
Natasha memperhatikan Azkia yang sedang menyantap menu gado-gado buatannya, karena sepulang kuliah Azkia sengaja mampir ke rumah kedua orang tuanya.
" Masih ada lagi nggak, Ma? Kia mau tambah lagi dong gado-gadonya." Azkia menyodorkan piring bekas makannya kepada Natasha.
" Kamu suka atau lapar, Nak?" Natasha terkekeh mendengar permintaan Azkia.
" Dua-duanya, Ma." Azkia tertawa kecil sambil meneguk air mineral. " Bumbu kacangnya itu enak banget deh, Ma. Kia nggak yakin ini Mama buat sendiri. Jangan-jangan Mama dapat beli gado-gadonya, soalnya mantap sekali rasanya, Ma." Azkia sampai tidak percaya jika makanan yang disantapnya itu dibuat oleh Mamanya sendiri.
" Ya ampun, Kia. Masa nggak percaya Mama yang masak sendiri, sih??" Natasha memprotes putrinya yang meragukan kemampuan masaknya.
" Habis kata Eyang Mamih. Mama itu sama-sama nggak pintar masak kayak Eyang Mamih," sindir Azkia terkikik.
" Iya awalnya Mama memang nggak bisa memasak. Tapi sejak bertetangga sama Auntie mu itu, Mama jadi belajar masak. Kamu juga harus belajar masak, biar makin disayang sama suami," bisik Natasha mengecilkan nada bicaranya.
" Oh ya bagaimana hubungan kamu sama Raffa? Semakin membaik, kan?" tanya Natasha kemudian.
" Ya biasa saja sih, Ma." sahut Azkia malas membahas soal hubungan rumah tangga dia dengan Raffasya.
" Biasa saja bagaimana? Kalian masih sering berdebat?" tanya Natasha kembali.
" Ya gitu, deh. Namanya juga menikah sama mantan musuh, ya pasti saja ada yang diperdebatkan," aku Azkia sejujurnya.
" Oke, perdebatan itu hal yang biasa. Tapi kalian masih tetap berhubungan, kan,?"
" Berhubungan apa, Ma?"
" Berhubungan badan lah, Kia. Namanya juga suami istri, masih baru juga menikahnya. Pasti 'kan lagi hot-hotnya."
" Oh ..." Azkia hanya ber 'Oh' saja, tidak melanjutkan kalimatnya. Membuat Natasha yang menunggu jawaban Azkia semakin penasaran.
" Oh apa?" tanya Natasha semakin dibuat penasaran karena Azkia tidak melanjutkan kalimatnya.
" Iiihh, Mama ... ngapain tanya itu sih, Ma? Kan Mama juga suka berhubungan badan sama Papa sebagai pasangan suami istri, sampai punya anak banyak." Azkia bukannya tidak suka membicarakan hubungan di seputar ranjang dengan Raffasya kepada Mamanya. Namun sekarang dia merasa malu jika membahas masalah seputar urusan memenuhi kebutuhan biologis.
Natasha sendiri langsung tertawa menanggapi ucapan putrinya itu.
" Berarti kamu sering juga 'kan melakukan aktivitas itu sama Raffa? Kamu menikmatinya, nggak? Nyaman nggak mainnya? Nanti Mama kasih tahu tips nya biar kamu nyaman berhubungan walaupun kamu sedang hamil.. Mama juga akan kasih tahu bagaimana caranya agar kamu bisa bikin puas suamimu, jadi suami kamu itu nggak akan bermain di belakangmu, Kia." Natasha siap mewariskan ilmunya kepada putrinya yang sudah menikah itu. Sementara Azkia hanya terbengong mendengar ucapan Natasha yang katanya siap menurunkan ilmunya seputar urusan ranjang.
***
" Bi Neng, Kak Raffa belum pulang?" tanya Azkia yang turun dari anak tangga kepada Bi Neng yang sedang menutup gorden jendela ruang tamu karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
" Mas Raffa, belum pulang, Mbak. Coba ditelepon saja Mas Raffa nya, Mbak Kia." Bi Neng menyarankan Azkia untuk menghubungi Raffasya karena selama menikah, baru kali ini Raffasya telat pulang tanpa pemberitahuan sebelumnya.
" Sudah, Bi Neng. Sudah aku telepon dan kirim pesan tapi nggak ada respon. Centang satu juga, kayaknya ponselnya nggak aktif, deh." tutur Azkia.
" Kalau dulu sebelum menikah Mas Raffa pulang larut itu sudah biasa, Mbak. Tapi setelah menikah kayaknya kalau Bi Neng ingat-ingat Mas Raffa nggak pernah telat seperti ini lho, Mbak." Bi Neng menjelaskan.
