My Lovely Girl

My Lovely Girl
96 Bertemu



Kini Lisa telah tiba di mansion Anggita. Wanita paruh baya itu langsung masuk kedalam dan menuju ke halaman belakang dimana Gita dan Beby Arkana berada.


" Halo ... sayang. Sini berikan bayi itu pada Momy," kata Lisa menghampiri Gita dan langsung mengambil bayi Arkana dari tangan Gita.


" Aahhh ... Akhirnya," ucap Gita sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.


Lisa tertawa melihat ekspresi wajah Gita seakan yang seakan sudah terlepas dari bebannya.


Mereka menikmati kebersamaan itu. Dengan Beby Arkana yang sudah tak rewel karena mendapatkan posisi yang dia suka.


Lisa mengajarkan Gita bagaimana posisi yang sering di sukai oleh bayi pada umumnya hingga bayi itu tidak rewel meskipun tak sedang di gendong.


Gita belajar banyak dari Momy nya itu. Dia juga belajar membuat kan MP asi dari Lisa. Karena kini Arkana sudah mulai di berikan MP asi.


" Bagaimana dengan Daniel, Mom. Apa dia sudah mengabari mu?" tanya Gita.


" Ya. Aku yang selalu menghubungi nya, aku tak mau dia jauh lagi dari ku," sahut Lisa.


" Dia sudah lebih baik sekarang. Karena aku juga sering menanyakan kabar nya," sahut Gita.


" Ya. Semua berkat Zea yang selalu mengingat kan dia agar selalu bersikap baik pada kita," sahut Lisa.


" Oh God. Waktu berlalu begitu cepat, aku dan Zea sudah berkeluarga dan memiliki seorang putra. Dan Daniel tumbuh menjadi pria yang sangat tampan. Aku yakin dia akan langsung dikerubungi banyak wanita cantik disana," kata Gita mengingat adiknya itu.


" Ya. Didikan neneknya yang begitu keras dan tegas. Hingga membuat dia tumbuh menjadi pria tampan yang berkarisma, aku bangga padanya," sahut Lisa.


" Aku dengar, Zea tak membolehkan Daniel dekat dengan wanita disana," kata Gita.


" Benarkah? kenapa?" tanya Lisa.


" Zea tak mau cinta Daniel terbagi dengan wanita lain," ucap Gita sambil tertawa. Dan Lisa pun ikut tertawa mendengar ke posesifan Zea pada adiknya itu.


" Dia memang aneh. Harusnya dia bersikap seperti pada suami nya," sahut Lisa masih dengan tawanya.


" Ya. Aku rasa itu karena hormon kehamilan nya. Dev juga bilang bahwa Zea merengek ingin ikut mengantar kan Daniel dan ingin memastikan Daniel baik-baik saja sampai sana."


" Oh my. Aku rasa anak yang di kandung Zea akan mirip dengan Daniel," sahut Lisa tertawa.


Mereka melanjutkan obrolan nya sampai tak terasa jam makan siang pun tiba.


Gita masuk ke kamar bayi Arkana untuk meletakkan bayinya yang sudah tertidur pulas.


Sementara Lisa pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang yang tadi dia bawa dan memanaskan nya di microwave.


Ting Nong ...


Bel pintu mansion Gita berbunyi. Gita masih menyusui bayi nya di dalam kamar.


Dan Lisa masih sibuk di dapur.


Pelayan membukakan pintu utama mansion.


" Selamat siang, Tuan. Silahkan masuk," kata seorang pelayan yang sudah mengenal ayah kandung dari Gita. Karena pria itu cukup sering ke sana.


" Apa Gita ada?" sahut Ardo sambil melangkah kan kakinya masuk kedalam mansion.


" Iya, Tuan. Nyonya sedang di kamar bayinya," sahut pelayan itu.


Lisa mendengar percakapan dari pelayan dan seseorang yang bertamu. Dia penasaran dan ingin melihat siapa yang datang.


Namun tiba-tiba microwave itu berbunyi tanda makanan sudah siap. Lisa mengurung kan niatnya dan kembali menyiapkan makan siang nya.


Pelayan datang dan ingin membuat kan minuman untuk tamu dari nyonya nya itu.


" Biar aku yang membawa minuman itu ke depan. Kau teruskan menyiapkan makanan ini di meja makan," kata Lisa.


" Baik, Nyonya."


Pelayan itu meneruskan pekerjaan Lisa. Sementara Lisa sedang mengantarkan minuman itu kepada tamu yang duduk di ruang tengah.


