
Mike membuka pintu mobil dan menunggu Regina yang masih bicara dengan Leigh di teras mansion. Mereka akan kembali mengunjungi dokter Lucette. Kehamilan Regina sudah mulai tampak, istrinya itu sudah mengenakan baju-baju longgar yang ia beli saat pergi belanja bersama Amy yang juga sedang hamil anak kedua.
Regina datang dengan sebuah kotak kemasan plastik.
"Apa itu Gina?"
"Ini puding buah buatanku dan koki. Amy suka puding. Bisakah kita singgah ke mansion Langton setelah dari tempat Lucette?"
"Tentu Honey....Ayo..." Mike mengulurkan tangannya mengambil tempat berisi puding di tangan Reggie. Lalu memasukkannya ke belakang mobil. Ia menutup pintu setelah Regina masuk dan melambaikan tangan pada Leigh yang juga balas melambai pada Tuannya dengan tersenyum. Setelahnya Mike masuk ke belakang kemudi.
Setengah perjalanan Mike menyadari sebuah mobil hitam yang agak jauh dari mobil mereka seperti mengikuti. Mike mengerutkan dahi, ia memelan dan mencoba membuat mobil itu melewati mereka. Tapi mobil hitam itu sepertinya ikut memelan lalu berkelit bersembunyi di sebuah mobil lain di jalur itu.
Mungkin perasaanku saja......
Namun sejak dulu Mike tidak pernah mengabaikan instingnya. Ia tetap mengemudi dengan tenang dan mengintip lewat spion. Mencatat seluruh tanda yang bisa ia jadikan petunjuk.
Mereka sampai di rumah sakit tempat Regina sudah membuat janji dengan dokter Lucette.
Sebulan yang lalu ketika vitamin Regina habis, Mike sudah bertemu dengan dokter Lucette yang ramah dan mengonfirmasi bahwa kehamilan Regina sehat-sehat saja. Namun Mike masih menolak ketika Reggie mengajak pindah lagi ke kamar mereka di lantai atas.
Mereka di sambut Lucette yang menyalami mereka bergantian dengan senyum lebar.
"Jadi.....Apakah Gina bersikap baik dengan meminum vitaminnya Mike?" Lucette menaikkan alisnya dan memandang Mike dengan sinar mata geli. Pasangan itu bertengkar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Regina semasa kehamilannya saat kunjungan bulan lalu. Lucette menangkap kekhawatiran sang suami sehingga memberi saran agar sang istri menurut saja untuk keamanan bayi dan ketenangan hati suaminya.
Mike memuji saran Lucette dan mereka sepakat saling memanggil nama setelah pertemuan mereka itu.
"Berkat saranmu pada pertemuan yang dulu Lucy. Ia menurut dan bersikap baik." Mike menjawab Lucette dan terkekeh melihat istrinya yang cemberut melihat mereka.
"Kalian keterlaluan.....Aku minum vitaminku Lucy. Aku sayang bayiku...."
Lucette menutup mulutnya dan terkekeh geli." Aku suka melihat pasangan seperti kalian. Kemarilah....kita lihat lagi bayi mungilnya. "
Mike menatap takjub bayi kecilnya yang sedang diperiksa oleh Lucette.
"Lihatlah......Ehem....Apakah kalian ingin tahu sekarang jenis kelaminnya?" Lucette bertanya sambil terus menggerakkan alat USG.
Mike dan Reggie berpandangan. Senyum lebar menghias wajah Mike yang penuh ekspektasi.
"Sudah bisa di lihat sekarang Lucy?"
"Ya Mike. Sudah 22 minggu....."
"Bagiku lelaki atau perempuan sama saja Lucy....Aku berharap dia sehat."
"Tentu Mike.....Sejauh ini semuanya bagus."
"Jika dia laki-laki akan jadi teman bermain Erland dan calon adiknya. Jika perempuan akan jadi adik perempuan yang sangat diinginkannya...." Mike mengoceh. Membuat Lucette dan Regina saling berpandangan dan tersenyum.
"Ehem......Jadi.....Dia perempuan atau laki-laki?" Tanya Mike.
Lucette dan Regina tertawa bersama. Sepertinya Mike sangat penasaran.
"Dia perempuan Mike......Seorang bayi perempuan." Lucette tersenyum dan menyudahi pemeriksaannya beberapa saat kemudian.
Mike membantu Reggie bangkit dari ranjang dan kembali duduk di depan meja periksa Lucette.
"Aku ucapkan selamat....Dia sehat. Jaga kondisimu Regina..."
"Terimakasih Lucy. Kuharap akan begitu sampai ia lahir...."
Lucette mengangguk dan menyambut uluran tangan mereka ketika pasangan itu berpamitan padanya.
Mike mengantarkan Regina ke mansion Langton dan menyadari mobil hitam itu tetap mengikuti walaupun sekarang dengan jarak yang lebih jauh.
