
Leyra terdiam. Raut wajah nya berubah dan senyum di bibirnya pun menghilang. Sangat terlihat jika wanita itu terkejut mendengar pria yang sangat dia cintai sudah bertunangan.
" Haii ... kenapa kau terdiam? bukankah kau sahabat ku? harusnya kau juga memberikan selamat untuk ku," kata Irza.
Valerie melihat perubahan di wajah cantik Leyra dan dia mengerti akan hal itu.
' Irza menganggap nya sahabat, tapi tidak dengan Leyra. Dia menyukai Irza,' batin Valerie.
" Emmm ... Ya. Selamat juga untuk mu, Ir. Semoga kau bahagia. Aku permisi," sahut Leyra dan langsung pergi dari hadapan Irza dan Valerie.
" Heii ... bukankah kita akan makan bersama?" teriak Irza namun tak di gubris oleh Leyra.
Wanita itu melangkah kan kaki nya pergi dari restoran itu dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.
" Kenapa, Ir? kenapa? lagi-lagi kau mengabaikan ku dan hanya menganggap ku sahabat," gumam Leyra sambil terus berjalan menuju mobil yang dia parkir.
Dia memencet tombol dari kuncinya dan dia membuka pintu mobil nya.
Wanita itu menangis di dalam mobil itu sambil menundukkan wajahnya di atas setir kemudi nya.
" Kenapa aku yang selalu tersakiti tapi sialnya aku tak bisa membenci nya. Aku terlalu mencintainya hingga membuat ku terlihat sebodoh ini!"
" Apa aku harus celaka terlebih dahulu supaya kau mau melihat ku, Irza?" gumam nya.
" Ya. Irza sangat menyayangi ku, dia pasti akan memperhatikan ku jika aku celaka."
Leyra terdiam sambil menghapus jejak air matanya yang ada di pipinya. Dia menatap kearah depan dengan tatapan tajam nya.
Entah apa yang akan dia lakukan untuk mendapatkan perhatian dari pria yang dia cintai.
.
.
Sementara itu, dia restoran tadi. Valerie menatap kearah Irza.
" Kau menyakiti nya, Ir."
" Apa maksudmu?" sahut Irza masih tak mengerti.
" Dia menyukai mu dan mungkin bahkan mencintai mu. Tapi kau hanya menganggap nya sahabat, bahkan kau mengatakan kita sudah bertunangan pada nya," kata Valerie.
" Kenapa? apa ada yang salah? kita memang sudah bertunangan dan akan segera menikah. Apa salahnya?" sahut Irza.
" Ir ... kau menyakiti nya!" tegas Valerie.
" Tidak. Aku hanya mengatakan kebenaran tentang kita pada nya. Aku menyayangi nya dan hanya menganggap nya sahabat karena aku tak bisa menganggap nya lebih dari itu!" tegas irza.
Lalu pelayan datang dan menyajikan makanan yang sudah di pesan.
" Sekarang makanlah. Bukankah kau bilang sedang lapar tadi?" kata Irza.
Melihat makanan yang begitu lezat di hadapan nya. Membuat Valerie langsung menelan saliva nya dan menatap dengan mata yang berbinar.
" Makanlah. Sebelum aku menghabiskan semua nya."
Mendengar perkataan Irza, Valerie langsung mengambil makanan itu dan memakan nya dengan lahan karena selain merasa lapar, juga karena dia belum pernah menyantap makanan mahal itu.
Irza tersenyum melihat Valerie makan dengan lahapnya. Dia juga menyantap makanan itu bersama tanpa ada yang berbicara.
.
.
Sementara di tempat lain. Tepatnya di ruangan perawatan Ardo, ada seseorang pria paruh baya yang sedang berdiri di samping ranjang.
Pria itu adalah Nik. Asisten kepercayaan Ardo sejak dahulu hingga sekarang.
" Ini dokumen yang anda minta, Tuan!"
Ardo mengambil Dokumen itu dan memberikan nya pada Gita yang juga berdiri di samping ranjang nya.
" Terimakasih, Nik. Kau masih mau di repotkan oleh pria lemah seperti aku," ucap Ardo.
" Aku siap kapan pun jika anda membutuhkan bantuan ku, Tuan. Dan jangan berbicara seperti itu karena di mata ku, Anda tetap seorang pria yang kuat dan berwibawa," sahut Nik.
Ardo terkekeh mendengar nya.
" Aku sudah menemukan anak itu, Nik. Bahkan dia akan segera menjadi menantu ku," ucap Ardo.
" Benarkah? Aku turut senang mendengar nya, Tuan. Aku sangat ingat saat tuan berusaha begitu keras untuk menemukan mereka. Dan ternyata takdir berkata lain, tuhan mempertemukan Anda dengan anak itu dengan cara yang lain, yaitu lewat Irza."
" Ya. Kau benar, Nik. Aku merasa takdir sudah mempermainkan kita," sahut Ardo terkekeh kecil mengingat betapa keras perjuangan nya dulu saat mencari keberadaan Valerie dan Lenski.
Dan hasil tetap Nol. Dia tak bisa menemukan anak dari sahabat nya itu. Hingga Irza mengenalkan sosok wanita cantik yang ternyata adalah anak yang dia cari sejak dahulu.