My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 35



Dua hari sudah Irza dan Valerie berada di Turki. Mereka tinggal di sebuah villa mewah yang dekat dengan Cappadocia.


Mereka sudah mengelilingi kota-kota indah di Turki. Bahkan Valerie sudah membeli banyak pernak-pernik dari setiap kota yang mereka datangi.


Dan hari ini adalah jadwal dimana mereka akan menaiki balon udara di Cappadocia. Hari yang sangat di nantikan oleh Valerie.


Kini wanita itu sudah berpenampilan cantik dan rapih. Dia sedang melihat pantulan dirinya di depan cermin, wanita cantik itu sedang menata rambut panjangnya.


" Sepertinya akan lebih baik jika aku mengikat nya saja," gumam Valerie sambil mencoba mengikat rambutnya.


Irza keluar dari kamar mandi dengan hanya melilit kan handuk di bagian bawah tubuhnya. Pria itu melihat sang istri yang tampak sibuk membenahi diri di depan meja rias.


Pria itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri sang wanita. Valerie tampak tetap fokus dengan mengikat rambutnya ke atas dan tak menyadari kehadiran sang suami yang kini berdiri di belakangnya.


" Done," gumam Valerie.


Tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang bahkan menghisap kuat kuli di tengkuk lehernya yang jenjang.


" Eeengghh ..."


Lenguhan itu terdengar saat dia melihat wajah tampan sang suami dari pantulan cermin di hadapannya.


Wanita itu memegang tangan Irza yang melingkar di perut nya dengan mata terpejam.


" Honey ... jangan menggodaku karena kau sudah mendapatkan jatah mu semalaman," kata Valerie.


Irza menghentikan kegiatannya dan terkekeh sambil mencium gemas pipi sang istri.


" Apa aku boleh meminta jatah ku lagi? hanya 15 menit," sahut Irza yang kini mulai menginginkan sang istri lagi.


Padahal sudah semalaman Valerie melayani sang suami. Bahkan pagi tadi mereka juga melakukan adegan panas itu lagi.


Valerie mencebik dan hal itu membuat Irza terkekeh karena melihat wajah cemberut sang istri dari cermin.


" Kau tidak akan melakukan itu hanya selama 15 menit. Dan aku yakin jika aku mengiyakan permintaan mu, maka kita akan gagal naik balon udara nya," sahut Valerie.


Irza tertawa dan melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri. Dia membalik tubuh Valerie dan mengangkat dagunya agar wajah cemberut itu melihat kearah nya.


" Baiklah, kita akan berangkat setelah ini," kata Irza dengan suara lembutnya.


Dia sangat tahu keong sang istri yang sangat ingin menaiki balon udara. Pria itu memilih untuk mengalah dan meredam gairah nya demi sang istri.


Dia sangat bersyukur karena sang istri selalu bisa memenuhi setiap permintaannya masalah ranjang. Wanita itu selalu memenuhi permintaan biologis nya itu.


Irza mengecup kening sang istri dan wajah cemberut itu kini berubah tersenyum ceria seperti tadi.


" Cepat pakai bajumu, aku akan keluar untuk menyiapkan sarapan kita."


Valerie keluar dari ruangan itu dan keluar dari kamar.


Irza tersenyum dan langsung mengenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh sang istri.


.


.


Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat dimana Valerie bisa menaiki balon udara. senyum cantik wanita itu selalu terpanjang di sepanjang perjalanan itu.


Irza melirik wajah sumringah sang istri dan dia menggenggam tangan nya. Valerie tampak melihat kearah jendela dimana dia sudah bisa melihat pemandangan indah disana.


Dia melihat banyak balon udara yang bergerak bertebaran di langit. Ada berbagai macam warna dan itu menambah ke indahan di langit sana.


Kini mobil yang di tumpangi mereka sudah terparkir. Mereka turun dari mobil dan Valerie tampak tersenyum senang sambil melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


Irza berjalan menghampiri sang istri dan menggandeng tangan nya. Mereka berjalan dan akhirnya sampai di mana salah satu balon udara yang sudah di pesan oleh Irza.


Petugas tampak menyiapkan segala persiapan dan membantu Valerie dan Irza menaiki keranjang balon udara.


Dan akhirnya balon yang di tumpangi Valerie dan Irza pun perlahan terbang. Mereka hanya menaiki balon udara itu berdua karena Irza sudah paham jika terjadi seseorang dan jika ingin menurunkan balon udara itu.


Valerie berdiri sambil merentangkan kedua tangannya. Senyum nya selalu tersungging bahkan sambil tertawa karena rasa bahagia nya.


" Kau bahagia?" tanya Irza sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang dan menghirup aroma wangi dari ceruk leher wanita itu.


" Aku sangat sangat bahagia. Thank you," sahut Valerie memegang tangan Irza yang melingkar di perut nya.


Irza memeluknya dari belakang sambil mengusap perut rata sang istri.


" I love you, semoga dia segera hadir," kata Irza berbisik dan mengecup leher sang istri.


Valerie tersenyum dan menyenderkan kepalanya di dada bidang sang suami.


" I love you to, semoga benih mu segera tumbuh di rahim ku agar tak sia-sia kau menumpahkan semua benih mu setiap malam di dalam rahim ku," sahut Valerie dan membuat Irza tertawa.


Pria itu membalik tubuh sang istri hingga menghadap kearahnya. Lalu dia langsung memagut bibir mungil sang istri dengan sesapan lembut.


Valerie tersenyum dan melingkar kan tangan nya di leher kokoh Irza dan membalas pagutan itu.