Love Seduction

Love Seduction
Chapter 20. Be bait



Reggie tidak tahu apa yang terjadi sehingga Mike dan juga Derek berubah pikiran. Idenya untuk memancing Jack keluar dengan menjadi umpan sekarang ditanggapi serius. Ia malah diikutsertakan untuk membahas detil rencana tersebut.


"Sebuah pelacak kecil akan ditanam di lengan kirimu bagian dalam. Kami akan membius lenganmu terlebih dahulu sebelum memasukkan benda kecil itu." Derek memberi penjelasan pada Regina yang konsentrasi mendengarkannya .


"Lalu bagaimana agar aku terlihat oleh anak buah Jack. Aku harus keluar dari sini dan menampakkan diri bukan?"


Derek memandang Mike yang hanya diam dan mendengarkan.


"Tentu ... kau akan keluar agar terlihat. Mike akan ikut bersamamu."


"Apa!? Mengapa ia harus ikut bersamaku. Mereka tak akan mau terlihat kalau aku diawasi. Biarkan aku pergi sendiri, lalu mereka akan menangkapku dan kalian akan tahu kemana lokasi mereka membawaku." Reggie tidak setuju dengan ucapan Derek. Mike tidak boleh mengawasinya lagi. Ia merasa sangat tidak nyaman berada didekat laki-laki itu. Jantungnya jadi berdebar tidak karuan.


"Kau hanya mengikuti aturan kami, Regina. Rencana berjalan kalau kau menurut!" Ucapan tegas Mike membuat Reggie mengernyit.


"Baiklah ... aku setuju. Tapi pastikan Amy tidak mengetahui rencana ini, atau ia akan menjadi sangat khawatir."


Mike berpandangan dengan Derek. Gadis itu tidak tahu bahwa pelacak sebenarnya sudah ditanam di lengan Amy. Mereka belum sempat mengeluarkannya, karena Amy akan bertanya kenapa rencananya tidak jadi dijalankan dan pelacaknya dilepas.


Dalam kemarahannya yang memuncak, Derek menyetujui rencana Reggie untuk memberi umpan agar Jack keluar dari persembunyiannya. Namun bukan Reggie yang akan menjadi umpan, melainkan Amy Sky. Derek begitu marah karena mengira gadis itu ingin melarikan diri darinya.


Namun beberapa waktu kemudian, Mike menerima telepon di tengah malam buta. Derek menghubunginya dan mengatakan rencana berubah. Ia ingin kembali ke rencana awal jika Mike menyetujuinya, yaitu kembali membuat Reggie menjalankan rencana itu, bukan Amy. Mike tidak tahu apa yang menyebabkan Derek berubah pikiran tiba-tiba. Mungkin rasa posesif laki-laki itu pada Amy membuatnya urung menjalankan rencana itu.


"Aku akan memastikannya! Jangan khawatir. Pastikan saja kau siap." Derek meyakinkan Reggie dan kembali memandang Mike yang mengangguk ke arahnya.


"Ingat, Regina. Ikuti aturanku!" Mike memaku mata gadis itu. Serius memperingatkannya, hatinya amat ragu bila mengenang bagaimana Reggie selalu melawan dan memberontak.


Reggie diam saja. Ia tidak berani banyak protes, takut Derek dan Mike berubah pikiran dan mengubah rencana.


"Tak boleh bertanya, Regina. Rencananya berjalan jika aturannya kau ikuti ...." Mike kembali memperingatkan.


"Iya! Aku mengerti! Aku akan menurut!" ucap Reggie tegas.


"Untuk memudahkan rencana ini, kita akan menjauhkanmu dari Amy untuk sementara. Katakan saja padanya kau mengikuti Mike yang akan melihat dan memeriksa Mansion Sky tempat tinggalmu dulu." Derek kembali bicara.


Reggie mengangguk, Ia tidak ingin membuat nonanya khawatir.


"Dan kau akan ikut ke apartemenku. Kita akan memasang pelacaknya di sana. Amy sama sekali tidak boleh tahu apapun."


Kembali Reggie mengangguk. Mike memandangi Reggie yang terus mengangguk tanpa membantah.