" Siapa tamunya? apakah Tuan Yosi?" gumam Lisa bertanya-tanya.


Pria itu mengangkat kepalanya ingin melihat siapa yang datang. Bersamaan dengan itu, Lisa menatap pada sosok pria yang duduk di ruang tengah dan pandangan mata mereka bertumpu.


Ardo beranjak dari sofa dan Lisa menghentikan langkahnya. Tubuh Lisa mematung di tempatnya berdiri.


PRANG ...


Tiba-tiba nampan yang dia bawa terjatuh karena tubuh nya yang bergetar saat melihat pria yang sudah merampas kehormatan nya di masa lalunya.


Gita mendengar suara itu. Dia buru-buru keluar dari kamar bayi nya.


Dan betapa terkejutnya dia melihat Daddy Ardo yang sudah ada di ruang tengah dan bertemu dengan Lisa.


" Oh my. Apa yang harus aku lakukan," gumam Gita.


Lisa masih mematung di tempatnya. Gita langsung menghampiri sang Momy dan merangkulnya.


" Mommy tak apa-apa, kan?" tanya Gita.


" Kenapa pria itu ada disini, Gita? jelaskan pada Momy!!" teriak Lisa.


" Dia ... A-aku ..."


" Jelaskan pada Momy kenapa pria itu bisa ada disini!!!" bentak Lisa sambil mendorong tubuh Gita hingga tersungkur ke lantai.


Ardo langsung menghampiri Gita dan membantu nya berdiri.


" Jangan kasar pada putri ku!!" teriak Ardo tak terima putrinya di perlakukan seperti itu.


" Dia bukan putri mu!!" bentak Lisa. Wanita itu menangis karena kekesalan nya saat melihat pria yang sangat dia benci berdiri di hadapannya.


Apalagi dia mengakui Gita sebagai putri nya.


" DIA PUTRI KU!!!" bentak Ardo.


" APA BUKTINYA DIA PUTRI MU!!! LEPASKAN DIA KARENA DIA BUKAN PUTRI MU!!!" bentak Lisa.


Gita bingung dengan situasi ini. Dan dia hanya bisa menangis. Inilah yang dia takutkan, dia sangat takut ketika Momy dan Daddy nya bertemu karena itu akan membuat luka lama Lisa kembali terbuka.


" Aku tidak perlu bukti apapun, karena dia memang putri ku!!" sahut Ardo tegas.


" PERGII!!! AKU TAK INGIN MELIHAT PRIA BRENGSEK SEPERTI MU!!" bentak Lisa lagi.


Ardo melepaskan Gita dan ingin menghampiri Lisa yang menangis histeris. Namun tangannya di tahan oleh Gita.


Pria itu menoleh pada sang putri dan Gita menggeleng kan kepalanya.


Ardo menangkup pipi Gita dan menghapus air matanya.


" Ini harus terselesaikan, sayang. Percayalah dia akan baik-baik saja," kata Ardo.


Lalu dia melangkahkan kakinya mendekati Lisa yang tengah menangis dan terduduk di atas lantai.


Wanita itu menundukkan kepalanya dengan sambil menutup kedua telinganya.


Ardo berlutut di hadapan Lisa dan mengambil tangan nya namun langsung di hempasan oleh Lisa.


" Jangan menyentuh ku!!" bentak Lisa.


" Aku minta maaf padamu. Aku benar-benar minta maaf atas kesalahan ku di masa lalu. Aku sangat menyesali nya, aku sudah menerima hukuman nya dengan tak mengetahui bahwa aku punya seorang putri cantik dari perbuatan keju ku padamu. Aku sudah menerima hukuman dengan tak dekat dengan putri ku bahkan aku baru mengetahui bahwa aku memiliki seorang putri. Tolong maafkan aku," kata Ardo dengan penuh penyesalan.


Mendengar perkataan Ardo, membuat Lisa sedikit lebih tenang. Wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap lekat mata Ardo yang mulai berair.


" Tolong maafkan aku. Aku tak memiliki keberanian untuk menghadapi mu dulu, kau bisa menghukum ku semau mu. Atau kau bisa melaporkan ku pada polisi jika itu membuat mu puas. Aku akan menerima semua konsekuensinya karena aku memang bersalah. Aku pria brengsek dan tak bertanggung jawab, aku mengakui nya," kata Ardo dengan air mata yang mulai menetes.


Lisa melihat ketulusan dari Ardo. Pria itu benar-benar tulus ingin meminta maaf pada nya.


Bersamaan dengan itu. Dimas datang bersama Adi dan melihat adegan itu dari ambang pintu.