Love Seduction

Love Seduction
Chapter 92. Tender love



Mike meninggalkan halaman gereja kecil di desa itu bersama pengantinnya dalam diam. Mereka berkendara melalui jalur menanjak ke arah bukit. Reggie yang duduk di sebelahnya berulang kali melirik ke arah cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Kau tidak menyukainya?" Mike merasa sangat gugup dibalik sikapnya yang terlihat biasa dan santai.


"Ummm...." Reggie hanya mengguman, membuat jantung Mike berdegup tidak beraturan. Ia memutuskan memberikan cincin yang merupakan warisan turun temurun keluarga Eliazar, modelnya yang sederhana dan terkesan kuno mungkin saja membuat Reggie tidak menyukainya.


"Kita akan segera menggantinya sesuai keinginanmu...." ucap Mike pelan.


"Eh... apa?" Reggie terlihat bingung dengan ucapan Mike.


"Cincin itu warisan keluargaku... kufikir istriku berhak memilikinya seperti seluruh wanita pendamping hidup Eliazar yang lain. Tapi modelnya memang terlalu kuno...."


Reggie tersenyum sambil menggeleng ketika mengerti apa yang tadi Mike ucapkan.


"Tidak Mike. Kau tidak boleh menggantinya. Aku menyukai yang ini...." Reggie mengelus cincin di jarinya pelan.


Mobil mereka telah mendekati rumah kayu di atas bukit. Tiga orang tampak bersantai di halaman rumah, Homer, Marc dan Lily.


Lily tampak berdiri dan mulai melambai ketika mobil yang Mike kendarai melaju melewati mereka.


"Mike? Kita tidak pulang kesana? Kita kemana?" Reggie memandang rumah kayu Paman Homer yang mulai jauh dan mengecil seiring laju mobil mereka.


Mike tidak menjawab, Ia terus membawa mobil melaju di sepanjang jalur hingga berhenti di sebuah lahan penuh pepohonan. Sebuah rumah kayu dua lantai yang cukup besar dengan desain unik tampak cantik berdiri di antara pepohonan. Reggie menatap tempat yang indah itu.



Mike membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan menyambut Reggie berdiri. Gadis itu menatap sekelilingnya sambil berputar.


"Ini indah...." desisnya lirih. Ia berhenti berputar dan berhadapan dengan Mike. Reggie mendongak dan menatap mata abu-abu yang tidak dapat ia baca sama sekali. Tiba-tiba ia menjadi sangat gugup.


Mike hanya tersenyum dan mencium kening Reggie.


"Syukurlah kalau kau suka," lalu ia berpindah ke bagian belakang mobil. Mengeluarkan dua buah koper dan mengangkatnya.


"Ayo Honey... kita lihat bagian dalam rumah ini ."


Mereka memasuki rumah, Mike langsung menuju ke lantai dua, tempat sebuah kamar yang amat besar dengan tempat tidur ukuran king size dan dibatasi kaca langsung menuju pemandangan ke arah pepohonan. terdapat balkon juga di luar dari pintu kaca. Mike segera meletakkan koper tanpa menyusun isinya lebih dulu. Pengantinnya terlihat sangat gugup dan Mike tidak ingin Regina sendirian di bawah sana.


"Apa yang kau lihat?" Mike menemukan Reggie di belakang rumah. Berdiri di teras memandang ke arah jalan menurun di antara pepohonan.


"Kemana jalan menurun itu berakhir?" Tunjuk Reggie ke arah jalur menurun di bawah sana.



"Kau ingin tahu? Ayo... ikut aku!"


Mike menggandeng tangan Reggie, mengikuti jalur menurun dan berakhir di pinggir sungai. Terdapat sebuah anjungan kayu yang di atasnya ada kursi santai dan payung lebar untuk melindungi dari sinar matahari. Mata Reggie melebar takjub.


"Kau bisa berenang bila kau ingin." Mike tersenyum melihat Reggie yang membungkuk dan memasukkan jarinya ke dalam air yang jernih.


