My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 38



Kini Valerie dan Irza sudah ada di negara tempat tinggal Gita. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Mansion sang kakak yang berada di tengah kota.


Drt drt drt


Ponsel Irza berdering, pria itu lekas mengambil benda pipih itu dan langsung menggeser tombol berwarna hijau hingga panggilan pun otomatis tersambung.


" Hallo, Mom."


" Hallo, Ir. Kau sudah sampai?" tanya Wilda dari seberang telepon.


" Sudah, Mom. Kami sedang dalam perjalanan menuju Mansion kak Gita," sahut Irza.


" Hmmm ... Baiklah. Sampaikan salam ku pada Gita dan semuanya. Aku sangat merindukan mereka," sahut Wilda.


Irza tersenyum dan menganggukkan kepalanya meskipun sebenarnya Wilda tak akan bisa melihatnya.


" Ya, Mom. Aku tidak akan lama, mungkin aku disini hanya satu Minggu. Dan setelah urusan disini selesai, aku akan langsung pulang," kata Irza.


Mendengar ucapan dari sang putra, Wilda pun tersenyum.


" Ya. Selesaikan urusan mu terlebih dulu, Ir. Jangan terburu-buru," sahut Wilda.


" Hmmm ... I Miss you, Mom. Bye."


" I Miss you to," sahut Wilda dan langsung memutuskan panggilan itu.


.


.


Mobil yang tumpangi Irza dan Valerie pun tiba di halaman depan mansion Gita yang sangat lebar. Mereka turun dari mobil dan langsung melihat kearah beranda mansion yang kini sudah ada Gita dan Ivander berdiri menyambut kedatangan nya.


" UNCLEE !!!"


Ivander berlari kearah Irza dan Valerie sambil merentangkan kedua tangannya. Begitu pun dengan Irza, pria itu turut melakukan hal yang sama dan melangkah kearah sang keponakan yang berlari kearahnya.


Hup


Irza menangkap tubuh Ivander yang melompat kearahnya dan dia memeluknya.


" I Miss you, Uncle. Apa Grand ma tidak ikut?" tanya Ivander.


Irza tersenyum dan menggeleng kan kepalanya. Dia menggendong tubuh sang keponakan dan berjalan kearah Gita yang tersenyum pada nya.


" Kenapa Uncle tidak membawa Grand ma sekaligus? I Miss her so much," ucap Ivander yang ada di dalam gendongan Uncle nya.


" Grand ma sedang tidak enak badan, sayang. Jadi dia tidak bisa ikut kemari," sahut Valerie sambil mengusap lembut puncak kepala Ivander.


" Oh God. Aku akan menghubungi nya," sahut Ivander beringsut dari gendongan Irza dan berlari masuk kedalam mansion.


Semua hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak itu.


" Ayo, Masuklah. Kalian pasti lelah," ucap Gita mempersilahkan Irza dan Valerie masuk.


" Ya. Aku ingin beristirahat dulu, Kak."


Gita mengantarkan Irza dan Valerie ke kamar yang sudah dia siap kan.


" Istirahatlah, nanti akan ku panggil setelah makan malam."


Irza mengangguk kan kepalanya dan Gita pun langsung pergi dari kamar itu, meninggalkan pasangan pengantin baru itu.


.


.


Malam menjelang.


Semua keluarga besar Gita tampak sudah berdatangan karena Gita juga mengundang semua keluarga nya.


Dev dan Zea pun juga hadir disana dengan membawa kedua buah hatinya. Dominic dan Ezly.


Mereka berkumpul di ruang tengah sambil mengobrol ringan dan membahas tentang pekerjaan nya masing-masing.


Lalu datanglah Irza dan Valerie. Mereka langsung bersalaman dan bergabung dengan semua keluarga Gita.


Setelah itu mereka pun ke ruang makan dan makan malam bersama.


.


.


Sementara di tempat lain.


Seorang wanita tampak sedang berbicara dengan seseorang dari seberang telepon nya.


" Jadi mereka masih asik berbulan madu?" tanya Wanita itu.


" Iya, Nona. Dan mereka sedang berada di negara X saat ini," sahut seorang pria yang menjadi lawan bicaranya.


" Baiklah. Tetap awasi mereka, dan jangan sampai kau kehilangan jejaknya."


Panggilan itu pun berakhir. Wanita itu meletakkan ponselnya di meja dengan seringai licik di bibir nya.


" Ternyata kalian sangat berbahagia di atas penderitaan ku!"


" Kau milikku, Irza. Dan kau bilang kau menyayangiku tapi apa yang kau lakukan?"


Wanita itu tertawa tapi dengan air matanya yang mengalir semakin deras. Hatinya serasa di tusuk oleh seribu jarum dan itu sangat menyakitkan baginya.


" Tunggu aku, Ir. Aku akan membuat mu kembali pada ku seperti dulu saat kita bersahabat tanpa ada seorang kekasih di tengah-tengah kita."