Love Seduction

Love Seduction
Chapter 72. What is different



Amy memandang Mansion Sanchez yang berdiri gagah di hadapannya. Dulu ia pernah tinggal di sini beberapa hari setelah mengalami kecelakaan dan Lucius yang saat itu menolongnya membantu merawatnya sampai ia dijemput kembali oleh Derek dan Mike.


Amy mendekat ke arah Nick yang juga ikut turun dari mobil.


"Nick, berikan pistolmu padaku!" perintah Amy tegas.


Nick terbelalak dan segera menggeleng. "Jika di dalam sana berbahaya, saya akan ikut Anda masuk ke dalam."


"Berikan!" seru Amy tidak sabar. Telapak tangannya sudah terulur ke arah Nick.


Nick akhirnya menurut. Ia tahu nyonyanya tidak akan berhenti sebelum permintaannya dipenuhi. Ia mengambil pistol di pinggangnya dan memberikannya pada Amy.


Setelah menggenggam pistol, Amy melangkah ke arah mansion. Ia mengetuk dan segera seorang pelayan membukakan pintu untuknya.


"Selamat malam." Dengan senyum cantiknya yang memperlihatkan dua lesung pipi, Amy menyapa pelayan yang balas tersenyum pada ibu muda yang tengah hamil dan bertamu di jam yang tidak biasa menurut pelayan itu.


Setelah pintu terbuka lebar, Amy masuk dengan kedua tangan diletakkan di belakang tubuhnya agar pistolnya tidak terlihat.


"Dimana Tuanmu Lucius?"


"Maaf, Nyonya. Tuan sudah beristirahat. Jadi Anda datang saja lagi kemari besok."


Amy mengangkat pistol dan menaruhnya di pelipis pelayan yang segera saja membelalakkan mata terkejut.


"Sekarang antarkan aku kepadanya!"


Dengan tubuh gemetaran, pelayan itu tidak lagi membantah dan berjalan ke sayap barat. Tempat yang sudah Amy kenal karena sering duduk di perpustakaan dan ruang kerja Lucius saat dulu ia tinggal di Mansion Sanchez. Nick mengikuti dengan perasaan tegang beberapa langkah di belakang nyonyanya.


Astaga Nyonya, memangnya apa yang akan Anda lakukan pada Tuan Lucius?


Sampai di lorong tempat pintu ruang kerja Lucius berada, sang pelayan dengan suara bergetar mencoba berbalik. Membuat Amy membentaknya.


"Siapa yang menyuruhmu berbalik!"


"Maaf Nyonya, saya hanya ingin memberitahu kalau Tuan berada di ruang kerja itu." Pelayan itu menunjukkan jarinya.


Suara ribut di depan pintu membuat Lance akhirnya keluar untuk melihat. Pemandangan Amy yang tengah menodongkan pistol ke kepala pelayan membuat Lance sangat terkejut dan terbata.


"No--Nona," ujar Lance.


"Hai, Lance. Aku Nyonya sekarang, Lance."


Dengan tersenyum seperti ia tidak melakukan sesuatu yang telah membuat sang pelayan ketakutan, ibu hamil itu masuk melewati Lance yang masih berdiri kaku karena terkejut.


Lucius yang masih duduk di belakang meja kerjanya segera berdiri ketika melihat Amy. Ia berjalan mendekat ke arah Amy yang masih berdiri didekat pintu.


"Astaga ... kaukah itu, Mungil?" tanya Lucius.


"Aku tidak mungil! Aku besar!" Amy mengoreksi Lucius dengan nada marah yang malah terdengar seperti merajuk di telinga Lucius.


"Besar ... baiklah. Kau besar!" Lucius membuat bulatan besar dengan kedua tangannya di udara ketika menyebutkan kata besar.


"Tidak sebesar itu, Bodoh! Aku sedang hamil tua! Wajar saja aku besar!" teriak Amy lagi.


"Baiklah. Tidak besar kalau begitu. Kau hanya sedang hamil ... ada apa, Mungil? Kenapa kau kemari?" Lucius baru menyadari pistol yang berada di tangan Amy.


"Untuk apa benda itu? Siapa yang ingin kau bunuh?" Lucius tersenyum geli.


"Dimana Reggie!?"


Pertanyaan itu membuat senyum Lucius menghilang, sekarang ia mengerti apa yang membuat Amy murka.


Lance di luar sana bergerak cepat. Jika Nyonya Langton sudah melabrak masuk, maka bisa dipastikan suami dan keluarganya juga akan mendatangi mereka. Beberapa pengawal berdatangan dan berjaga di lorong.


Amy maju perlahan dengan air mata berurai di depan Lucius, lalu ujung jari telunjuknya mulai mendorong dada Lucius.


