman belakang yang terdapat kolam renang jumbo serta lengkap dengan View arena berseluncur dikolam renang itu.


Mereka mengobrol ringan sambil minum jus serta sedikit selingan pertengkaran kecil dari Zea dan Dev yang membuat Abel geleng-geleng kepala melihat kelakuan 2 sejoli ini.


"Andai Momy mempunyai putra lain selain pria messum itu," kata Zea mengeluh, ketika Dev masuk kedalam mansion untuk mengambil sesuatu.


Abel tertawa mendengar perkataan Zea dan mengerti apa maksud dari candaannya itu.


"Tapi, sayangnya Momy hanya punya satu putra ... Zea, jadi bersabarlah menghadapinya," sahut Abel dengan tawanya.


"Heiyy, ada apa dengan ku? kenapa kalian seolah mengeluh tentang ku," jawab Dev yang baru datang dengan membawa laptopnya.


"Diiihhh ... PD banget kamu, Tuan," ucap Zea memutar bola matanya sambil meminum jus jeruk yang dia pegang.


"Yeah, it's me," jawab Dev cuek dan membuka laptopnya.


Tampak telepon Zea berbunyi dan gadis itu langsung mengangkatnya karena itu telepon dari sang adik, Daniel.


"Hallo anak tengil," kata Zea mengangkat teleponnya.


"Hey kak, berhenti menyebutku dengan sebutan itu," jawab Danie di seberang telepon.


"Ada apa Daniel?" tanya Zea langsung dengan tawanya.


"Kau masih di mansion Bramasta kak? Cepat pulang, aku sudah mau kembali ke rumah nenek," kata Daniel pada Zea.


"Cepat sekali kau balik?" Sahut Zea.


"Iya kak, nenek sudah bawel disana karena aku sudah lebih dari 3 hari absen sekolah," jawab Daniel lagi.


"Oke, kakak pulang sekarang." Lalu Zea menutup teleponnya dan pamit pada Abel dan Dev.


"Aku akan mengantarmu," kata Dev setelah ada di depan pintu mansionnya.


Lalu ada bunyi klakson mobil dari luar gerbang.


"Tidak perlu, taksiku sudah datang," jawab Zea datar.


Dev mengantarkan Zea sampai depan gerbang.


"Kabari aku kalau sudah sampai," kata Dev. Lalu mencium kening calon istrinya.


Zea hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam mobil.


Di kejauhan, ada sepasang mata yang menatap tajam kearah Zea dan Dev.


"Hmm, manis sekali hubungan mereka, kita lihat saja apa yang akan terjadi pada hubungan kalian setelah ini," kata seorang wanita yang menatap mereka dari kejauhan.


Lalu mengikuti taksi yang di tumpangi oleh Zea.


Setelah keluar dari area mansion Dev, Lena mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan setelah berada di jalan yang seppi, Lena menyenggol kan mobilnya ke samping taksi yang dikendarai oleh Zea.


BRAKK


Dan seketika taksi itu kehilangan keseimbangan dan menabrak pohon besar yang ada didepannya.


Zea tersadar dan merasa kepalanya sangat berat, matanya terasa buram karena darah menutupi pandangannya.


Dia menghapus darah yang menutupi matanya.


"Shiiittt ..." umpatnya ketika melihat darah di tangannya.


Dia berusaha keluar dari mobil yang mulai berasap itu. Dan mencoba menggoyangkan pundak supir taksi itu yang tak sadar kan diri.


"Pak, sadar pak mobil ini mau meledak!!" kata Zea sambil berteriak tapi supir itu tetap tidak sadarkan diri.


"Shiitt ..." umpat Zea ketika mencoba membuka pintu mobil itu tapi tetap tak bisa.


"Ponsel ... dimana ponsel ku." Zea mencari ponsel nya tapi setelah di dapat ternyata ponsel itu sudah mati.


"Shiiittt, aku harus berusaha keluar dari mobil ini."


Kemudian asap sudah mulai mengebul dari depan mobil itu.


"Bagaimana aku bisa keluar dari sini," ucap Zea frustasi.


Karena pintu sebelah kanan tak bisa dibuka sementara di sebelah kiri ada jurang tepat disamping mobil.


Zea masih berusaha untuk membuka pintu mobil itu meskipun pandangannya mulai berat dan wanita itu tak sadarkan diri.


Di kejauhan ada mobil yang menghampiri taksi itu, lalu berhenti di belakang mobil yang kecelakaan dan seorang pria keluar dari mobil sport nya.


Pria itu menuju pintu taksi dan mencoba membukanya.


"Oh my, Beby ...." Dev membuka pintu mobil itu dan melihat Zea sudah tak sadarkan diri dengan darah yang menutupi hampir separuh wajahnya.


Ya, Dev mengikuti mobil yang di tumpangi Zea karena dia melihat ada mobil yang mengikuti taksi itu dari belakang dan Dev curiga pada mobil itu.


Pria itu menggendong tubuh Zea dari dalam taksi itu dan membawanya ke mobilnya.


