My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 61



Bibik Nuri terpaku sambil menatap foto pernikahan itu, keningnya berkerut dan alisnya pun menyatu.


Tangan nya terulur untuk mengambil ponsel Irza untuk memastikan bahwa wanita yang ada di dalam foto itu benar Valerie atau bukan.


Dia juga menggeser dan melihat beberapa foto Valerie bersama Irza disana. Lalu dia mengangkat wajahnya dan menatap lekat kearah Irza.


" Jadi kau adalah suami Valerie?" tanya Bibik Nuri.


Irza hanya menganggukkan kepalanya dan mengambil ponselnya yang sudah di letakkan di atas meja oleh Bibik Nuri.


" Tapi kenapa Valerie mengatakan bahwa suami nya sudah meninggal?" tanya Bibik Nuri heran.


" Aku membuat kesalahan dan dia sangat kecewa padaku hingga dia memutuskan untuk pergi dari ku," sahut Irza.


Lalu tiba-tiba ada suara seperti barang yang terjatuh, Irza dan Bibik Nuri langsung menoleh dan melihat Valerie yang sudah berdiri di ambang pintu.


Wajah nya menyiratkan kemarahan dan matanya pun sudah menetes kan buliran bening nya.


Irza beranjak dari sofa dan menatap lekat wajah wanita yang sangat dia rindukan. Lalu pandangan nya tertuju pada perut buncit Valerie dan itu membuat Irza merasa senang.


Dia melangkahkan kakinya untuk menghampiri Valerie namun langkahnya langsung terhenti saat melihat Valerie mengangkat tangan nya agar Irza tak mendekat padanya.


" Berhenti!! tetap disitu dan jangan pernah mendekati ku!" tegas Valerie sambil mengangkat tangan nya.


Irza menatap Valerie dengan kening yang berkerut. Namun dia tak mengiyakan peringati dari wanita itu.


Dia terus melangkah kearah Valerie hingga membuat Valerie memundurkan langkahnya.


" Beby ... aku ingin menjemput mu. Kita akan pulang ke mansion kita dan Momy sudah menunggu mu," kata Irza.


" Tidak!! ini tempat ku dan disinilah seharusnya aku berada!!" sahut Valerie dengan suara yang bergetar.


Wanita itu berbalik pergi dan berpapasan dengan Rani dan juga pegawai nya yang akan masuk kedalam penginapan.


" Heii Val ... kau mau kemana? bukankah kita akan makan malam bersama?" teriak Rani sambil melihat Valerie yang berjalan cepat keluar dari penginapan nya.


Irza berlari mengejar Valerie begitu pun dengan Bibik Nuri yang merasa sangat khawatir dengan keadaan Valerie.


Namun pertanyaan nya tak di gubris oleh Irza karena dia ingin mengejar Valerie yang sudah berada jauh di hadapannya.


Lalu Rani berbalik dan melihat Bibik Nuri yang tampak menangis. Dia menghampiri Bibik Nuri dan menanyakan apa yang terjadi.


" Whatt!! jadi ternyata Irza adalah suami Valerie?" sahut Rani terkejut saat mendengar penjelasan dari Bibik Nuri.


Dia merasa speechless karena selama ini ternyata dia berteman dengan seorang wanita yang sudah menjadi istri dari temannya sendiri. Bahkan Rani juga sempat mendengar bahwa Irza sedang mencari istri nya yang hilang.


.


.


" Val ... Berhenti!! jangan terus lari dari ku!!" teriak Irza.


Namun Valerie terus saja mempercepat langkah kaki nya dan tak memperdulikan teriakan dari Irza.


Irza pun mempercepat langkah kaki nya dan berlari hingga dia bisa menarik tangan Valerie dan membuat wanita itu menghentikan langkahnya.


" Please ... jangan pergi lagi dariku," ucap Irza dengan nada yang ngos-ngosan.


Pria itu memegang tangan Valerie dan berlutut di belakangnya. Valerie merasakan tangan Irza yang melingkar di kedua kakinya dan dia pun kembali menetes kan air matanya.


" Aku mohon maaf kan aku. Ampunilah aku, kembalilah padaku, aku sangat mencintaimu, Valerie," kata Irza memohon pada Valerie.


Valerie hanya diam dan hanya terdengar Isak tangisnya saja. Irza tetap menggenggam erat tangan nya karena dia takut jika Valerie kembali lari dari nya.


" Aku tahu kesalahan ku, aku menyadari kesalahan ku dan aku mohon maafkan aku. Jangan lagi pergi dari ku karena aku tidak sanggup lagi jika kau pergi dari ku," ucap Irza yang kini sudah berdiri dan memeluk Valerie dari belakang dan mengusap perut buncitnya.


Valerie hanya diam dan tak menjawab apapun.


" Kau bahkan tak mengatakan kehadiran mereka pada ku, kau pergi tanpa mau mendengar kan apapun dari ku dan membawa pergi buah cinta kita," lanjut Irza.


Valerie hanya menikmati pelukan itu karena dia juga sangat merindukan sentuhan dari sang suami beserta usapan lembut tangan Irza di perut buncitnya membuat hatinya menghangat.