" Ada apa ya, Bi? Minimal kasih kabar kek, kalau rencana pulang telat," cebik Azkia langsung memberengut, karena dengan Raffasya yang tepat pulang tanpa mengkonfirmasikan terlebih dahulu membuat dirinya menjadi was-was.
" Kia, ada apa, Nak? Kamu belum tidur?" Nenek Mutia yang mendengar suara Azkia langsung keluar dari kamarnya.
" Nek, Kak Raffa belum datang ..." Azkia langsung menghampiri Nenek Mutia dan mengadukan kelalaian Raffasya tidak mengabarinya. " Sudah gitu nggak kasih kabar ke Kia. Ditelepon nggak diangkat, dikirimin pesan nggak dibaca."
" Anak itu ..." Raut wajah Nenek Mutia nampak serius dan memperlihatkan wajah marah mendapati cucunya kembali kepada kebiasaan lamanya yaitu pulang larut malam tanpa meninggalkan pesan.
" Nek, Nenek harus hukum Kak Raffa dong kalau Kak Raffa datang nanti. Karena sudah bikin adek bayi di perut aku ini gelisah." Azkia merajuk sembari memprovokasi Nenek Mutia agar menghukum raffasya atas kelalaiannya.
" Iya nanti Nenek jewer telinganya karena susah membuat kamu cemas." Tanpa diminta juga, Nenek Mutia sudah berniat ingin menegur cucunya yang dia anggap mengabaikan istrinya yang sedang mengandung itu.
" Jangan hanya dijewer dong, Nek. Ringan banget itu hukumannya. Kalau hanya dijewer nggak sepadan karena Kak Raffa sudah membuat bayi aku cemas dan nggak bisa tidur." Azkia memprotes hukuman yang akan diberikan oleh Nenek Mutia kepada suaminya terlalu ringan.
" Ya sudah, nanti Nenek beri hukuman yang berat. Sekarang Kia kembali saja ke kamar dan istirahat. Jangan terlalu mengkhawatirkan anak itu. Mungkin Raffa masih sibuk di cafenya. Kia jangan stres juga, kasihan bayimu ini, Nak." Nenek Mutia meminta Azkia untuk kembali beristirahat di kamarnya dan tidak mencemaskan Raffasya. Dan Azkia pun mengikuti saran Nenek Mutia untuk kembali ke kamarnya.
***
Sudah jam sepuluh malam namun Raffasya masih belum juga kembali ke rumahnya. Bahkan nomer telepon pria itu masih belum juga aktif. Beberapa kali Azkia menghubungi Raffasya, namun panggilannya tidak juga diangkat oleh Raffasya.
Ddrrtt ddrrtt
Sebuah notif pesan masuk berbunyi di ponsel Azkia membuat dia segera membuka ponselnya, karena dia berpikir itu adalah pesan balasan dari suaminya.
...Anda Mendapat PIN (F577A19)...
...Terpilih sebagai pemenang...
...cek Tunai Rp.155.000.000...
...Dari Giveaway TikTok...
...cek pin anda klik....
...bit.ly/pemenangtiktok-47...
...mohon di save no/wa kami supaya...
...otomatis situs kami bisa di klik....
" Iiihh ...!!" Azkia melempar ponselnya ke atas tempat tidur saat dia mendapati pesan penipuan yang masuk ke dalam ponselnya.
" Orang lagi cemas nunggu balasan malah dapat pesan nggak jelas!" gerutu Azkia setelah membaca pesan penipuan itu.
" Ck, ke mana, sih? Kok nggak pulang-pulang? Ngerepotin orang saja!" Azkia terus menggerutu seraya jalan mondar-mandir dan menggigit kuku-kuku jari tangannya.
.
" Apa aku tanya ke orang di cafenya saja, ya?" Azkia teringat jika Raffasya pernah menyimpan nomer Adam dan Fero di ponsel milik Azkia.
" Aku simpan nomer Adam sama Fero di HP kamu, barangkali suatu saat butuh hubungin aku tapi HP aku nggak aktif saat aku di cafe."
Itu ucapan Raffasya kala itu. Awalnya dia tidak terlalu memperdulikan hal itu. Namun dalam situasi sekarang ini, sepertinya dia memang perlu menghubungi dua orang kepercayaan suaminya di dua cafe berbeda tersebut.
Azkia menghubungi Adam terlebih dahulu, karena Raffasya lebih banyak menghabiskan waktu kerjanya di Raff Cafe.
" Halo, Pak Adam. Ini saya Azkia, apa Kak Raffa masih ada di sana?" Azkia langsung bertanya saat panggilan teleponnya kepada Adam tersambung.