Kenapa aku malah merasa aneh, jika ia terus patuh dan tidak membangkang. Mike membatin sendiri dan langsung bertatapan dengan sepasang mata hitam yang tiba-tiba memaku matanya.


"Jadi kapan kita akan pergi ke apartemenmu?"


**********


"Kapan kau menyadari dia pergi?" Mike memandang ke arah layar monitor. Titik merah yang menandai keberadaan Amy terlihat masih bergerak berpindah.


"Satu jam setelah dia naik ke kamarnya. Aku datang untuk melihat, karena sebelumnya ia mengeluh sakit kepala ... tapi ...." Derek berhenti bicara dan menggeretakkan gigi.


Kata-kata kru mereka yang bekerja memantau titik keberadaan Amy membuat keduanya diam memperhatikan.


"Mereka berhenti, Tuan ... ini koordinat mereka."


Derek memicingkan mata memandang ke arah Mike yang segera mengangguk.


"Semuanya sudah siap di posisi mereka!"


"Lakukan sehati-hati mungkin, Mike ... ayo pergi!" Derek menyampirkan jas ke bahu menutupi ransel senjata yang melilit di bahunya. Mereka berjalan menuju kendaraan mereka yang sudah menunggu dengan pasukan dan persenjataan lengkap.


Mike bersyukur Reggie sudah berada di apartemennya. Gadis itu menunggu untuk dipasangi pelacak. Mike terpaksa membohonginya ketika mendapat kabar dari Derek kalau Amy telah pergi seorang diri memancing bahaya mengumpankan dirinya untuk menangkap Jack. Mike mengatakan pada Reggie bahwa ia harus menunggu di apartemen sementara Mike akan menyiapkan segalanya, lalu meninggalkan gadis itu dengan penjagaan ketat para anak buahnya di sekitar apartemen. Ia kembali mengurung Reggie di sana tanpa gadis itu menyadarinya.


"Apa yang dipikirkan gadis itu, pergi sendirian memancing bahaya ...." Mike mencoba memancing pembicaraan dengan Derek yang terlihat tegang.


"Kurasa ia sudah tahu kalau kita mengubah rencana."


"Bagaimana bisa? Reggie tidak akan menceritakan hal itu padanya."


"Kurasa ia mendengar ucapanku saat meneleponmu dan mengatakan tentang perubahan rencana ...." Derek tampak mengernyit.


Kening Mike berkerut, Derek meneleponnya tengah malam mengatakan tentang perubahan rencana untuk mengganti Amy dengan Reggie. Bagaimana gadis itu bisa mendengarnya, kacuali gadis itu ada bersama Derek saat itu.


"Bukankah saat itu sudah sangat larut? Kau membangunkan tidurku di tengah malam buta!" ujar Mike, namun tidak ada sanggahan.


"Bagaimana ia bisa mendengarnya? Kecuali ia ada di dekatmu saat itu!" Mike mengoceh lagi.


"Tapi apa yang dilakukan gadis itu tengah malam bersamamu? Memangnya saat itu kau dimana?"


Mike sengaja bersikap nyinyir untuk mencairkan suasana tegang yang melingkupi mereka. Derek tiba-tiba menoleh dan dengan jengkel mendesis, "Mike ... sebaiknya kau tutup mulut! Kau seperti wanita cerewet! Tidak ada yang perlu kujelaskan padamu!" Derek tampak malu karena malam itu ia memang memaksa Amy untuk bersamanya.


"Whoa ... Easy ... aku hanya bertanya!" Mike mengangkat kedua tangannya seolah menyerah. Senyum geli terlukis di bibirnya. Namun mata abu-abu dingin yang diarahkan pada Derek terlihat penuh tekad.


"Jack akan membayar dengan nyawanya jika sesuatu terjadi pada gadis itu!" Mike mendesis, suaranya terdengar amat dingin.


Derek mengangguk kuat, berharap semuanya berjalan lancar. Mereka harus cepat menyelamatkan peri cantiknya yang telah tertangkap oleh orang-orang Jack.


**********