
Makan malam di restoran hotel mewah milik Enrico berjalan akrab dan ramai. Erland seolah menemukan teman bermain yang sangat pas, celoteh dua bocah yang kadang berlarian di antara kursi-kursi makan membuat Amy tak berhenti menegur dan mengawasi putranya itu. Ally dan Cecilia dengan cepat menjadi akrab. Percakapan paling menyenangkan bagi mereka saat ini tentu saja tentang pria idaman.
Cecil memiringkan tubuhnya agar bisa berbisik pada Ally.
"Aku pernah mendorong si Freezer hingga ia tercebur ke dalam kolam," bisik Cecil.
Ally terbelalak sambil menutup mulutnya, ia balik berbisik ke telinga Cecilia.
"Lalu bagaimana? Apa ia akhirnya bersikap lembut padamu?" tanya Ally.
Cecilia menggeleng. "Lembut apanya. Dia masih saja berwajah datar tanpa ekspresi. Well ... Setidaknya aku pernah membuat wajah datarnya itu berubah."
Ally menyipit memandang Cecilia yang tersenyum misterius.
"Apa yang kau lakukan ketika itu?" tanya Ally penasaran.
"Aku menciumnya ...," bisik Cecil. Ally kembali terbelalak, lalu otomatis keduanya terkikik bersamaan. Membuat Derek berdeham dan menegur Cecilia.
"Aku jadi ingin tahu apa yang kau bisikkan, Cecil. Hingga kalian tertawa lucu bersama-sama."
"Kau orang tua tidak akan mengerti, Derek." Cecilia mengibaskan tangannya. Sorot matanya menatap dengan kilau menggoda.
"Tua, katamu? Ck, awas saja kalau kau suka pria seumuranku," tantang Derek. Ia sudah tahu Cecilia mencintai Lance yang tidak jauh berbeda umur dengannya.
Cecilia hanya menjulurkan lidahnya ke arah Derek, membuat Ally tertawa pelan di sampingnya. Cecilia sangat ceria dan menyenangkan. Ally tertular kegembiraan dan keceriaan gadis itu.
Derek berpaling pada Enrico yang duduk di sebelahnya. Rico tengah memandang ke arah Cecil dan juga Ally.
"Akan menyenangkan jika kalian bisa menghadiri pertunangan Ally nanti. Ally pasti sangat gembira bila Cecil hadir. Suasananya pasti sangat menggembirakan dengan keceriaannya yang menular," ucap Enrico.
"Ally akan bertunangan?" tanya Derek.
Enrico menganggukkan kepalanya.
"Seharusnya ya... aku sebenarnya akan menerima calon Ally dan keluarganya di Mansion Costra malam ini. Tapi kedatanganmu membuatku membatalkan acaranya. Aku belum menentukan penundaannya sampai kapan. Aku ingin datang langsung dan menyambutmu."
Enrico tersenyum pada teman lama yang menepuk bahunya ketika mendengar ucapan dari bibirnya barusan.
"Jika kau tidak keberatan buatlah janji dengannya malam besok. Jangan jadikan kehadiran keluargaku menunda kebahagiaan Ally. Tentu saja itu kalau kau tidak keberatan melihat kami menyaksikan acaranya. Well ... katakan saja kalau kami juga keluargamu," ucap Derek.
Enrico mengangkat alis. "Apa tidak apa-apa? Kau mau berlibur di sini, tapi aku malah mengurus hal lain."
"Bukan hal lain, tapi hal penting. Aku juga ingin melihat bagaimana pertemuan dengan keluarga pria itu. Tapi sekali lagi, itu jika kau tidak keberatan keluargaku ikut menyambut mereka. Amy akan sangat senang membantu Ally mengurus acaranya."
"Begitukah? Apa ia tidak akan keberatan? Aku agak bingung dengan pengaturan meja, hidangan ... dan lain-lainnya , well ... segala hal semacam itu ..."
"Segala hal yang seharusnya diurus dengan apik oleh wanita. Jangan khawatir. Amy dan Cecil akan membantumu agar acaranya sukses malam besok... makanya, carilah istri agar ada Nyonya yang mengurus mansion besarmu itu," ejek Derek.
