My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 65



Kini Irza sedang berada di ruangan UGD untuk mengobati luka di lengannya. Valerie tampak gelisah karena merasa sangat khawatir pada sang suami yang sudah lama dia tinggalkan.


Rani berdiri dan menghampiri Valerie, lalu dia menarik tangan Valerie agar duduk di kursi tunggu bersama nya.


" Jangan terlalu khawatir, Val. Irza pria yang kuat, dan luka yang dia dapatkan tadi hanya luka kecil baginya," kata Rani sambil merangkul bahu Valerie.


Valerie tak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya. Lalu seorang dokter keluar dari ruangan UGD.


Valerie dan Rani langsung bangkit dan menghampiri Dokter itu.


" Bagaimana keadaan suami saya, Dokter?" tanya Valerie.


" Kami sudah menjahit dan mengobati luka di lengannya, Kondisi nya baik dan sekarang dia sedang istirahat didalam. Kami memberi nya Cairan karena darah yang keluar tadi cukup banyak, jadi kalian boleh membawa nya pulang setelah cairan nya habis," sahut Dokter dan langsung pergi dari hadapan Valerie.


Setelah mendengar penjelasan dari Dokter itu, Valerie langsung merasa lega. Dia langsung masuk untuk melihat keadaan Irza, sementara Rani tetap menunggu di luar.


.


.


Valerie melihat kearah ranjang dimana Irza terbaring dengan meletakkan lengannya di atas keningnya.


Valerie mendekat dan memegang lengan Irza yang kini sudah di perban. Irza merasakan sentuhan tangan Valerie, lalu dia menurunkan lengan yang menutupi matanya dan melihat kearah wajah khawatir sang istri.


" Heii ... aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil bagiku," kata Irza memegang tangan Valerie.


Valerie tak menjawab dan langsung memeluk tubuh Irza yang masih berbaring di ranjang. Wanita itu menangis karena sangat shock dengan apa yang di alami Irza.


Dia melihat sendiri bagaimana pisau lipat itu melukai lengan Irza hingga membuat darah nya langsung mengucur deras.


Tanpa dia sadari, bahwa Valerie masih sangat mencintai sang suami yang dia anggap sudah mati karena kekecewaan nya pada pria itu.


Irza mengusap lembut punggung Valerie dan mengecupi kepalanya.


" Jangan pergi lagi dariku. Aku tidak akan mengecewakan mu lagi, I promise," ucap Irza.


Valerie tak menjawab dan hanya terus memeluk tubuh Irza.


*


Saat masuk kedalam penginapan, Bibik Nuri melihat kedatangan mereka dan menghampiri mereka yang kini sudah ada di ruang tengah.


" Oh my God. Apa yang terjadi pada Tuan Irza?" kata Bibik Nuri saat melihat lengan Irza yang di baluti perban berwarna putih.


Valerie dan Irza kompak melihat kearah Bibik Nuri yang datang dari arah dapur.


" Hanya terjadi insiden kecil tadi, Bik. Tapi ini hanya luka kecil," sahut Irza.


" Aku akan membuat kan mu minuman," sahut Valerie bangkit dari sofa namun tangan nya di tahan oleh Irza.


" Tetaplah disini karena yang aku butuhkan saat ini hanya dirimu, bukan sebuah minuman," ucap Irza sambil mendongak melihat kearah Valerie yang berdiri di hadapannya.


Bibik Nuri tersenyum melihat adegan itu dan dia berpikir bahwa pasangan itu pasti sudah berbaikan.


" Biar Bibik saja yang membuat kan nya minuman, kau temanilah suami mu disini, sayang," kata Bibik Nuri.


Valerie hanya menganggukkan kepalanya dan duduk kembali di dekat Irza. Pria itu tampak tersenyum dengan penuh kemenangan karena Valerie sudah mau menuruti kemauan nya.


" Kau tahu? aku merasa sangat bersyukur sudah terjadi kecelakaan kecil ini," ucap Irza sambil memainkan rambut panjang Valerie dengan jari nya.


Valerie menoleh dengan mengerutkan keningnya.


" Karena dengan insiden tadi, aku terluka dan kau kembali mengkhawatirkan ku. Oh ... thank you God," lanjut Irza sambil mendongak kan kepalanya keatas seraya bersyukur.


PLAKK


Valerie memukul lengan sebelah kiri Irza yang tak terluka. Tapi pria itu malah tertawa.


" Kau tahu betapa khawatir nya aku saat melihat kau terluka? dan sekarang kau malah bersyukur karena hal itu? menyebalkan!!" ucap Valerie dan langsung memalingkan wajahnya setelah mengutarakan ke khawatiran nya.


Irza kembali tertawa dan menarik pinggang Valerie dan memeluknya dengan menggunakan tangan kirinya.


" Sorry ... tapi setidaknya karena insiden ini, kita bisa kembali dekat," sahut Irza sambil menyandarkan dagu runcing nya di bahu sang istri.


" I love you, i love you so much."


Valerie tersenyum mendengar ucapan cinta dari sang suami dan itu membuat hatinya menghangat.