My Lovely Girl

My Lovely Girl
S2 Valerie - Irza 43



Mereka berpelukan dan melepas rindu karena cukup lama tak bertemu. Irza baru datang dari bulan madu nya bersama sang istri.


Dan terakhir mereka bertemu hanya di pemakaman Daddy Irza. Itupun hanya pertemuan singkat saat Leyra berbelasungkawa atas kepergian Ardo.


" Aku merindukan mu, Ir. Kau sehat?" tanya Leyra melepaskan pelukannya.


" Aku juga merindukan mu, Leyra. Aku sehat bagaimana dengan kabar mu? ku lihat kau semakin sibuk akhir-akhir ini hingga kau tak sempat menghubungi ku," sahut Irza.


" Ya. Aku memang cukup sibuk karena semua restoran ku ramai. Dan aku baru mempersiapkan pembukaan cabang restoran yang baru," sahut Leyra yang masih memegang tangan Irza.


" Wah ... kau hebat, Leyra. Aku cukup senang dengan kesuksesan mu," sahut Irza sambil mengacak rambut Leyra.


" Iiirrr ... kau selalu melakukan hal itu!" protes Leyra sambil mencebik.


" Sorry ... aku tak bisa menghentikan kebiasaan ini," sahut Irza.


Lalu Irza merangkul bahu Leyra dan berjalan menuju pintu mansion dengan Leyra yang melingkar kan tangannya di pinggang Irza.


Asisten Irza hanya tersenyum sambil berjalan di belakang Irza dan Leyra.


Tampak Veloz dan Meya menyambut kedatangan Irza. Mereka tak heran dengan kedekatan Irza dan Leyra karena mereka memang sangat tahu persahabatan keduanya.


" Selamat malam, Ir. Terimakasih kau sudah mau menyempatkan waktu untuk makan malam sederhana ini," kata Veloz merentang kan kedua tangannya.


Irza tersenyum dan menyambut pelukan hangat dari Veloz. Dan dia juga melakukan hal yang sama pada Meya, ibu dari Leyra.


Sebelum mereka makan malam bersama. Mereka mengobrol ringan terlebih dahulu di ruang tengah.


" Kalian masih bersahabat?" tanya Meya.


Leyra dan Irza saling menatap.


" Ya. Apa ada yang salah, Mom?" tanya Leyra.


" Tidak. Hanya saja kau harus menjaga sikap mu pada Irza, Leyra. Karena Irza sudah memiliki istri," ucap Meya yang langsung membuat senyum di bibir Leyra menghilang.


Irza melihat perubahan di raut wajah Leyra dan dia mengerti hal itu.


" Istri ku sudah mengenal Leyra, Aunty. Dan dia juga tahu tentang persahabatan kami," sahut Irza.


Meya hanya menganggukkan kepalanya saja sambil menyesap minuman nya.


" Ah ya. Selamat atas pernikahan mu, Ir." Kata Leyra dengan nada yang terdengar sendu.


" Maaf aku baru bisa memberikan selamat. Karena aku memang cukup sibuk belakangan ini," lanjut Leyra.


" Hmmm ... Terimakasih. Itu tak masalah, toh kau sudah mengenal Valerie, bukan?" sahut Irza.


" Ayo kita makan malam dulu, setelah itu kita bisa melanjutkan obrolan ini," kata Veloz yang melihat perubahan di raut wajah Leyra.


Leyra mengambil posisi duduk di samping Irza dan dengan cepat dia langsung mengambil kan makanan yang di sukai oleh pria itu.


Hal yang cukup sering dia lakukan sejak dulu. Dimana Irza selalu menemani nya makan malam di mansion itu saat kedua orang tuanya sibuk dengan perusahaan.


" Terimakasih, Leyra."


Leyra hanya tersenyum dan langsung mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Sebenarnya Irza merasa risih dengan sikap biasa Leyra.


Karena kini Irza sudah memiliki seorang istri yang harus dia jaga perasaan nya. Tapi untuk kali ini, Irza membiarkan hal itu tapi untuk yang terakhir kalinya.


Mereka makan malam bersama dengan suasana yang hening dan hanya tersenyum suara dentingan sendok dan garpu.


.


.


Makan malam pun selesai dan berjalan dengan hikmat. Veloz dan Meya mengantarkan Irza dan Leyra yang akan pergi dari mansion.


" Terimakasih atas waktu mu, Ir."


" Ya, Uncle. Aku pulang dulu," sahut Irza dan menjabat tangan Veloz.


Dia juga berpamitan pada Meya sebelum pergi dari mansion itu. Leyra pun juga melakukan hal yang sama sebelum pergi dari mansion kedua orang tuanya.


Hingga mereka pun langsung berbalik dan berjalan menuju mobil masing-masing. Veloz dan Meya langsung masuk kedalam mansion tanpa menunggu mobil Irza dan Leyra keluar dari halaman mansionnya.


" Aku duluan, Ir."


Leyra langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan mobil Irza.


Wanita itu tampak menghubungi seseorang untuk menjalani rencana ekstrim yang sudah lama dia rencanakan.


Dia sangat tahu sikap Irza yang tidak akan membiarkan nya pulang sendirian di malam seperti ini.


Dan dia sangat yakin jika Irza akan masuk dalam perangkap nya.


" Hallo ... Bersiaplah," ucap Leyra pada seseorang di balik teleponnya.


" T-tapi, Nona. Apa anda yakin dengan rencana gila ini?" sahut seorang pria yang menjadi lawan bicaranya.


" Lakukan seperti rencana awal kita. Dan jangan ragu untuk melakukan nya. Mengerti!"


Leyra langsung meletakkan ponselnya dan menghapus riwayat panggilan itu. Dia melihat kearah spion nya dan senyumnya mengembang saat melihat mobil Irza yang benar-benar mengikuti nya.


" Tetaplah seperti itu, Irza. Karena kau akan segera masuk kedalam perangkap ku," gumam Leyra tersenyum licik.