MARRY YOU, MY ENEMY

MARRY YOU, MY ENEMY
Balasan Dari Raffasya



Azkia benar-benar terkejut saat Nenek dari Raffasya mengatakan jika Rayya pernah dibawa oleh Raffasya ke rumah ini. Kapan? Itu yang menjadi pertanyaan Azkia, karena dia benar-benar tidak menduga jika pria yang selalu berdebat dengannya itu berhasil membawa Rayya tanpa sepengetahuannya dan juga Daddy dari Rayya.


Sementara dari luar bangunan itu, Raffasya yang baru saja sampai di rumahnya langsung menatap ke arah mobil yang terparkir di halaman rumahnya. Dan Raffasya tahu mobil milik siapa yang terparkir di sana. Mobil ini jugalah yang sempat dia tendang beberapa waktu lalu karena buntut dari kekesalannya.


" Sedang apa si nenek sihir itu di sini?" Raffasya langsung melirik ke dalam rumah yang pintunya nampak terbuka. Raffasya langsung turun dari motornya dan bergegas masuk ke dalam rumahnya. Dan Raffasya mendapati Azkia sedang duduk berbincang dengan Neneknya di ruang tamu.


" Ngapain lu di sini?!" Kalimat tanya Raffasya terdengar menyentak hingga membuat Azkia dan Nenek Mutia menoleh ke arah suara Raffasya.


" Raffa, biasakan mengucapkan salam ketika masuk ke dalam rumah. Sudah berkali-kali Nenek selalu mengatakan itu ke kamu, Raffa. Lagipula kamu ini tidak sopan berkata kasar seperti itu terhadap tamu." Nenek Mutia langsung menegur cucunya itu.


" Assalamualaikum, Nek." Raffasya langsung mendekati Nenek Mutia dan mengecup pipi Neneknya.


" Waalaikumsalam ..." Nenek Mutia menjawab salam Raffasya, sementara Azkia hanya menjawab pelan bahkan hampir tak terdengar oleh Raffasya.


" Nek, sedang apa perempuan itu di sini?" tanya Raffasya menatap penuh curiga ke arah Azkia.


" Heh, mau apa lu datang-datang ke rumah gue?" Raffasya masih menggunakan nada bicara yang menyentak bertanya kepada Azkia.


" Raffa ...! Jangan bicara kasar sama perempuan!" Nenek Mutia kembali menegur Raffasya.


" Nek, dia itu wanita jadi-jadian, nggak akan mempan kalau bicara dengan lemah lembut," sindir Raffasya.


" Astaghfirullahal adzim, wanita tulen kok dibilang wanita jadi-jadian! Kamu jangan sembarangan berbicara, apalagi menghina orang, Raffa!" Nenek Mutia memarahi Raffasya karena menghina Azkia.


" Memang ada urusan apa dia kemari, Nek?" tanya Raffasya kepada Neneknya.


" Kia ini disuruh sama Mama kamu ke sini untuk mengantar baju pesanan Mamamu." Nenek menjelaskan kenapa Azkia datang ke rumah itu.


" Di suruh Mama mengantar baju pesanan Mama?" Raffasya tersenyum sinis. " Mama itu nggak tinggal di sini 'kan, Nek?" Raffasya lalu mendekat ke arah Azkia.


" Heh, lu ngaku aja, deh! Lu lagi mata-matai gue, kan? Lu ini suruhan Mama gue untuk mengikuti gue, kan?" tuding Raffasya menyangka jika Azkia sengaja dikirimkan Mamanya untuk memata-matai apa yang sedang dilakukannya.


" Idiiihh, jangan kepedean, deh! Memangnya Kak Raffa itu orang penting yang harus aku mata-matai? Memangnya Kia ini pengangguran yang nggak punya pekerjaan sampai mengikuti Kak Raffa? Lagipula mana Kia tahu kalau ini rumah Kak Raffa. Kalau nggak disuruh Tante Lusiana untuk menunggu, Kia juga sudah pergi dari tadi." Azkia langsung menyanggah tuduhan Raffasya.


" Ya sudah, kalau lu mau pergi, pergi saja sana! Jangan bawa-bawa virus ke rumah ini! Nek, sebaiknya Nenek masuk ke kamar, jangan dekat-dekat dengan dia! Nenek harus cuci tangan kalau tadi habis bersentuhan dengan dia." Raffasya meminta Nenek Mutia untuk kembali ke kamarnya.


" Nenek mau di sini saja menemani Kia. Kasihan dia ditinggal sendiri, sambil menunggu Lusi datang." Nenek Mutia bersikukuh ingin menemani Azkia.


" Nek, Mama itu nggak akan datang kemari, percaya deh sama Raffa." Raffasya mencoba meyakinkan Neneknya.


" Heh, sebaiknya lu pergi saja dari sini! Kalau lu mau antar barang pesanan Mama, lu antar saja ke kantornya jangan ke rumah ini! Mama itu sudah nggak ada hubungannya dengan rumah ini!" Raffasya dengan teganya mengusir Azkia.


