MARRY YOU, MY ENEMY

MARRY YOU, MY ENEMY
Kabur



Azkia membanting pintu mobil Raffasya dengan keras kemudian bergegas masuk ke dalam rumah suaminya saat mobil yang dikendarai Raffasya sampai di halaman rumah pria itu. Sedangkan Raffasya hanya menggelengkan kepala mendapati sikap kasar yang ditunjukkan Azkia.


Dengan bersungut-sungut Azkia masuk ke dalam rumah Raffasya.


" Kia sudah pulang?" tanya Nenek Mutia yang sedang berada di ruangan tamu melihat-lihat foto pernikahan cucunya dengan Azkia.


" Nek ..." Azkia langsung memeluk tubuh Nenek Mutia seakan ingin mengadu akan tindakan pemaksaan yang dilakukan oleh Raffasya.


" Ada apa lagi, Nak?" Nenek Mutia yang menyingkapi sikap Azkia yang tiba-tiba datang memeluknya tanpa mengucapkan salam menduga jika cucu menantunya itu pasti sedang bermasalah kembali dengan Raffasya.


" Nek, Kak Raffa memaksa Kia untuk ikut ke cafenya karena Kak Raffa ingin merayakan ulang tahun Kia dengan teman-teman Kak Raffa, Nek." ungkap Azkia mulai mengadukan kelakuan cucu dari Nenek Mutia.


" Assalamualaikum ..." sapa Raffasya yang baru masuk ke dalam rumahnya.


" Waalaiakumsalam. Raffa, kamu jangan memaksa istri kamu, kalau dia memang tidak mau kamu mengadakan pesta itu untuknya." Nenek Mutia langsung menegur Raffasya.


" Bukan karena Kia nggak mau, Nek. Tapi malam ini Mama mengundang Kia sama Kak Raffa datang ke rumah karena Mama mau merayakan ulang tahun Kia bersama keluarga." Azkia menjelaskan alasan dia menolak karena keluarganya membuat acara sendiri malam nanti.


" Kia 'kan nggak enak menolak undangan Papa sama Mama, Nek. Tapi Kak Raffa memaksa Kia untuk tetap datang ke acara di cafenya," keluh Azkia meminta bantuan Nenek dari suaminya itu karena dia sangat yakin jika Nenek Mutia akan membantunya.


" Raffa, Nenek sudah ingatkan kamu tadi pagi, supaya kamu jangan membuat istri kamu stres dan sedih, sekarang kamu malah berulah lagi." Nenek Mutia kembali mengingatkan Raffasya soal nasehatnya pagi tadi sebelum mereka menyantap sarapan.


" Tapi acara ini sudah Raffa persiapkan sebelum Nenek menegur Raffa, Nek." ucap Raffasya merasa tidak bersalah karena apa yang dilakukannya memang sudah dia siapkan jauh-jauh hari.


" Kali ini saja, Nek. Setelah itu Raffa berjanji nggak akan membuat May kecewa lagi." tekad Raffasya berjanji.


" Kak, kalau aku nggak datang ke acara Mama, untuk apa mereka buat perayaan? Orang perayaan itu untuk aku, kok. Masa akunya nggak datang??" Azkia merasa tidak puas dengan keputusan Raffasya.


" Apa bedanya denganku, May. Aku sudah buat acara ini sudah jauh-jauh hari, lho! Kalau dicancel, banyak teman-temanku yang kecewa. Kalau acara di rumah Papa yang dicancel, pengaruhnya paling juga cuma sama keluarga kamu saja. Beda kalau acara aku yang dicancel."


Azkia semakin menekuk wajahnya. karena Raffasya masih saja tidak merubah keputusannya. Apapun argumen yang dia sampaikan pasti akan dipatahkan oleh suami yang dianggapnya tidak punya perasaan itu.


***


Ddrrtt ddrrtt


Azkia mengambil ponsel saat panggilan dari aplikasi ojek online yang dipesan terlihat di layar ponselnya.


" Halo, dengan Mbak Azkia Almayra?" Suara driver ojol itu terdengar dari ponsel Azkia.


" Iya benar, Bapak sudah ada di mana, ya?" tanya Azkia dengan suara berbisik dan melirik ke arah kamar mandi di mana suaminya sedang membersihkan tubuhnya.


" Saya sudah berada di titik yang Mbak pesan," sahut driver ojol tersebut.


" Oh ya sudah, saya keluar sekarang, Pak. Makasih." Azkia dengan terburu-buru menutup ponselnya dan keluar dari kamar suaminya itu untuk menemui driver ojol, karena dia memang sengaja memesan aplikasi Ojol untuk kabur ke rumah orang tuanya tanpa sepengetahuan suaminya.


