
Setelah mengetahui jika suami dan juga orang tuanya kompak membuat kejutan dengan mengerjainya kembali, Azkia memilih mengurung diri di kamar karena merasa kesal. Dia sedang hamil, emosinya labil, namun orang-orang terdekatnya justru melakukan hal yang membuat emosinya bergolak. Jelas saja dia merasa kesal dan kecewa. Dia berpikir apa kejadian semalam saat dia dibuat kesal dengan kedatangan Raffasya yang telat tanpa memberi kabar masih belum juga cukup untuk mengerjainya?
Azkia sudah tidak memperdulikan dering telepon yang berbunyi masuk di ponselnya. Entah itu suami ataupun Papa dan Mamanya yang saat ini menghubungi.
Sementara Raffasya yang menduga istrinya mengambek karena merasa sudah dihohongi kembali, akhirnya memilih menjemput Azkia di rumah mertuanya itu.
" Assalamualaikum, Bi Jun. Almayra ada di mana?" tanya Raffasya saat Bi Jun membukakan pintu untuknya.
" Non Kia ada di kamarnya, Mas." sahut Bi Jun.
" Oh ya sudah, saya ke atas dulu, Bi." Raffasya bergegas melangkahkan kakinya menuju kamar Azkia di lantai atas.
" May, buka pintunya." Saat ingin membuka handle pintu ternyata pintu kamar istrinya itu terkunci dari dalam.
" May, ayo kita ke La Grande. Papa, Mama dan saudaramu sudah menunggu di sana," ujar Raffasya kembali.
" May, jangan ngambek terus, dong! Kami sudah menyiapkan ini untuk kamu." Raffasya memang mengatakan kepada Natasha kalau dia berencana memberi perayaan ulang tahun istrinya, tentu saja dengan sedikit drama yang dibuatnya terlebih dahulu.
" May ..." Raffasya kembali mengetuk pintu kamar istrinya yang masih juga belum membukakan pintu untuknya. " May, kalau kamu nggak membuka pintu, aku panjat dari balkon, ya!" Raffasya memberi ancaman agar istrinya itu mau menuruti apa yang dikatakannya.
Setelah ditunggu sampai lima menit namun Azkia tak juga membuka pintu kamarnya, akhirnya Raffasya melakukan apa yang diucapkannya tadi.
Tak berapa lama ...
Buugghh
" Aakkhh ...!!"
Azkia langsung menoleh ke arah balkon saat dia mendengar suara benda terjatuh menghantam tanah dan suara teriakkan Raffasya. Azkia segera berlari ke arah balkon kamarnya, dan Azkia seketika membelalakkan matanya saat melihat Raffasya tergeletak di rumput dengan tangan memegang kepala dan juga pinggangnya.
" Kak Raffa? Astaghfirullahal adzim ...!" Azkia segera berlari ke luar kamarnya ingin melihat keadaan suaminya yang dia lihat terjatuh.
" May, jangan lari-lari!" Raffasya yang menyadari Azkia terlihat panik berlari ke luar langsung bangkit dan ikut berlari menuju ruang tamu rumah Yoga untuk menghadang istrinya agar tidak melakukan tindakan ceroboh yang bisa membahayakan kandungan Azkia. Dan sesampainya di ruang tamu, dia melihat Azkia sedang berlari menuruni anak tangga.
" May, berhenti! Jangan berlari!" Kali ini giliran Raffasya yang terlihat panik melihat Azkia berlari. Dia pun langsung berlari menaiki anak tangga lalu mengangkat tubuh Azkia yang baru satu langkah menuruni anak tangga.
" May, hati-hati! Jangan lari-lari!"
Azkia seketika mengerjapkan matanya mendapatkan perlakuan posesif Raffasya kembali kepadanya.
" Kak Raffa? Kak Raffa bohongin aku lagi? Kak Raffa tadi pura-pura jatuh, kan?" Azkia kembali menatap dengan sorot mata tajam ke arah suaminya saat menyadari kalau ternyata Raffasya tidak mengalami kecelakaan sama sekali.
" Iiihhh ...!!" Azkia memukuli tubuh Raffasya karena merasa kesal.
" Kalau aku nggak pura-pura terjatuh, kamu nggak akan keluar kamar, kan?" Raffasya terkekeh membuat Azkia semakin memberengut.
" Tapi aku nggak sangka kamu khawatir seperti itu. Berarti kamu mencemaskan aku 'kan sekarang? Bukan bayinya yang cemas?" sindir Raffasya yang selalu mendengar istrinya itu selalu mengatas namakan bayinya jika mengkhawatirkan dirinya.
