
~ Masih Flash back ~
Sore menjelang. Ardo terlihat sedang membereskan berkas-berkas yang tadinya berserakan di atas meja.
Dia ingin bergegas untuk pulang karena dia takut jika Willie dan Kinos sudah sampai terlebih dahulu di mansionya.
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangannya dengan begitu keras. Pria itu terkejut dan melihat kearah sang asisten yang ternyata sudah membuka pintunya.
" Ada apa, Nik?" tanya Ardo menatap ekspresi wajah dari asistennya yang tak bisa di tebak.
" Tuan ... ada kabar buruk," ucap Nik dengan nafas yang tersengal.
Pria itu menutup pintu dan berjalan menghampiri meja sang bos.
" Tuan Kinos dan Nyonya Willie meninggal dunia!"
DEG
Ardo tak bergeming. Dia terpaku dengan ekspresi wajah nya yang sangat terkejut.
" Apa yang kau katakan, Nik? jangan bercanda!" tegas Ardo menatap tajam wajah Nik.
" Ini memang benar, Tuan. Mereka kecelakaan setelah pulang dari sini! dan mereka langsung meninggal di tempat."
Ardo yang terkejut terduduk lemas di kursi kebesaran nya. Sahabatnya itu baru saja menemui nya dan meminta bantuan padanya.
Dan sekarang dia malah mendengar kabar bahwa sahabat nya itu telah meninggal dunia.
Dia curiga pasti itu bukanlah kecelakaan biasa, pasti ada seseorang di balik semua ini.
" Selidiki tentang kecelakaan itu. Apa itu murni kecelakaan, atau memang ada seseorang di balik kecelakaan itu!" kata Ardo dengan nada yang dingin.
" Baik, Tuan!"
Nik langsung keluar dari ruangan Ardo. Dia langsung menghubungi anak buahnya untuk segera menyelidiki tentang kecelakaan itu.
Sementara itu, Ardo yang masih syok dengan kabar itu tampak termenung di kursi kebesaran nya.
Tangan nya terangkat dan memijat keningnya yang tak pening. Pikirannya terbang memikir kan apa yang tadi di sampaikan oleh Kinos.
" Valerie ... Lenski. Aku harus menjemput mereka."
Ardo langsung beranjak dan bergegas keluar dari ruangan nya.
Saat dia sudah ada di lobby. Dia melihat Nik yang sedang berbincang dengan seseorang yang ternyata anak buah Ardo.
Dengan langkah lebar nya, Ardo menghampiri mereka.
" Bagaimana? kalian sudah menyelidiki nya?" tanya Ardo.
" Sudah, Tuan. Ini murni kecelakaan tapi ada satu kejanggalan."
" Hmm ... katakan!" tegas Ardo tak sabar.
" Itu artinya mereka menyabotase mobil itu disini?" tanya Ardo.
" Belum tentu, Tuan. Kita belum melihat cctv di area parkir," sahut Nik.
" Lalu apa yang kalian tunggu? cepat cek cctv nya sekarang!!" kata Ardo dengan sedikit membentak.
Mereka pun langsung berjalan menuju tempat dimana bisa melihat hasil cctv. Ardo juga mengikuti langkah Nik dan anak buahnya dan melupakan apa tujuannya tadi.
Setibanya di ruangan cctv. Mereka langsung memeriksa hasil rekaman cctv dimana mobil Kinos terparkir.
Pandangan Ardo tampak fokus pada layar monitor yang ada di hadapannya. Namun tak ada keanehan dalam rekaman itu.
Tidak ada yang mendekat kearah mobil itu sampai akhir nya Kinos dan Willie masuk kedalam mobil itu lagi. Dan mobil itu berjalan meninggalkan parkiran.
" Apa mungkin mereka berhenti di suatu tempat?" pikir Nik.
" Bisa jadi, Nik. Mungkin mereka mampir di suatu tempat setelah dari perusahaan ini," sahut anak buah Ardo.
" Mereka bilang akan pulang setelah dari sini. Cepat kalian periksa seluruh cctv jalan yang menuju kearah rumah Kinos!" tegas Ardo.
" Baik, Tuan!"
" Nik ... aku ingin melihat jenazah mereka. Temani aku karena setelah itu ada yang harus kau kerjakan!"
" Siap, Tuan!"
Ardo keluar dari ruangan itu dengan Nik yang berjalan di belakangnya.
Mereka langsung menaiki mobil Ardo dan kali ini Nik yang mengemudikan mobil itu. Nik langsung melajukan mobil itu menuju rumah sakit dimana jenazah Kinos dan Willie berada.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ardo tampak gelisah, dia merasa ada sesuatu yang ingin dia kerjakan sebelum keluar dari ruangan nya tadi.
Dia berusaha mengingat tapi dia benar-benar lupa jika dia akan menjemput anak-anak Kinos dan Willie.
Kini mobil Ardo tiba di parkiran rumah sakit. Ardo langsung turun dari mobil nya dan berjalan masuk kedalam rumah sakit.
Dengan langkah lebar nya, dia mencari dimana ruangan jenazah berada dengan ditemani Nik dibelakang nya.
Namun saat sudah tiba di ruangan jenazah. Dia tak menemukan jenazah Kinos dan Willie.
Itu membuat Ardo geram. Nik bertanya pada perawat dimana jenazah itu berada.
" Maaf, Tuan. Anda sedikit terlambat karena keluarga korban sudah membawa jenazah itu dan akan langsung di makam kan," kata seorang perawat.
" Baik, Terimakasih atas informasinya."
Perawat itu langsung melangkah pergi dari hadapan Nik setelah mengucapkan permisi.
" Dia bilang keluarga? pasti yang mereka sebut keluarga itu adalah ipar dari Kinos. Kenapa mereka terlihat perduli dengan jenazah Kinos dan Willie? ini sangat aneh," gumam Ardo.