
Suara ban mobil berdecit kencang di halaman kantor Langton Corp. Lucius turun dengan wajah menggelap dan langkah berderap. Beberapa orang yang ia lewati segera menghindar cepat, seolah takut menjadi sasaran wajah penuh amarah laki-laki itu.
Lucius memasuki lift khusus langsung ke lantai tempat pimpinan Langton dan tangan kanannya berada. Sekretaris yang melihat kedatangannya segera berdiri dan membungkuk hormat, mulut wanita itu baru saja akan membuka ketika Lucius mendobrak pintu ruang kerja Mike dengan kencang, Namun ruangan itu kosong.
Lucius segera berbalik dan langsung melangkah menuju ruangan Derek. Seorang pengawal mendekatinya dan ingin menghentikannya.
"Maaf,Tuan. Anda....."
BUGHHH!!!
Kepalan tangan Lucius yang memang sudah gatal ingin meninju orang segera saja mendarat di rahang pengawal malang itu. Lucius tidak berhenti, ia kembali melangkah dan langsung mendobrak pintu ruangan Derek.
"Dimana dia!!!!" Bentakan keras dari wajah penuh amarah itu membuat Derek yang tengah duduk di sofa dan berdiskusi bersama Eve mendongak dan menaikkan alis mereka. Mata hitam Lucius berkilat sempurna seperti berlian yang tersemat di telinga kirinya.
"Dia siapa, Lucius?" Tanya Derek, ia segera berdiri dan memasang posisi siaga. Lucius terlihat sangat marah saat ini.
"Aku mencari Michael Eliazar!" Suara Lucius menggelegar penuh kemarahan. Derek mengernyitkan dahinya.
Mike? Ada apa dengan Mike?
"Ada apa? Apa keperluanmu?" Ucap Derek waspada.
Evangeline menopang dagunya dengan sebelah tangan sambil tersenyum. Ia sangat tertarik dengan tontonan di hadapannya. Ia melewatkan adegan Mike yang meninju Lucius saat di rumah sakit, apakah Lucius akan menyerang Derek saat ini?
Eve penasaran apakah ia bisa menyarangkan satu tendangan ke arah perut laki-laki itu untuk membantu Derek.
"Keperluanku!? " Lucius tertawa sumbang. Mata hitamnya berkilat mengerikan.
"Keperluanku adalah membuat Mike bertanggung jawab dan memberinya pelajaran!!" Nafas Lucius terdengar terengah dengan emosi.
"Lucius..........Duduklah dulu. Kita bicarakan ini..."
"Aku hanya butuh lokasi Mike, Derek. Itu saja!! Katakan padaku dimana dia!!"
Derek menarik nafas panjang." Terus terang aku tidak tahu Lucius. Mike mengambil cuti, Dia tidak bilang berapa hari....." Jelas Derek sabar.
"Aaaaarrrrggggghhhhhhh!!" Lucius berteriak frustasi sambil menghempaskan dirinya ke atas sofa. Ia menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajah dan menggosok berulang kali sebelum akhirnya menarik rambutnya sendiri.
Derek dan Eve berpandangan dalam diam. Derek segera mengambil posisi duduk kembali.
"Katakan Lucius....Ada apa sebenarnya." Mulai Derek dengan suara yang tenang dan terkendali.
"Ini memang salahku. Aku sengaja memancingnya.........Tapi tidak seharusnya dia melakukan hal ini!!"
Derek dan Eve kebingungan, hanya bisa diam dan menunggu. Membiarkan Lucius kembali mengusap wajahnya berulang kali.
"Regina hilang......" Ucapnya lirih.
"Lagi!!??" Derek dan Eve berteriak berbarengan. Membuat Lucius menurunkan kedua tangannya dari wajah dan memandang keduanya bergantian. Ekspresi keduanya membuat Lucius yakin Mike tidak melibatkan seorangpun diantara mereka.
"Ya.....Kali ini aku yakin Gina di culik!! " Desis Lucius.
Derek berpandangan lagi dengan Eve.
"Kau yakin Lucius? Kau sudah menyelidikinya? " Tanya Eve.
"Siapa yang menculiknya!?" Tanya Derek geram.