"Airnya sejuk," ucap Reggie lalu mulai duduk di pinggir papan dan melepaskan alas kakinya. Reggie memasukkan kedua kakinya ke dalam air dan membuat gerakan mengayun.


"Kau bisa memancing piranha bila melakukan itu,"


ucap Mike memperingatkan.


Segera saja Reggie mengangkat kakinya dan langsung berdiri cemas. Mike yang terbahak di sampingnya membuat ia sadar kalau laki-laki itu bercanda. Reggie cemberut dan mulai memukul pelan dada Mike yang masih menggunakan tuxedo. Mike menangkap pinggang Reggie dan menempelkan keningnya ke kening Reggie masih sambil tertawa.


"Akhirnya kau bersikap biasa... Jangan gugup Regina. Aku tidak akan melakukan apapun yang tidak kau sukai ataupun tidak kau inginkan. Aku berjanji...." Bisik Mike perlahan. Reggie mengangkat pandangannya ke mata abu-abu Mike. Suaminya... ia masih belum sepenuhnya percaya perubahan statusnya saat ini. Namun pria di hadapannya ini nyata.


Reggie mengangkat jarinya menyentuh rahang Mike, mengelus pelan rahang, pipi, lalu menyentuh bibir kuat, tegas tapi teraba lembut di jarinya itu.


"Berhenti melakukannya...." bisik Mike serak. Reggie melihat kilat gairah untuknya di mata abu-abu itu. Ia tersenyum dan mengecup lembut bibir yang ia sentuh. Mike hanya diam dan menghirup nafas sebanyak-banyaknya, seolah ia tengah sekuat tenaga menahan diri. Mike mendongak ke arah langit cerah.


"Sudah siang... ayo pulang, kita perlu mengganti pakaian dan makan." Mike menarik tangan Reggie dan membimbingnya kembali menaiki jalan menuju rumah.


Mike mengambil koper yang berisi pakaiannya. Ia mengambil satu buah kaos dan celana selutut, lalu pamit meninggalkan Regina. Ia tahu Reggie akan semakin gugup bila ia mengganti pakaiannya di kamar itu.


"Aku akan mengganti pakaianku di bawah, kau gunakanlah kamar ini." lalu Mike langsung pergi keluar kamar. Reggie menarik nafas lega, kegugupannya tidak dapat ia tahan, dan Mike pasti mengetahuinya. Ia segera melepaskan gaun yang dipakaikan oleh lily saat pernikahan lalu masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Reggie melilitkan handuk putih dan keluar dari kamar mandi. Ia membuka koper untuk mencari pakaian ganti. Dengan terbelalak Reggie melihat satu demi satu pakaian yang ada di koper itu. Semuanya hanyalah baju-baju sexy, tipis, menerawang, dengan berbagai macam warna.


"Ya Tuhan... Mike akan mengira aku sudah sangat bernafsu untuk melakukan itu jika aku memakai ini." Reggie mengangkat sebuah gaun yang memperlihatkan hampir seluruh punggungnya dan akan menampakkan belahan dadanya dengan panjang gaun hanya sebatas bokongnya. Pakaian lain hanya lah baju dalam, lingerie hitam, merah, ungu... Reggie menghamburkan semua isi kopernya ke atas kasur dengan frustasi.


"Lily... kenapa kau lakukan ini padaku," keluh Regina panik.


"Baju apa yang akan kupakai?" Ia melirik gaun yang tadi ia pakai yang sudah terongok di lantai . Ia menggeleng kuat-kuat.


"Tidak... akan terasa aneh memakainya seharian...." Reggie berjalan mondar-mandir beberapa kali. Ia menggigit bibir dan menggosok lengannya yang telanjang, kemudian berdiri di depan kaca menghadap ke arah pepohonan dengan frustasi memikirkan bagaimana memakai pakaian yang di siapkan lily atau dimana mencari pakaian lain yang akan nyaman ia pakai.


Pemandangan itulah yang Mike lihat ketika ia masuk. Ia menunggu Reggie turun dan gadis itu terlalu lama berada di kamar. Mike akhirnya memutuskan untuk melihat.