" Maaf, Mbak Kia. Mas Raffa sudah keluar dari sini sebelum Maghrib, Mbak. Memangnya ada apa ya, Mbak Kia? Apa Mas Raffa belum sampai rumah?" tanya Adam menanggapi pertanyaan Azkia.
" Iya, Pak Adam. Aku pikir Kak Raffa masih di cafe." Azkia merasa kecewa setelah mendapatkan jawaban dari Adam.
" Mungkin di La Grande, Mbak. Coba saja telepon ke sana." Adam menyarankan Azkia untuk menghubungi orang di La Grande.
" Ya sudah, Makasih, Pak Adam." Setelah mengetahui Raffasya tidak ada di Raff Caffee Azkia langsung menyudahi obrolannya dengan Adam.
Kini Azkia mencari nomer ponsel Fero, untuk mencari informasi keberadaan suaminya.
" Halo ...."
" Oh hai, Kia. Raffa nggak ada di sini. Terakhir di ke La Grande kayaknya tiga hari yang lalu, deh." Fero menjelaskan.
Informasi yang diberikan oleh Fero kembali membuat Azkia kecewa. Di dua tempat yang dia ketahui sebagai tempat kekuasaan Raffasya, ternyata suaminya itu tidak ada di sana.
Azkia mendengus kasar. Rasa kesal, marah, cemas, kecewa, sedih, semua campur menjadi satu di dalam hatinya saat ini, hingga tanpa bisa dibendung cairan bening menetes di pipinya.
" Kak Raffa di mana, sih? Kalau terjadi sesuatu bagaimana?" cemas Azkia masih berjalan mondar-mandir di kamar suaminya setelah dia menutup sambungan telepon dengan Fero.
" Janjinya mau jadi suami yang baik, sekarang malah bikin khawatir kayak gini. Sudah larut malam tapi belum pulang. Kalau Kak Raffa kena masalah bagaimana? Kena begal atau diculik kupu-kupu malam ... Naudzubillah min dzalik." Azkia mengedikkan bahunya sambil terus bergumam.
Sementara jarum jam terus berputar mendekati jam sebelas malam. Azkia yang kelelahan dengan perasaan yang campur aduk akhirnya terlelap dengan cairan bening yang masih saja menetes dari matanya. Dan saat jarum jam melewati pukul dua belas malam.
" Happy Birthday, My Wife ..." Sebuah bisikan dan sebuah kecupan mendarat di pipi Azkia.
Beberapa jam sebelumnya ...
" Assalamualaikum, Ma. May masih di sana, Ma?" Raffasya menghubungi Mama mertuanya karena siang ini Azkia berpamitan ingin mengunjungi rumah orang tuanya.
" Waalaikumsalam, iya Raffa. Baru saja masuk kamar. Tadi habis makan gado-gado sampai minta tambah." Natasha menceritakan kelakuan putrinya itu.
" Bagus kalau May doyan makan, Ma." Raffasya menyahuti. " Oh ya, Ma. Besok Almayra ulang tahun 'kan, Ma?"
" Besok? Ah, iya ... kenapa Mama jadi lupa, ya?" Natasha terkekeh karena dia hampir saja melupakan hari ulang tahun putrinya.
" Ma, Raffa mau kasih kejutan untuk Almayra. Tapi Mama jangan bilang Almayra ya, Ma. Raffa nanti akan pulang telat tanpa memberitahu May, Ma. Raffa juga minta tolong sama Mama, supaya May diantar supir saja pulangnya karena Raffa nggak jemput May ke sana." Raffasya menjelaskan rencananya.
" Kamu mau mengerjai Kia, nanti kalau Kia marah bagaimana?" Natasha merasa khawatir jika Azkia justru akan marah dengan rencana Raffasya.
" Tenang saja, Ma. Nanti bisa Raffa atasi, kok." Raffasya meyakinkan Mama mertuanya agar tidak khawatir dengan rencana yang ingin dijalaninya.
" Ya sudah kalau begitu."
" Terima kasih, Ma. Kalau begitu Raffa tutup dulu ya, Ma. Raffa mau hubungi May, kalau Raffa nggak bisa jemput pulang. Assalamualaikum ...."
" Waalaikumsalam ...."
***
" Happy Birthday, My Wife."
Azkia merasakan suara yang terdengar merdu di telinganya dan sebuah kecupan manis di pipinya membuat dia langsung mengerjapkan matanya. Dan setelah dia menolehkan wajahnya, Azkia mendapati wajah penuh Raffasya yang sedang tersenyum kepadanya.