"Ah, Langton. Kau mulai lagi ... atau kau saja yang carikan," pancing Enrico.
"Oh, Tidak ... darah playboy mu sudah mendarah daging, Enrico. Kau tidak kekurangan wanita jika kau memang berniat memperistrinya. Kau hanya belum menemukan yang tepat. Yang membuatmu memandangnya, lalu ingin segera mengikatnya ke dalam pernikahan."
**********
Perjalanan tiga jam kembali ke Mansion Costra sama sekali tidak membuat keluarga itu lelah. Mereka berangkat pagi-pagi sekali, Erland dan Alan bahkan masih tidur dan harus diangkat ke mobil.
Enrico segera menghubungi tuan Eloy ketika mereka tiba. Mencoba membicarakan perihal kunjungan keluarga Sanchez ke mansionnya.
"Halo Paman Eloy," sapa Enrico.
"Halo, Nak. Kuharap kau menghubungiku karena akan menyampaikan kabar baik," ucap Eloy penuh harap.
"Aku tidak tahu apa ini baik atau tidak untukmu, Paman. Tapi Aku pribadi mengundangmu datang bersama keluarga besarmu ke Mansion Costra. Mungkin kita bisa bertemu dan saling mengenal."
"Ini kabar yang aku tunggu, Nak. Kau sudah kembali?" tanya Eloy.
"Sudah, Paman. Aku baru tiba. Baiklah kalau begitu. Malam nanti ya, Paman. Sekalian aku mengundang kalian makan malam di Mansion Costra."
"Baiklah, Nak."
Lalu Enrico pamit dengan sopan sebelum memutuskan hubungan.
"Mereka akan datang ...." Enrico memberitahu Frederic yang segera menganggukkan kepalanya.
"Saya akan mengurus semuanya, Tuan. Nyonya Amy sudah bicara dengan koki kita." Frederik tampak lega dengan urusan hidangan. Ada Amy dan Cecil yang membantunya mengurus hal itu.
Di dapur mansion Costra Cecilia terlihat mengerutkan dahinya. Ia menahan mulutnya bertanya sepanjang perjalanan mereka. Ayahnya mengatakan Derek dan Amy mengunjungi seorang teman, yang ternyata adalah Enrico. Ayahnya juga mengatakan mereka juga akan bertemu keluarga Sanchez yang sedang mengusahakan lamaran untuk Lucius. Awalnya Cecilia berharap Derek dan Amy segera membawa mereka menemui keluarga Sanchez. Tapi sepertinya Derek memutuskan menundanya karena ingin membantu Enrico menyiapkan kedatangan tamu dari keluarga kekasih Ally. Dengan sedikit kecewa Cecil menyimpulkan malam ini mereka akan menginap di Mansion Costra. Mungkin besok baru Amy dan Derek memutuskan akan menemui keluarga Sanchez.
Cecilia menyabarkan hatinya, ia akan menunggu, lalu akan melihat dan bersikap menjaga jarak dari pria itu. Tapi yang perlu dilakukan sekarang adalah melihatnya dulu, agar kegelisahan karena rasa rindu di hatinya ini bisa terobati.
**********
"Rico mengundang kita makan malam ke Mansion Costra. Untuk bertemu dan saling mengenal," ucap Eloy pada Lucius dan Mike. Keduanya mengangguk.
"Kita akan siap kalau begitu," ucap Mike.
"Dia pergi menjemput temannya dan bersikap seolah tidak akan mengajak Ally." Lucius terdengar bersungut-sungut.
Eloy tertawa. "Ia sudah tahu kau akan datang ke sana Lucius. Kerena itu ia mengajak Ally dan Alan pergi bersamanya."
"Setidaknya Dia menghubungi kita kembali dan mau mengundang dan menerima kita. Aku akan memberitahu Reggie," ucap Mike sambil berdiri dan berlalu dari sana untuk segera mencari istrinya.
*********
From Author,
Jangan lupa klik like, gak pake lama kok😉😉 bintang lima, love, vote dan komentarny jg..
Salam, DIANAZ.