"Aku malah mengetahuinya secara tidak sengaja dari pembicaraan Suamiku dan Mike!" Amy mendorong lagi.


"Kau mengurungnya di mansionmu! Kenapa!? Apa salah Reggie padamu!?" Amy mendorong lagi, berkali-kali.


"Kau beruntung punya saudara sedarah, keluarga yang masih hidup! Aku punya Reggie sejak aku masih bayi! Kalau kau tidak menginginkannya sebagai saudaramu, kembalikan dia padaku!" Amy terisak keras dan kembali mendorong. Kali ini Lucius terdorong mundur dengan wajah terkejut mendengar teriakan Amy.


Kehebohan terjadi di luar ruangan, empat orang yang berteriak dan memaksa masuk membuat beberapa pengawal yang ditempatkan Lance dari depan mansion sampai lorong sayap barat mengalami kesulitan. Dengan senang hati keempat tamu itu meladeni para pengawal mansion, seolah memang menanti melampiaskan amarah mereka.


Derek yang berusaha masuk ke ruang kerja dihalangi oleh Lance. Namun Nick yang berada di dekat sana segera memeganginya.


"Jangan halangi!" Nick membelenggu tubuh Lance dari belakang. Membuatnya tidak bisa bergerak. Mike yang sudah sampai di pintu menyusul berdiri di dekat Derek, yang hanya tegak di pintu melihat pemandangan istrinya yang tengah mendorong Lucius hanya dengan jari telunjuknya.


"Apa salah Reggie? Kau menghukumnya untuk apa!?"


Lucius kembali melangkah mundur karena dorongan Amy.


"Jika ibunya berbuat jahat padamu, pasti ada alasannya! Bibi orang yang baik! Pasti ia terpaksa melakukannya!" Lucius menangkap pergelangan tangan Amy yang masih akan mendorongnya. Mike akan bergerak ketika melihat Lucius menyentuh Amy. Tapi Derek menahan lengannya. Ia menoleh dan melihat Derek menggelengkan kepala.


"Tunggu, Mike. Biarkan ...," bisiknya pelan.


"Kau dijahati orang, lalu menyimpan dendam dan melakukan hal yang sama untuk membalas! Lalu apa bedanya dirimu dengan orang jahat itu!" Amy mendorong lagi, Lucius yang terhenyak melangkah mundur sampai meja kerjanya membuat ia tidak lagi bisa melangkah. Tangannya masih memegang lengan Amy yang mendorongnya.


Apa bedanya? Aku dikurung dan menerima hukuman demi menyelamatkan Marinna dan Gina. Sekarang aku ingin membalas? Apa bedanya dengan Eleanor ....


Lucius tetap diam dengan wajah pias. Amy masih terisak-isak hebat dengan jari masih berada di dada Lucius.


"Sekarang keluarkan dia. Dimana kau mengurungnya! Apa dia baik-baik saja!?"


Amy mendongak dengan mulut mencebik dan mata memerah, air matanya masih deras mengalir. Derek menarik napas lega, kali ini istrinya menangis keras, bukan menangis tanpa suara seolah kesedihannya ia simpan di dalam hati. Derek yakin Amy sudah sangat lega mengetahui dimana Reggie.


"Dia tidak ada di sini." Lucius menelan ludah.


Mendengar itu Mike maju perlahan-lahan, mata abu-abunya menyipit dingin seolah menemukan mangsa yang akan dibunuhnya. Mike mengira Lucius telah melakukan sesuatu yang menyakiti Regina dan mengirimnya pergi entah kemana.


"Kau apakan dia, Lucius!" desis Mike.


"Apa urusannya denganmu?" Lucius yang menyadari ruangannya sudah penuh orang mengangkat alis. Derek, Alex dan wanita berambut merah telah berdiri dengan tangan terlipat di depan dada.


Keluarga Langton ... mencari Reginaku ... Hakh!! Dia seorang Sanchez!! Lucius membatin.


BUGHH!


Hantaman tinju di pipi kanannya membuat Lucius terhuyung. Lance berteriak menggeliat ingin melepaskan diri dari kukungan Nick ketika melihat tuannya diserang.


Namun tawa Lucius yang membahana setelah mendapatkan bogem mentah dari kepalan Mike membuat Lance terdiam dan mengernyit heran. Semua orang yang ada di sana memandangnya seolah ia sudah gila.


"Ah, kau menemukan keluarga yang unik, Gina."


**********


From Author,


Hohohoho ... kira-kira ketemu gak ya, Amy sama Reggie?


Ikuti terus ya guys.


Jangan lupa like, fav, komentar, rating bintang5 dan vote ya. Terimakasih.


Salam, DIANAZ