Love Seduction

Love Seduction
PROLOG Season 2



Alison Adair menatap nanar pada tubuh besar pria yang telah beberapa tahun menjadi ayah tirinya itu.


Ia menatap lekat-lekat dan mendekati pria berperut buncit yang tengah tertidur lelap di atas ranjang milik almarhum ibunya, Alison ingin memastikan obat tidur yang tadi ia masukkan ke minuman pria itu telah bekerja.


Suara dengkuran keras dari arah pria itu menandakan keinginan Alison sudah tercapai. Laki-laki itu sudah tertidur, ia sudah bisa mencari apapun yang bisa ia bawa pergi. Sisa-sisa dari rumah kecil peninggalan ayahnya ini.


Alison berjalan perlahan ke arah lemari, membuka satu demi satu laci dan lipatan pakaian. Mencari berapapun uang tunai yang bisa ia temukan.


Ia menemukan cincin emas ibunya, cincin polos hadiah pemberian ayahnya pada ibunya. Tidak ada lagi perhiasan lain, hanya ini yang tersisa, Alison bersyukur pria itu belum menjual cincin kenangan ini. Alison segera mengantongi cincin itu dan beberapa dollar yang ia temukan di bawah lipatan baju.


Setelah lirikan terakhir ke arah pria buncit yang merupakan ayah tirinya itu, Alison perlahan melangkah keluar dan menutup pintu kamar. Suara tangisan adik lelakinya membuat Alison bergegas mendatangi kamarnya.


"Sttttt ... Alan, stttt, diamlah sayang ...."


Bujukan lirih dari saudarinya itu membuat bocah lelaki berumur 2 tahunan itu terdiam. Ia mengulurkan tangannya yang kurus yang segera disambut oleh Alison.


"Kau harus memakai sweatermu, Alan."


Alison mengambil sebuah sweater dan segera memakaikannya ke tubuh adiknya. Lalu ia mulai mengumpulkan sebuah tas ransel dan sebuah tas tangan berisi pakaiannya dan pakaian Alan.


"Ally ... kita akan pelgi?" ucapan cadel penuh tanya itu memasuki pendengaran Alison. Gadis itu mendekat, lalu memeluk adik lelakinya. Ia mengangguk dan menatap lekat mata adiknya, ingin adiknya mengerti sepenuhnya apa yang akan ia katakan.


"Kalau begitu dengarkan ucapanku ,Alan. Aku tidak berjanji di luar sana akan mudah untuk kita. Tapi tetap di sini juga tidak lagi aman untuk kita. Kalau kau mau ikut denganku, maka jangan menangis. Kau harus berjanji ... kau akan mengikuti apapun perkataanku." Alison menatap mata adiknya yang masih sangat kecil itu dengan sangat serius. Membuat bocah itu tahu kalau saudarinya tidak sedang bermain -main. Ia hanya mengangguk berulang kali. walaupun di otaknya tidak terlalu mengerti apa yang terjadi. Tapi ia akan menurut, selama kakaknya akan turut membawanya kemanapun ia pergi.


Alison mengelus rambut adiknya yang halus. Matanya berkaca-kaca, " Maafkan aku, keadaan mungkin sedikit berbeda jika saja Mom masih hidup setelah melahirkanmu, Alan...."


Alison menghapus kasar air matanya yang akan turun, bukan waktunya untuk menangis. Tapi waktunya untuk menguatkan tekad. Ia harus pergi agar terbebas dari laki-laki mengerikan yang menjadi ayah tirinya itu.


Alison menggendong tas ransel di punggungnya, lalu segera memakaikan kaos kaki dan sepatu di kaki Alan. Setelahnya ia menggendong tubuh Alan yang kurus, Setelah memandang berkeliling seputar kamar yang telah menjadi tempat tinggalnya itu, Alison menarik tas tangannya dan segera memakai sandal sebelum keluar dari kamar dan pergi meninggalkan rumah kecil di pinggir desa di wilayah perkebunan yang sudah menjadi tempat tinggalnya sejak ia dilahirkan itu.


"Mom, Dad ... kumohon doakan kami, kami akan pergi agar terbebas dari Carloz dan juga Rico, doakan mereka tidak akan menemukan kami lagi." Alison berbisik sambil berjalan menjauh, meninggalkan rumah peninggalan ayahnya, tempat ia di besarkan dan akhirnya harus ia tinggalkan, mungkin untuk selamanya.


**********


Just PROLOG , pembuka Love Seduction 2


Selamat menikmati dan jangan lupa like, love ,bintang lima ,komentar dan Vote nya ya.


Terimakasih.....


Salam, DIANAZ.