Ia menurunkan Regina yang di sambut Amy di depan mansion. Kedua wanita hamil itu segera masuk, sementara Mike mengambil kotak puding dan membawanya masuk. Ia memandang berkeliling ketika sampai di bingkai pintu mansion. Penjagaan mansion Langton masih sama ketatnya. Regina akan aman berada di sini.
"Honey.....Ada sesuatu yang harus kukerjakan. Tetaplah disini sampai aku kembali menjemputmu. Jangan kemana-mana. Aku akan menjemputmu."
Reggie mengernyit mendengar nada khawatir di suara suaminya. mengira rasa protektif Mike karena ia sedang hamil yang membuat Mike seperti itu.
"Tentu saja.....Aku akan menunggu disini sampai kau menjemput. " Reggie berdiri dan mencium suaminya yang memeluk dan melahap bibirnya sebelum melepaskannya dan mengedipkan mata ke arah Amy yang tertawa melihat mereka.
Ia kembali ke mobil dan mengemudi menuju gedung Kantor Lucius. Kegelisahannya tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Mike mengintip di spion selama perjalanan dan menyadari mobil itu sama sekali tidak lagi mengikutinya. Jadi kalaupun instingnya benar bahwa mobil hitam itu tadi menguntit mereka, itu karena Reginalah yang diikuti oleh orang itu. Mike mengepalkan tangannya dikemudi. tidak sabar untuk segera sampai ke tempat iparnya.
Setelah melihat Mike memasuki lobi, petugas di balik konter segera menelpon ke lantai atas memberitahu sekretaris wanita di sana bahwa Mike datang berkunjung.
Mike memasuki lift dan naik ke lantai atas. Ia disambut Lance yang segera membukakan pintu menuju ruangan Lucius. Lelaki itu menaikkan alisnya melihat mike yang masuk dengan wajah sangat serius dan sedikit tegang.
Lucius bangkit dari balik kursinya dan segera duduk di sofa. Mike mengikuti dan Lance yang baru saja akan keluar dari ruangan dihentikan oleh Mike.
"Tetaplah disini Lance. Aku ingin membicarakan sesuatu dan kau juga perlu mendengarnya."
Lance manatap ke arah Tuannya yang segera mengangguk dan menyuruh lance duduk bersama mereka.
"Duduklah Lance. Kurasa Mike ingin menyampaikan sesuatu yang penting."
"Aku merasa Regina diikuti, Lucius....." Mike memulai. Membuat Lucius dan Lance saling berpandangan.
"Maksudmu?"
"Sebuah mobil hitam di kejauhan. Mengikuti dari mansion Eliazar sampai ke rumah sakit tempat dokter Lucette, lalu sampai ke mansion Langton. Aku menurunkan Regina disana....dan pergi lagi menuju kesini. Mobil itu tidak mengikutiku, hanya mengikuti sampai Regina di turunkan di mansion langton.
Lucius kembali berpandangan dengan Lance. Membuat Mike mnegerutkan dahinya.
"Ada apa?" Tanyanya heran.
"Tuan Lucius juga merasakan hal yang sama beberapa bulan lalu saat menemani Nyonya Gina Tuan. Tapi kami tidak berani berasumsi apa-apa. Lalu sejak itu Tuan Lucius selalu menyuruh saya mengikuti mobil Nyonya jika dia mengantar Tuan Eloy therapi. Saya menyadari memang ada yang mengikuti mobil nyonya dari kejauhan. "
"Kau sudah selidiki?" Tanya Mike.
"Belum ada informasi apa-apa dari orang yang kusuruh...." Lucius menarik nafas panjang dan mengerutkan dahi.
"Saat ini lakukan penjagaan berlipat saja di mansionmu dan kemanapun Regina pergi."
Mike mengangguk." Berarti instingku benar. Mobil hitam itu mengikuti kami....Kenapa kau tidak bilang apa-apa selama ini?"
"Tidak ada yang terjadi......Sejauh ini aku menyuruh Lance dan beberapa orang menjaga Regina jika ia keluar menjemput ayah. Ia aman ketika berada di mansion Eliazar atau Langton. Jadi......Entahlah..kita tidak tahu apa maunya orang itu."
"Justru karna itu Regina harus dijaga ketat, Lucius!! "
Mike menarik nafas panjang. "Aku akan menyuruh Alex menyiapkan penjagaan untuknya."
"Itu lebih baik. Apa kau perlu orangku?"
"Tidak....Tidak perlu......Alex akan mengurusnya."
"Baiklah......Kuharap kita hanya khawatir berlebihan. Kuharap tidak akan terjadi apapun." ucap lucius lirih.
Mike mengangguk. " Aku juga berharap begitu Lucius....."
*********
Like ,love,coment, five star and vote please all my readers.
Thank you verymuch...Luv you😘😘
Regards, DIANAZ.