
Beberapa hari kemudian.
Zea sudah mulai pulih dan luka di perutnya sudah mulai kering, jadi dokter mengizinkan dia untuk pulang.
" Aku senang Akhirnya aku bisa pulang. Aku sangat bosan berada di rumah sakit," kata Zea.
" Ya. Kuharap kau tak pernah masuk ke rumah sakit lagi. Aku begitu trauma ketika harus melihatmu kembali tidur di rumah sakit," kata Dev sambil menggenggam tangan sang istri.
" Jika itu terjadi lagi padamu untuk yang ketiga kalinya, maka aku akan mengutuk diriku sendiri karena tak bisa menjaga istriku dengan baik," lanjut Dev.
CUP
Zea mengecup bibir sang suami.
" Terimakasih," kata Zea.
Lalu mereka pun pergi dari rumah sakit.
.
.
Di kota paris tepatnya di mansion keluarga Henderso. Anggita dan Dimas masih ada di dalam mention itu, bersama Ardo dan Wilda.
Mereka sedang makan pagi bersama. Anggita masih betah berada di mention itu. Dia bahkan sudah mengelilingi mention itu bersama Wilda.
Bahkan Ardo pun sudah menepati janjinya untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya dahulu antara Lisa dan Ardo.
Hingga membuat Ardo akhirnya merusak perempuan itu dan membuat wanita hamil.
Dahulu, Ardo, Lisa dan Yosi terlibat percintaan segitiga. Yosi dan lisa yang saling mencintai dan Ardo yang merasa tersisih kan karena dia tak bisa mendapatkan cinta dari Lisa.
Dia merasa sangat sakit hati mendapat kabar bahwa Lisa dan Yosi akan melangsungkan pernikahan tanpa memikirkan perasaannya.
Dia sangat kecewa dengan hal itu, lalu dia pun melakukan hal yang buruk itu pada Lisa.
Ardo hanya ingin merebut kehormatan dari wanita itu saja, dan ternyata berdampak pada hubungan Lisa dan Yosi yang hancur.
Dan yang sangat mengejutkan lagi, ternyata Lisa hamul anak dari Ardo dan lahirlah Anggita. Dia memiliki putri akibat dari perbuatannya itu.
Anggita hanya mendengarkan cerita itu, dia tak berani berkomentar apapun. Tapi satu hal yang dia tahu, bahwa Ardo tidak seperti apa yang dia pikirkan.
Ardo bukanlah seorang ayah yang tak menginginkan putrinya, hanya itu yang bisa dia terima.
Namun Anggita juga tidak menyalahkan Ardo. Dia hanya mengatakan bahwa itu adalah sudah takdir dari tuhan untuknya dan juga lisa.
Ketikan mereka sedang asyik sarapan pagi, ada seorang pria tampan masuk ke dalam mention itu.
"Wahh ... sepertinya ada tamu," kata pria itu.
"Sayang kau baru pulang?" kata Wilda.
Wanita itu bangkit dari kursinya dan menghampiri putranya.
" Kemarilah," kata Wilda sambil menggandeng tangan Irza menuju ruang makan dan menundukkan nya di kursi yang menghadap ke arah Gita.
"Perkenalkan, mereka adalah anggota keluarga kita," kata Wilda.
" Bukankah kita tidak punya anggota keluarga lagi selain kita bertiga?" tanya Irza. Pria itu menatap kearah Anggita dan Dimas secara bergantian.
" Kalian bukan dari negara ini, kan?" tanya Irza.
" Ya, kau benar," sahut Dimas.
" Irza. Bersikap lah sopan kepada mereka karena dia juga saudaramu!!" kata Ardo tegas.
" Sepertinya aku tidak punya saudara," sahut Irza dengan sikap menyebalkan nya.
" Iya. Itu sebelum Daddy mengetahui bahwa Daddy punya putri dari masa laluku," sahut Ardo.
" Jadi aku punya seorang kakak?" kata Irza terkejut.
" Ya ... dia adalah putri ku, dan juga kakakmu," kata Ardo menunjuk kepada Anggita.
Anggita hanya tersenyum canggung sambil menundukkan kepalanya pada Irza.