Azkia mencebikkan bibirnya, setelah mengerjainya, membuatnya merasa khawatir, sekarang malah meledeknya. Sementara Raffasya langsung membawa tubuh Azkia sambil menuruni anak tangga lalu keluar dari rumah mertuanya.
" Kita ke La Grande sekarang, kamu sudah ditunggu sama Papa, Mama dan adik-adik kamu." Raffasya meminta Azkia untuk menurutinya.
" Aku nggak anggap kamu bo doh, May. Aku hanya ingin kasih kejutan buat kamu." Raffasya menepis anggapan Azkia kalau dirinya menganggap istrinya itu bo doh, karena beberapa kali berhasil dikelabuhi.
" Tapi Kak Raffa berhasil bikin aku tertipu dengan sandiwara Kak Raffa berkali-kali."
" Sudah jangan bicarakan itu. Kita berangkat sekarang." Raffasya membuka pintu dan meletakan tubuh Azkia di jok depan mobilnya lalu dia sedikit berlari ke arah jok kemudi untuk membawa Azkia ke cafenya.
***
Walaupun Raffa mengatakan hanya mengadakan perayaan kecil-kecilan, namun tetap saja acara perayaan ulang tahun Azkia berjalan sangat meriah. Tidak hanya keluarga Yoga yang datang, tapi juga keluarga Gavin yang diwakili oleh Azzahra dan juga Rayya serta keluarga Raditya. Ada juga beberapa sahabat terdekat Azkia termasuk Atika yang ternyata diundang di acara itu. Raffasya memang sudah mempersiapkan agar perayaan ulang tahun istrinya yang pertama setelah berstatus menjadi seorang istri sangat berkesan untuk Azkia.
" Barakallah Fii Umrik, Kia." Rayya memberikan ucapan selamat kepada Azkia seraya memeluk tubuh sepupunya itu.
" Makasih, Ray. Rayya sama siapa datang kemari?" tanya Azkia.
" Sama Mommy, tuh." Rayya menunjuk ke arah Azzahra yang sedang berbincang dengan Amara.
" Uncle nggak ikut?" tanya Azkia karena tidak melihat keberadaan Gavin, karena biasanya Unclenya itu tidak pernah lepas dari Azzahra.
" Daddy hari ini masih di luar kota jadi nggak bisa datang," ungkap Rayya.
" Oh ya sudah nggak apa-apa," sahut Azkia. " Oh ya, Kak Rama nggak ikut juga?" tanya Azkia kemudian.
" Aku sengaja nggak kasih tahu Kak Rama, Kia. Kalau Kak Rama tahu, pasti akan ikut datang kemari, dan aku nggak akan bisa bebas, karena Kak Rama masih saja cemburu dengan Kak Raffa. Karena aku pernah nggak sengaja keceplosan bilang kalau Kak Raffa dulu pernah suka sama aku," ungkap Rayya menerangkan alasan kenapa dirinya tidak datang bersama calon suaminya itu.
Azkia seketika menoleh ke arah Raffasya yang sedang berbincang dengan Yoga. Dia selalu ingat jika Raffasya memang sangat mengagumi sepupunya. Dia tidak tahu apakah hal itu masih terjadi sampai sekarang.
" Apa Kak Raffa sudah bertemu dengan Rayya tadi?" selidik Azkia karena dia tidak tahu bagaimana respon suaminya sekarang ini saat melihat kedatangan Rayya
" Belum ...."
Pandangan mata Azkia masih menatap ke arah Raffasya yang kini sedang mengarahkan pandangan ke arahnya dan mendekat kepadanya.
" Rayya, hai ... dengan siapa kemari?" Raffasya menyapa Rayya yang berdiri di sebelah Azkia.
" Oh hai, Kak Raffa. Aku datang sama Mommy" Rayya menyahuti.
" Nggak ajak Rama ke sini?" Raffasya menanyakan hal yang sama seperti istrinya.
" Kak Rama itu cemburu kalau Rayya datang ke sini. Karena Ka Rama tahu kalau Kak Raffa itu dulu pernah naksir Rayya. Nggak tahu sekarang masih atau nggak??" jawaban Azkia membuat Raffasya dan Rayya langsung menatap ke arah putri dari pasangan Yoga dan Natasha dengan kening berkerut, karena mereka tidak menduga jika Azkia akan mempermasalahkan soal hal itu.
*
*
*
Bersambung ...
Happy Reading❤️