" Akhirnya bisa kabur juga ..." gumam Azkia sesampainya di dalam mobil milik aplikasi online yang dia pesan. Setelah itu dia mematikan ponselnya agar suaminya tidak menghubunginua saat dia kabur malam ini. Azkia yakin pasti suaminya akan menebak jika dirinya pasti ke rumah orang tuanya.


Sementara di kamarnya, Raffasya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya menyadari ketidak beradaan Azkia di kamarnya. Dia juga tidak melihat tas sling bag milik istrinya yang tadi disiapkan Azkia di nakas.


Raffasya bergegas memakai pakaiannya lalu keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan istrinya itu.


" Bi Neng, May mana?" tanya Raffasya kepada Bi Neng yang sedang menaiki anak tangga.


" Mbak Kia bukannya ada di kamar Mas Raffa?" tanya Bi Neng menjawab pertanyaan Raffasya.


" May nggak ada di kamarku, Bi." Raffasya kembali masuk ke dalam kamarnya, dia berniat mencari Azkia di balkon kamarnya.


" Coba lihat di dapur, mungkin Mbak Kia ambil minuman di dapur, Mas."


Raffasya langsung berlari menuruni anak tangga menuju arah dapur rumahnya.


" May, Almayra ...!" seru Raffasya memanggil nama istrinya. Namun jangankan sosoknya, jawaban dari Azkia saat Raffasya memanggil nama istrinya itu tidak terdengar sama sekali.


" Di dapur nggak ada juga, Bi." Raffasya melangkah menuju teras belakang rumahnya, dan hasilnya pun nihil.


" Di kamar Ibu Mutia mungkin, Mas."


Setelah mendengar perkataan Bi Neng soal kemungkinan Azkia berada di kamar Neneknya, Raffasya segera masuk ke dalam kamar Nenek Mutia setelah mengetuk pintunya terlebih dahulu.


" Nek, apa Almayra ada bersama Nenek?" tanya Raffasya saat membuka kamar Neneknya. Namun lagi-lagi di kamar Neneknya pun istrinya itu tidak ditemuinya.


***


Azkia turun dari mobil online setelah sampai di rumah orang tuanya. Namun dia tidak melihat adanya keramaian di rumahnya itu.


" Assalamualaikum, Ma, Pa ..." sapa Azkia saat memasuki rumah orang tuanya.


" Waalaikumsalam ... lho, kok Non Kia ada di sini? Bukannya mau ada acara di cafenya Mas Raffa, ya?" tanya ART rumah Azkia terheran saat mendapati kehadiran Azkia di rumah Yoga.


" Aku kabur dari acaranya Kak Raffa, Bi. Oh ya, yang lain mana? Perayaan ulang tahun aku di mana, Bi? Kok sepi? Apa di rumahnya Uncle, ya?" tanya Azkia heran, karena keadaan rumahnya nampak sepi. Sama sekali tidak memperlihatkan aktivitas perayaan walaupun kecil-kecilan.


" Perayaan ulang tahun Non Kia bukannya di cafenya, Mas Raffa? Makanya Bibi heran kenapa Non Kia ada di sini," sahut Bi Jun.


" Bukannya Mama juga sudah siapkan perayaan ulang tahun aku, Bi?" Azkia mengeryitkan keningnya.


" Setahu Bibi sih nggak, Non. Ibu hanya bilang kalau malam ini mau mengadakan acara perayaan di cafe Mas Raffa."


" Memang Bi Jun nggak dengar dari kemarin-kemarin kalau Mama mau mengadakan perayaan untuk aku, Bi?"


" Nggak, Non. Semalam Ibu cuma bilang, hari ini nggak usah masak untuk makan malam karena akan ke cafenya Mas Raffa sekeluarga." Bi Jun menjelaskan.


Azkia menghela nafas panjang, karena sepertinya dirinya kembali dikerjai oleh suaminya yang bersekutu dengan keluarganya.


Azkia lalu mengambil ponsel dan mengaktifkan ponselnya itu kembali. Dia mendapati beberapa pesan masuk dari suaminya dan juga kedua orang tuanya.


Ddrrtt ddrrtt


Tak lama ponsel Azkia pun berbunyi. Nama Mamanya yang terlihat di layar ponselnya.


" Assalamualaikum kamu di mana, Kia? Raffa bilang kamu kabur dari rumah. Kami semua menunggu kamu di La Grande lho, Nak." Terdengar suara Natasha saat panggilan telepon itu diangkat olehnya.


" Ma, Mama kok tega ikut-ikutan Kak Raffa ngerjain Kia sih, Ma?" Suara Isak tangis langsung pecah saat Azkia menyahuti ucapan Mamanya.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️