" Raffa jangan seperti itu!" Entah untuk yang keberapa kalinya Nenek Mutia menegur Raffasya, namun sepetinya omongan Neneknya itu kali ini tidak mempan untuk mencegah Raffasya bersikap lunak kepada Azkia.


" Eh, lu denger nggak apa yang gue bilang tadi? Lu itu hanya mengganggu waktu istirahat Nenek gue!" Raffasya lalu menarik tangan Azkia hingga mengusirnya sampai ke pintu.


" Raffa ...! Apa yang kamu lakukan?" Perkataan Nenek Mutia bahkan tidak digubris oleh Raffasya.


" Kak Raffa apa-apaan, sih? Aku ini datang baik-baik, ya! Kenapa diusir-usir kayak penjahat seperti ini?! Kia bisa melaporkan Kak Raffa atas tindakan tidak menyenangkan, lho!" protes Azkia karena perlakukan yang diterimanya sampai menggertak akan mempidanakan Raffasya.


" Silahkan kalau mau melapor! Lu pikir gue takut?!" Raffasya seolah menantang Azkia. " Pergi lu sana!" usir Raffasya mendorong Azkia ke luar bangunan rumahnya. " Dan lu ingat, ya! Jangan pernah menginjakkan kaki lu lagi di rumah in!" Kini Raffasya yang balik mengancam membuat Azkia geram. Dan Azkia pun berjalan dengan mulut terus menggerutu.


" Ngapain lu masih berdiri di sana?" hardik Raffasya.


Azkia yang sudah terbakar emosi akhirnya mengumpulkan tenaganya. Lalu dengan sekali gerakan, dia menendang sekuat tenaga motor milik Raffasya yang terparkir di depannya, hingga motor itu terjatuh saking kuatnya tendangan yang dilakukan oleh Azkia.


Brrruuukkk


Raffasya terbelalak saat melihat motor besarnya tumbang di hadapannya oleh tendangan yang dilakukan oleh Azkia.


" Heh, apa yang lu lakuin ke motor gue, Nenek sihir?!" geram Raffasya berlari ke arah motornya.


Azkia yang melihat Raffasya mendekat ke arahnya langsung bergegas berlari menuju mobilnya. Namun karena langkah Raffasya lebih lebih lebar dari langkahnya, hingga akhirnya Raffasya berhasil meraih tubuhnya dan mengangkat tubuh Azkia, hingga dia taruh di pundaknya, layaknya orang yang sedang memikul karung beras.


" Kak Raffa, lepaskan!! Kak Raffa mau apa?!" teriak Azkia dengan tangan memukul punggung Raffasya.


" Gue mau memberi pelajaran pada cewek preman kayak lu!" Raffasya lalu berjalan ke arah kolam ikan di bagian samping rumahnya.


" Kak, lepaskan!!" Azkia terus berontak meminta agar pria itu menurunkannya.


" Enak saja minta dilepaskan! Nanti lu akan gue lepasin buat jadi makanan ikan-ikan di kolam!" ketus Raffasya yang masih sangat kesal dengan tindakan Azkia menendang motornya.


Byuuurrr


" Aaaakkkhhh ...!!' Azkia menjerit karena tiba-tiba Raffasya menceburkan tubuhnya kedalam kolam ikan sedalam satu setengah meter, hingga membuat pakaian dan juga tasnya juga basah terendam air kolam.


" Kak Raffaaaaa ...!!" Azkia nampak geram dengan tindakan balasan yang dilakukan Raffasya kepadanya.


Sementara Raffasya langsung tertawa senang melihat penderitaan Azkia yang saat ini masih berada di dalam kolam ikan.


Dengan perasan kesal dan marah Azkia naik untuk keluar dari dalam kolam. Sudah dipastikan tubuhnya saat ini basah kuyup karena tercebur ke dalam kolam. Azkia kemudian berlari mendekati Raffasya yang sedang memperbaiki posisi motornya.


" Dasar orang tidak berperasaan!!" Azkia lalu memukuli Raffasya dengan sling bagnya yang basah karena terendam air kolam tadi.


" Eh, lu masih berani sama gue? Mau gue cemburin lagi di kolam ikan?!" ancam Raffasya kembali. Dan karena Azkia tidak juga menghentikan pukulannya, Raffasya langsung menangkap kembali tubuh Azkia. Dia mencoba mengangkat tubuh Azkia. Namun Azkia menahannya, dan membuat Raffasya nampak kesulitan mengangkat tubuh Azkia, hingga saat ini mereka berdua seperti orang yang berdekapan karena tubuh mereka yang saling merapat.


" Raffa, Azkia, kalian sedang apa?"


Suara Lusiana yang tiba-tiba terdengar membuat kedua orang anak muda yang sedang berseteru itu langsung menoleh ke arah Lusiana dengan posisi Raffasya yang memeluk tubuh Azkia dari belakang.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️