"Saudaramu! Mikelah yang menculiknya! Karena itu katakan dimana pria itu! Aku akan memberinya pelajaran!!"
"Ap.....Apa..?" Eve tergagap. Derek membelalak tak percaya.
"Dia menjemput Regina dan membawanya pergi. Aku menunggu sampai malam dan ia tak kunjung mengantarkan adikku pulang! Aku tertidur dan menyadari kalau Regina sama sekali tidak pulang!! Aku sudah pergi ke apartemennya sebelum kemari. Penjaga disana mengatakan Mike juga tidak pulang ke apartemen!"
Derek terdiam, Fikirannya berputar. Mike memang belum menghubunginya sampai saat ini. Eve mengambil ponselnya dan memencet nomor Mike, nada panggil di ponsel itu mengindikasikan kalau ponsel Mike sama sekali tidak aktif.
"Nomornya tidak aktif." Ucap Eve.
"Sejak kemarin tidak bisa dihubungi! Begitupun ponsel Regina!" Keluh Lucius. Derek berfikir cepat, mencoba menenangkan amarah Lucius.
"Kami akan mencarinya Lucius. Jika memang Regina bersamanya, adikmu akan aman, Mike akan menjaganya dengan nyawanya. Percayalah! Ia sudah melakukannya sejak pertama bertemu Regina."
"Aku tahu itu.......Hanya saja.......Entahlah......." Lucius mengusap wajahnya kembali.
"Kami akan memberimu informasi secepatnya Lucius......Hanya itu yang bisa kujanjikan. " Ucap Derek.
"Menurutmu.......Apa mereka......." Eve tidak melanjutkan kata-katanya.
"Mike akan menerima ganjarannya jika ia melakukan itu!" Lucius seolah dapat menebak arah pembicaraan Eve. Derek dan Eve hanya bisa terdiam.
Lucius bangkit dan melangkah meninggalkan ruangan Derek.
"Aku akan menunggu janjimu, Derek!" Ucapnya sebelum pergi.
Derek dan Eve memandang kepergian Lucius sampai hilang di balik pintu masuk.
"Menurutmu apa yang sedang terjadi di sini, Eve?" Tanya Derek dengan dahi berkerut.
"Menurutku sudah jelas.....Mike menginginkan Reggie dan ia mengambilnya!" Eve menyerigai lebar.
"Eve....." Derek menggelengkan kepala melihat ekspresi senang di wajah saudarinya itu.
"Aku membayangkan Mike seperti Viking zaman dulu. Mereka melihat, menginginkan dan tanpa ragu mengambilnya." Eve terkikik geli.
"Eve......." Tegur Derek.
"Viking Mike akan mengendong wanitanya di bahu dan membawanya pergi bersamanya, wanitanya tidak akan bisa menolak ...."
"Eve......."
"Ya....?"
"Tidak..." Eve mencibir.
"Amy mengatakannya.....Buku buku itu bertebaran di apartemenmu."
Eve mengernyit. Ia tidak lagi membantah.
"Kukira hanya istri mungilku yang ceria yang menyukai roman. Tidak kusangka gadis tomboy sepertimu menyukainya juga..." Derek terkekeh.
"Lalu kenapa? Kekasihku sama sekali tidak romantis! Aku suka pria romantis!" Cetus Eve membela diri.
"Kalau begitu putuskan Alex......Aku akan mengenalkanmu pada pria romantis." Derek tersenyum miring dengan alis terangkat.
Eve merengut ." Tidak. Terimakasih!" Ucapnya tegas.
"Stttt.....Eve...... Aku punya kabar untukmu..." Derek menyerigai, teringat ia menyimpan berita gembira yang baru beberapa hari lalu diberitahukan Amy padanya.
"Kabar apa?" Eve memandang Derek fokus.
"Kau kembali akan menjadi bibi ...Segera!"
Eve membelalak lebar dan menutup mulutnya dengan tangan.
"Itukah sebabnya mereka berdua melarikan diri?" Tanyanya terkejut
Derek mengernyit tidak mengerti. " Maksudmu?"
"Reggie hamil.....Jadi Mike kawin lari dengannya?" Ucap Eve dengan mata berbinar. Seolah mendapatkan jawaban dari teka-teki paling sulit.