Mike menaikkan alis melihat pakaian gadis itu berhamburan di atas kasur, Sepertinya baju-baju yang di siapkan lily tidak ada yang cocok sehingga gadis itu masih hanya mengenakan handuk.


"Kenapa belum berpakaian?" Tanya Mike pelan. Reggie terlonjak dan memegangi dadanya, sangat terkejut dan hampir berteriak.


"Mike! Bisakah kau tidak melakukannya! " jerit Reggie.


"Melakukan apa?" tanya Mike bingung.


"Datang tanpa suara seperti itu! Aku bisa mati terkejut!" ucap Reggie kesal. Mike terkekeh, berusaha tidak melihat pemandangan sexy istrinya yang hanya mengenakan handuk.


"Aku tidak akan memakai pakaian yang di siapkan lily!! Itu bukan baju tapi pakaian dalam!" sungut Reggie.


Mike melangkah ke arah kopernya. Mengeluarkan sebuah kemejanya yang berwarna putih.


"Pakai ini Honey... kurasa ini akan terasa nyaman buatmu," Mike mengulurkan kemeja itu dan disambut cepat oleh Reggie yang langsung menyambarnya dan berlari masuk ke kamar mandi. Mike terkekeh melihat istrinya yang mungkin baru menyadari ia hanya mengenakan handuk hingga segera masuk ke kamar mandi dengan kemeja yang ia berikan.


Pintu kamar mandi yang tiba-tiba terbuka kembali membuat Mike berhenti tertawa. Ia segera mengatur ekspresinya datar kembali.


"Ada apa? Kau butuh sesuatu?" Tanyanya pada kepala Reggie yang menyembul di pintu kamar mandi.


"Ummm... bisakah ambilkan pakaian itu?" Reggie menunjuk pada satu set pakaian dalam di atas kasur. Ia mengutuk dirinya yang berlari bersembunyi ke kamar mandi tapi melupakan pakaian dalam yang akan ia pakai.


"Yang mana? Yang hitam atau merah atau...." Mike sengaja berlama-lama sambil menunjuk satu-satu pakaian yang berhamburan di atas kasur.


"Oh sia***! Yang mana saja Mike!" Tawa Mike meledak ketika mendengar istrinya mengumpat. Ia meraih satu set pakaian dalam yang berwarna hitam dan mengulurkannya ke arah Reggie yang sudah merah merona. Gadis itu menyambarnya dan menutup pintu kembali dengan cepat.


Mike masih terbahak geli ketika berteriak ke arah Reggie.


"Segera turun bila sudah selesai, Honey... atau makanannya akan menjadi dingin," lalu ia keluar dari kamar dan kembali turun ke arah dapur.


Reggie cepat-cepat memakai pakaian dalam yang di berikan Mike dan mengenakan kemeja putih milik Mike yang kebesaran di tubuhnya. Namun setelah menggulung lengannya sampai ke siku dan mengancingkan kemeja itu, Reggie merasa lebih nyaman mengenakannya daripada baju-baju sexy yang lily siapkan, walaupun ia merasa panjang kemeja yang hanya menutupi setengah pahanya itu masih kurang.


"Ini memalukan...." dengan gerutuan lirih itu, Reggie keluar dari kamar mandi, ia menyisir rambutnya dan mengikatnya menjadi satu di belakang leher. Setelahnya ia membuka pintu kamar dan turun menuju dapur, menemui suaminya yang sudah menunggu.


**********


From Author,


* Malu tuh....πŸ˜‚πŸ˜‚


* Jangan lupa like pemirsa...bantu like di tiap chapter ya readersnya author tersayyangggg...biar nambah performa novel author. please ya...πŸ™πŸ™


*Terimakasih yg sdh like di tiap chapter, kasih komentar penyemangat buat author nge klik bintang limanya dan juga love atau favoritenya.. Terimakasih banyaaaakkkkk😘😘😘


* Tungguin next chapter ya...


Salam, DIANAZ.