"Bertahanlah Beby," kata Dev ketika sudah ada di dalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


BHOOOMMM


"Shhhitt," umpat Dev yang melihat mobil itu terbakar.


Selang 15 menit, Dev sampai dirumah sakit dan langsung menggendong tubuh Zea menuju IGD.


"Cepat periksa dia, dia mengeluarkan banyak darah dan tak sadarkan diri," kata Dev pada perawat yang ada disana.


"Baik tuan, silahkan tunggu diluar," jawab perawat itu dan dokter pun masuk.


Dev menunggu diluar ruangan itu dengan pikiran yang kacau, pria itu mengepalkan tangannya dan memukuli dinding rumah sakit itu.


"Seharusnya aku memaksanya agar pulang bersamaku," sesal Dev dan menempelkan keningnya di dinding itu.


Lalu ponselnya berdering dan tertera nama Adicipta disana.


"Hallo Uncle," kata Dev dengan nada yang sedikit bergetar.


"Dev, ada apa dengan mu?" tanya Adi khawatir mendengar suara Dev yang tak biasa.


"Apa semua baik-baik saja??" tanya Adi lagi namun Dev belum menjawabnya.


"Apa Zea bersama mu? Aku mencoba menghubunginya, tapi ponselnya tidak aktif," jawab Adi lagi namun Dev tetap tidak menjawabnya.


Adi mulai panik karena Dev tidak cepat menjawab pertanyaannya yang di lontarkan sejak tadi.


"Dimana Zea, Dev?" tanya Adi lagi tapi Dev tetap tak menjawabnya.


"DEV DIMANA PUTRI KU, JAWAB AKU!!" bentak Adi karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari calon menantunya.


"Zea kecelakaan, Uncle" jawab Dev.


"WHAT!!!" teriak Adi terkejut.


"Bagaimana itu bisa terjadi Dev, sekarang dimana Zea, bagaimana keadaannya?" tanya Adi bertubi-tubi.


" Zea sedang diruangan IGD Uncle, dokter sedang menanganinya," jawab Dev.


"Kirimkan lokasimu sekarang, Uncle langsung kesana," kata Adi lalu menutup sambungan teleponnya.


Dev memegang kepalanya yang tak sakit dan duduk di kursi tunggu itu.


ponselnya berbunyi lagi dan sekarang tertera nama momy di ponselnya.


"Oohh my, apa yang harus ku katakan pada Momy." Dev menyenderkan kepalanya ke dinding sambil melihat layar ponselnya yang terus berbunyi.


"Hallo Mom." Dev akhirnya mengangkat panggilan telepon itu.


"Dev, kau dimana? apa kau lupa mau antar Momy ke dokter??" kata Abel diseberang telponnya.


'Ohh my, kenapa aku bisa lupa,' batin Dev sambil memijat keningnya.


"Maaf aku lupa mom, aku ada urusan mendadak diluar Mom. Mintalah supir untuk mengantarmu Mom, bye." Dev langsung memutuskan sambungan teleponnya.


"Sorry Mom, aku berbohong padamu," kata Dev pelan.


Lalu mengirimkan lokasinya sekarang pada Adi calon mertuanya.


Adi yang mendapat pesan dari Dev, langsung bergegas untuk berangkat ke alamat yang sudah Dev kirim.


"Mau kemana mas? kenapa kau begitu panik," tanya Lisa yang melihat suaminya terburu-buru.


"Ke rumah sakit," jawab Adi lalu berjalan menuju pintu mansion.


"Siapa yang sakit pah?" tanya Gita yang muncul dari ruang tengah.


"Zea kecelakaan," kata Adi dan langsung naik ke mobilnya yang sudah disediakan oleh supir.


"Kita ke alamat ini," kata Adi pada supirnya dengan menunjukkan alamat dari ponselnya.


"Baik tuan." Supir itu langsung mengemudi kan mobilnya keluar dari area mansion.


.


.


"Gadis itu kecelakaan?" tanya Lisa pada Gita yang berada di depan pintu mansion.


"Yes Mom, dan semoga saja dia mati agar semua yang seharusnya menjadi milikku, bisa secepatnya aku miliki," kata Gita sinis sambil melipat tangan di dadanya.


"Hmmm, semoga saja, agar kita tak repot-repot untuk menyingkirkan nya," sahut Lisa dari belakang Gita.


Lalu mereka kembali masuk ke dalam mansion megah itu.


.


.


Berita kecelakaan itu langsung tersebar di medsos dan mengabarkan seseorang yang ada di dalam mobil itu sudah tiada karena mobil itu terbakar habis dan tak berbentuk.


Gosip itu juga mengabarkan bahwa kecelakaan itu adalah kecelakaan tunggal, karena tak ada jejak rem sama sekali dan tidak ada saksi mata yang melihat kejadian itu dan juga tak ada cctv di daerah itu.


"Akhirnya kau akan menjadi milikku lagi Dev, kau hanya milikku dan tidak ada yang boleh bersanding dengan mu kecuali aku," kata seseorang yang sudah menyebabkan kecelakaan itu terjadi.