" Kak Raffa? Kenapa telat pulang? Kak Raffa itu sudah buat dedek bayinya nungguin sampai nggak bisa bikin aku tidur pulas?" Azkia langsung memberengut mengetahui kehadiran Raffasya.
" Happy birthday, My dearest ..." Raffasya menyodorkan bolu ulang tahun kepada Azkia, Dia pun melakukan panggilan video call dengan grup keluarga Azkia.
" Kia, Sayang ... Selamat ulang tahun., Semoga bahagia selalu, Nak." Suara Natasha terdengar dari ponsel Raffasya membuat Azkia langsung bangkit dan menyeka air matanya. Dia kemudian mengambil ponsel yang disodorkan Raffasya kepadanya.
" Selamat ulang tahun, Kia. Papa dan Mama harap diusia kamu sekarang ini, kamu semakin dewasa dan selalu mendapatkan kebahagian lahir batin seperti apa yang Kia harapkan selama ini." Yoga yang berada di samping Natasha segera mengucapkan doa-doanya untuk putri tercinta mereka.
" Mbak Kia, Happy Brithday ...wish you all the best." Aulia dan Aliza juga tidak lupa memberikan ucapan selamatnya.
" Happy birthday, Mbak Kia. Moga semakin berkurang bawelnya." Kali ini Abhie yang mengucapkan selamat.
" Happy birthday, lil Sis. May all you dreams come true on your spesial day." Alden yang berada di Australia pun turut memberikan ucapan selamat.
" Aamiin. Makasih Pa, Ma, Kak Alden, Abhie, Aulia, Aliza ... huhuuu kepingin peluk semua ..." Azkia justru menangis tersedu.
" Sudah jangan menangis, Ayo tiup lilinnya dulu." Raffasya menyalakan api di lilin bolu ulang tahun Azkia yang ke dua puluh dua tahun. " Ayo Pa, Ma, semuanya nyanyi lagu dulu ..." Raffasya mengomandoi keluarga istrinya untuk menyanyikan lagu tiup lilinnya.
Semua anggota keluarga Azkia mengikuti apa yang diperintahkan Raffasya kepada mereka.
" Make a wish dulu, Mbak!" seru Aliza saat Azkia ingin meniup lilin ulang tahun.
Azkia melirik ke arah suaminya, sebelum dia memejamkan mata seraya memanjatkan doa-doanya, kemudian dia meniup lilin angka dua puluh dua yang menancap di bolu ulang tahunnya. Tepuk tangan langsung terdengar dari ponsel Raffasya saat api di lilin itu berhasil padam.
" Happy Birthday, Kia ...."
" Happy Birthday, Mbak Kia ...."
Ucapan selamat ulang tahun bersamaan diucapkan Yoga berserta istri dan juga anak-anaknya. Setelah itu Raffasya meminta ijin untuk menyudahi panggilan video call bersama keluarga Azkia.
" Jadi Kak Raffa sengaja meencanakan ini? Pulang malam, nggak kasih kabar?" Azkia masih saja mempermasalahkan suaminya yang memang sengaja mengerjainya membuat Azkia tadi berada dalam kekhawatiran.
" Iya, biar makin sempurna sandiwaranya." Raffasya kemudian menaruh bolu ulang tahun di atas meja dekat sofa kamarnya.
" Lalu Kak Raffa tadi di mana aku cari-cari nggak ada?" Azkia penasaran.
" Aku di La Grande, waktu kamu telepon Fero, aku sedang di depan dia." Raffasya menyeringai karena berhasil membuat istrinya kesal dan cemas.
" Nyebelin banget, sih!" Azkia mencebikkan bibirnya seraya memalingkan wajahnya.
" Maaf sudah buat kamu cemas." Raffasya kembali duduk di tepi tempat tidur dengan menghadap Azkia lalu menyodorkan buket bunga dan sebuah kotak perhiasan berisi sebuah cincin berlian untuk Azkia.
" Ini untuk istriku, hadiah ulang tahun dari suamimu ...."
Frank & Co
La Madame Florist
*
*
*
Bersambung ....
...Taqabbalallahu Minna Wa Minkum ......
...Tanpa terasa bulan Ramadhan segera berakhir, berharap ibadah puasa kita di bulan Ramadhan berbuahkan pahala. Dan semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya....
...Aamiin, Aamiin Ya Rabbal Alamin🤲...
...Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir batin, jika ada kesalahan atau kata-kata yang tidak berkenan, mohon dengan keikhlasan untuk dimaafkan🙏...
...Happy Eid Mubarak 1443 H...
...untuk reader tercinta...
Happy Reading ❤️