' Sepertinya aku di takdir kan punya dua adik laki-laki yang tengil, bahkan Zea juga tengil,' batin Gita sambil mengingat dua saudara nya yang juga tengil.
" Aku kira kau hanya tamu di sini, dan aku berniat untuk menggoda mu tadi," kata Irza dengan sikap tengil nya.
Pria itu langsung mendapat pukulan keras dari mominya.
" Jaga bicaramu!! dia sudah bersuami," kata Wilda.
" Lagian dia adalah kakakmu, Irza!!" lanjut Wilda.
" Baiklah-baiklah."
Pria itu bangkit dari kursinya lalu memperkenalkan dirinya.
" Perkenalkan, aku Irza Herlando. Putra dari nyonya Wilda dan tuan Ardo," kata Irza.
Gita tersenyum melihat sikap tengil Irza.
" Hai ... namaku Anggita, salam kenal. Ternyata aku mempunyai adik laki-laki yang cukup tampan," kata Gita yang membuat Irza dan yang lain tertawa.
Lalu mereka pun melanjutkan makan paginya bersama. Dengan kehangatan sebuah keluarga yang utuh.
.
.
Satu minggu berlalu.
Anggita dan Dimas masih betah ada di Paris. Mereka ingin melanjutkan perjalanannya menuju kota kota berikutnya yang ada di prancis.
Sementara itu Zea ea dan Dev sudah kembali disibukkan dengan perusahaan masing-masing.
Mereka jarang bertemu, hanya bertemu saat tidur dan selalu menyempatkan untuk makan malam bersama.
Zea tidak keberatan dengan hal itu karena dia pun juga sibuk dengan perusahaannya.
Wanita itu kini selalu berkata jujur dan selalu menceritakan semua hal yang dilewati setiap harinya terhadap sang suami.
Mereka selalu berbagi cerita di saat sebelum mereka tertidur dan itu termasuk momen penting bagi mereka untuk saling berbagi cerita.
" Tidurlah, Beby. Kau pasti lelah," kata Dev memeluk sang istri dan menutup matanya.
" Hmmm ... Tidurlah," kata Zea.
Dev pun menutup matanya yang sudah mulai berat. Zea memindai wajah tampan sang suami, dia melihat wajah tampan itu yang sudah terlelal dengan nafas yang mulai teratur.
" I love you. Aku seperti di beri kesempatan kedua untuk selalu mencintaimu," kata Zea.
Wanita itu membelai seluruh wajah sang suami. Di mulai dari matanya, hidung mancungnya, bibirnya hingga ke rahang tegas di wajah tampan nya.
Dev merasakan hal itu. Dan disaat Zea menyentuh bibir Dev, pria itu membuka matanya dan mengangkat tangan Zea yang ada di bibirnya.
" Kau mengganggu tidur ku, Beby," kata Dev menatap lekat netra indah Zea.
" Sorry, aku tak bisa mengabaikan wajah tampan suamiku sebelum aku menikmatinya."
Zea langsung mencium bibir Dev yang sangat di rindukannya. Pria itu tersenyum dalam ciuman itu dan membalas ciuman dari sang istri.
Dev mengangkat tubuh Zea dan meletakkan nya di atas tubuh nya. Kini posisi Zea yang ada di atas pria itu membuat mereka begitu intim.
Ciuman yang awalnya pelan dan lembut. Kini berubah menjadi ciuman yang panas dan menuntut.
Tangan Dev membuka lingerie yang membalut tubuh sintal sang istri. Zea tak mengenakan apapun di balik lingerie itu.
Karena sejujurnya dia sangat merindukan sentuhan dari sang suami.
Dev melepaskan ciumannya dan menatap tubuh polos sang istri dengan senyum smirk nya.
Lalu pria itu langsung membuka bajunya dengan cepat.
" I Miss you," kata Dev setelah memeluk tubuh polos sang istri.
" I Miss you to," sahut Zea.
Mereka kembali berciuman dengan menggebu. Dev mengangkat kedua tangan Zea dan merentangkan di atas kepalanya agar dia bisa leluasa mencumbui sang istri.
Pria itu mengalihkan ciumannya ke leher jenjang sang istri. Dia menciptakan beberapa tanda merah disana.