My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 48



Malam menjelang.


Lenski datang ke kamar sang Kakak dengan membawa kan makanan untuk Valerie. Dia berjalan kearah ranjang dimana Valerie menutup tubuhnya dengan selimut tebalnya.


Dia meletakkan makanan itu di meja dan duduk di tepi ranjang.


" Kakak ..."


Valerie mendengar suara Lenski dan membalik tubuhnya hingga menghadap kearah sang Adik.


" Kau sudah makan malam, sayang?" tanya Valerie tersenyum pada Lenski.


" Sudah. Dan aku membawakan makanan untuk Kakak," shut Lenski.


Valerie tersenyum dan duduk di ranjang itu sambil bersandar di dashboard ranjang.


" Terimakasih," sahutnya.


Lalu Lenski memberikan makanan itu pada Valerie namun wanita itu menolak nya.


" Kakak harus makan karena aku tidak mau melihat Kakak seperti ini," kata Lenski.


" Kakak akan makan jika kau mau menyuapi kakak," sahut Valerie sambil tersenyum.


" CK. Kenapa Kakak jadi manja?" sahut Lenski sambil mengambil sendok dan mulai menyuapkan makanan ke mulut Valerie.


Valerie tersenyum dan membuka mulutnya.


" Aku hanya butuh perhatian dari Adik tampan ku, apa aku salah?" tanya Valerie.


" Ya. Makanlah yang banyak agar kau tak merepotkan ku," sahut Lenski cuek.


Valerie terkekeh dan menepuk kening Lenski. Namun anak itu malah tertawa.


" Ah ya. Kakak, aku ingin pindah ke asrama," kata Lenski sambil terus menyuapi Valerie.


Ekspresi wajah Valerie tampak berubah dan senyumnya pun memudar. Dia menatap kearah Lenski yang duduk di hadapannya.


" Kenapa? kau tak betah di mansion ini?" tanya Valerie.


" Tidak, bukan begitu. Hanya saja aku ingin mandiri dan di asrama aku pasti akan belajar banyak hal. Aku melihat itu dari teman-teman ku yang tinggal di asrama sekolah," sahut Lenski.


Ya. Lenski menempuh pendidikan di sekolah elit yang juga terdapat asrama bagi para murid yang tinggal jauh dari orang tuanya.


" Kakak bisa langsung menemui ku di asrama. Aku juga bisa menghubungi Kakak lewat telepon yang di sediakan disana," ucap Lenski meyakinkan Valerie.


Valerie tampak berpikir. Dia memang ingin Lenski tumbuh menjadi pria yang mandiri dan dia akan belajar banyak jika berada di asrama.


Valerie juga takut jika sang Adik salah dalam pergaulan nya karena dia tak bisa memperhatikan Lenski selama 24 jam. Tapi jika anak itu berada di asrama ada beberapa guru dan pengawas yang pasti akan menjaga dan memperhatikan nya.


Bahkan dia akan di batasi untuk keluar dari asrama dan itu tidak akan membuat Lenski terjerumus dengan pertemanan gelap di luar sana.


" Hmmm ... Baiklah. Jika itu memang kemauan mu sendiri," ucap Valerie akhirnya menyetujui keinginan sang Adik.


" Lalu sampai kapan kau akan tinggal di asrama?" tanya Valerie.


" Sampai aku mendapatkan gelar master ku," sahut Lenski dan membuat Valerie hampir saja tersedak.


" Kau serius?" tanya Valerie meyakinkan sang adik.


" Ya. Aku sudah memikirkan hal ini sejak lama, Kak."


Valerie terdiam. Dia merasa sangat beruntung memiliki Adik seperti Lenski yang sejak kecil sudah sering membantu nya.


Anak itu bisa berpikir sedewasa itu dan bisa mengambil keputusan sendiri untuk jalan hidup nya. Karena sejak kecil dia sudah di terpa oleh jalan hidup yang keras dan tanpa kedua orang tuanya.


Valerie memeluk tubuh Lenski dan mereka saling berpelukan.


" Aku akan mendukung apapun keinginan dan keputusan mu," sahut Valerie.


" Thank you, Kak." sahut Lenski dan melepaskan pelukannya.


" Besok aku akan meminta bantuan pada Uncle Kiki untuk mengurus semua keperluan mu disana," kata Valerie dan hanya dibalas anggukan kepala oleh Lenski.


Obrolan itu pun berlanjut dengan Lenski yang ikut berbaring di atas ranjang nya. Hingga beberapa saat kemudian Valerie kembali tertidur sambil memeluk Lenski.


Lenski bangkit dari ranjang secara perlahan dan mencium kening sang kakak lalu membenarkan letak selimut nya.


" Aku mendengar kan semua nya kak. Aku tahu ada yang kau pikirkan, dan kak Irza sibuk dengan wanita yang bernama Leyra hingga dia tak memperhatikan mu," gumam Lenski.


" Ini bukan rumah ku dan ini bukan tempat tinggal ku. Aku marah tapi aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mu, Kak. Karena aku tak ingin ikut campur dalam rumah tangga mu."


Lenski pun keluar dari kamar Valerie sambil membawa piring kosong. Dia juga menutup kembali pintu nya secara perlahan karena tak ingin mengganggu tidur Valerie.