Derek menepuk dahinya sambil tertawa geli, membuat Eve menatap heran.
"Eve.....Otakmu sungguh sudah tercemar dengan novel romantis!! Yang hamil itu Amy, Eve.......Sudah 7 mingguan. Kau akan kembali menjadi bibi, Erland akan punya adik!" Derek terkekeh.
Evangeline membelalakkan mata, lalu dengan malu menyadari fikirannya yang salah. Sesaat kemudian ia ikut tertawa dan mengucapkan selamat pada Derek.
"Selamat Derek.....Kuharap Amy dan bayinya akan selalu sehat...."
**********
Nick mendatangi Mansion utama Langton untuk memenuhi panggilan Derek. Ia baru saja bertugas lagi di apartemen ketika Fidel rekannya menyampaikan kabar jika ia di tunggu di mansion utama keluarga Langton.
"Duduklah Nick...." Derek menunjuk sofa di dekatnya.
Nick membungkuk sedikit sebelum mengambil posisi duduk. Ia memandang Suami istri Langton yang berwajah serius di hadapannya itu.
"Ceritakan padaku semuanya....." Perintah Derek. Tanpa membantah cerita Nick mengalir, ia tahu cerita yang mana yang dimaksud oleh pemimpin klan Langton itu, Ia menceritakan bagiannya yang menyiapkan segalanya atas perintah Mike.
Derek tersenyum miring, mengerti kenapa Lucius marah besar dan mencari Mike.
"Jadi Reggie sudah menikah?" Amy menaikkan alisnya.
"Benar, Nyonya...." Jawab Nick singkat.
"Ia mau memulai perang dengan keluarga Sanchez ya??" Amy menatap suaminya. Derek menyerigai.
"Kurasa begitu, Sweety ....Baiklah Nick. Terimakasih sudah memberitahuku, kau boleh pergi..."
Nick undur diri meninggalkan pasangan itu.
"Aku juga akan memarahi Mike jika nanti bertemu dengannya!" Cetus Amy jengkel.
"Semua ini salah Lucius, Sweety. Kenapa ia memilih Adrian untuk bertunangan dengan Reggie."
"Tetap saja! Aku ingin melihat Reggie menikah!" Sungut Amy. Derek terkekeh. Ia meraup istrinya dan memeluknya di pangkuan.
"Kurasa kita harus sedikit membantu Mike ketika ia pulang, Sweety.......Meminta Reggie pada keluarga Sanchez bersama seluruh keluarga besar kita atas nama Mike...."
"Ide bagus...." Amy bersandar di bahu suaminya.
"Sangat perlu dilakukan.... Kita buat Lucius tidak bisa berbuat apa-apa..." Derek mengecup puncak kepala istrinya.
"Menurutmu mereka kemana?"
Derek tersenyum lebar dari atas kepala Amy. Ia sebenarnya dapat mengira-ngira, namun lebih memilih untuk diam. " Entahlah...." Ujarnya pelan.
"Sedang apa mereka sekarang?" Amy terdengar menarik nafas panjang. Derek tidak menjawab, ia hanya mengelus rambut coklat istrinya perlahan.
Aku tahu pasti mereka sedang apa ......Derek tertawa dalam hati.
"Apa kabar bayi kecilku hari ini?" Tangan besar Derek mengelus perut istrinya yang masih rata.
"Hmmmm....Dia baik-baik saja. Hanya sedikit rewel di pagi hari."
"Jangan nakal my princess ....." Bisik Derek pelan.
"No......Dia laki-laki, Derek."
Derek menyerigai lebar. Merasa takjub dengan keyakinan istrinya akan jenis kelamin bayi mereka.
**********
From Author
Mohon maaf readers...jadwal up lama dan tidak tentu, karena author hanya bisa menulis di sela2 waktu. Ada pekerjaan seharian, sehingga waktunya tidak cukup....Smg tetap sabar ya...
Jangan lupa like, komentar, bintang5 ,favorite dan Vote ya semua.......Thor ucapin terimakasih banyakππ
Happy Reading my readers......ππ
Salam, DIANAZ.