
Mike menarik Reggie menjauh dari pemandangan Lucius yang mulai tidak sadarkan diri. Gadis itu terisak-isak dengan langkah yang ia paksakan mengikuti Mike. Mereka berjalan menuju aula besar bagian depan mansion.
Mike membimbing Reggie ke sebuah Sofa.
"Duduklah Regina," perintah Mike sambil ikut duduk dan memeluk gadis itu. Reggie menangis makin keras.
"Apa yang sudah kami lakukan padanya, Mike ... Kenapa ia begitu kesakitan. Apa yang sudah dialaminya ...." Reggie berucap diantara tangisnya yang semakin keras.
Derek berjalan ke sana kemari mencari pelayan atau siapa saja yang bisa membantunya mencari segelas air. Seorang pelayan yang datang dengan wajah khawatir mendatangi Derek.
"Tuan ... ada apa dengan Rose?" Matanya sudah hampir ikut menangis melihat Reggie yang terisak-isak hebat dan melihat rambut indah Reggie yang sudah tidak berbentuk.
"Bisakah kau membantu kami? Carikan kami air minum juga handuk atau tisu?" Derek memandang pelayan itu yang segera mengangguk.
"Baik ,Tuan. Anda tunggulah disini." Pelayan yang tak lain adalah Elina segera berlari menuju dapur. Ia mengisi satu gelas tinggi air putih, lalu menyambar sekotak tisu dan kembali melangkah dengan setengah berlari menuju aula depan.
"Ini, Tuan, " ujarnya sambil mengulurkan gelas dan tisu ke arah Derek. Derek menyambutnya lalu, tersenyum berterima kasih.
"Mike ... berikan Reggie minum." Derek mengulurkan gelas kepada Mike yang mengangguk. Ia mendorong tubuh Reggie dengan satu tangan.
"Ayo Regina ... minum ini," ucap Mike lembut. Reggie menggeleng dan akan kembali bersandar pada dada Mike, tapi Mike menahan tubuhnya.
"Turuti aku, Regina. Minum ini." Mike berkeras dan menempelkan bibir gelas ke bibir Reggie. Dengan terpaksa Reggie meminumnya, Ia meneguk dengan rakus meski enggan, membasahi tenggorokannya yang pedih dan kering.
Elina memandang bingung dan juga sedih. Kedua laki-laki ini memanggil Rose dengan nama Regina. Siapakah Rose sebenarnya? Lalu ia merasa ikut menyesal dengan rambut Rose yang rusak, pipinya juga terlihat merah, pasti telah terkena tamparan dan pelipisnya terlihat ada luka. Gadis-gadis pelayan itu sungguh jahat. Elina berdiri memandang temannya dengan wajah sedih.
"Stttt ... tarik napasmu dalam-dalam, tenanglah."
Mike menghapus air mata Reggie dengan tisu yang diberikan oleh Derek.
"Hal mengerikan apa yang telah dialaminya, Mike? Dia ...." Reggie kembali sesenggukan mengenang bagaimana tubuh Lucius mengejang dan berteriak menahan sakit.
"Kita akan tahu nanti ... sekarang tenangkan dirimu, lalu mulailah bercerita Regina. Masa lalu yang kau simpan, yang bahkan Amy sekali pun tidak mengetahuinya." Mike membelai wajah Reggie dan menyingkirkan rambut dari sisi wajahnya.
Derek perlahan duduk di salah satu sofa di hadapan Mike dan Reggie. Ia terpana melihat sisi lembut Mike saat ini, Mike tidak pernah memperlihatkannya, apalagi pada seorang gadis.
Perlahan Reggie kembali tenang. Hanya tinggal satu- dua isakan saja yang lolos dari bibirnya.
"Sekarang katakan padaku. Sejak kapan kau tahu Lucius adalah kakakmu?" tanya Mike.
Reggie menghapus sisa air mata di pipinya dengan lengan lalu membersit hidung.
"Aku tahu sedari kecil. Aku berumur 5 tahun saat pertama kali bertemu dengannya."
Mike mengangguk, memahami jika Reggie bersaudara tapi berbeda ibu dengan Lucius. Lucius putra pertama Eloy dari istri pertamanya yang sah.
"Ibumu kekasih Eloy?" tanya Mike. Membuat Reggie mendengus dan menggeleng perlahan.
"Kau boleh percaya boleh tidak. Tapi ibuku menikah dengan ayah. Mereka hidup bahagia sampai usiaku menjelang 5 tahun, lalu seorang wanita datang ke rumah kami. Membeberkan fakta tentang ayah yang sudah beristri dan mempunyai satu orang putra yang sudah berumur belasan. Ibu sangat terkejut dan kecewa. wanita itu mengatainya ****** dan ******* ...."
"Ketika Ayah pulang, mereka bertengkar dan ayah mengakui ia sudah beristri. Istri yang dipilihkan untuknya karena kesepakatan bisnis. Ibu sangat marah saat itu.Ayah membohonginya bertahun-tahun, lalu ayah yang saat itu juga sangat kesal pergi meninggalkan kami untuk mengurus bisnisnya selama beberapa minggu, tanpa mengetahui kalau kami sudah dibawa dan disekap oleh orang tidak dikenal. Beberapa orang datang dan mengikat aku dan ibu, kemudian membawa kami ke sebuah penjara bawah tanah yang sangat gelap. Ibu tidak bisa memberitahu Ayah dan Ayah yang tidak pernah pulang tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada kami."
Reggie menelan ludah. Mike mengernyit memikirkan Regina kecil yang mendekam di penjara yang gelap dan tadi gadis itu kembali dikurung di sel bawah tanah oleh temannya sesama pelayan.
"Minggu berganti bulan ... harapan Ibu kalau Ayah akan mencari kami akhirnya sirna. Kami terkurung di penjara bawah tanah itu tanpa ada yang mau menyelamatkan kami. Kami diberi makan beberapa hari sekali dan ibu lebih sering memberikan rotinya padaku. Sehingga ia sendiri tidak makan bahkan sampai berhari-hari ...." Reggie terisak pelan mengingat penderitaannya bersama ibunya di penjara.
"Wanita itu juga datang setiap beberapa hari. Ketika ibu sedang tidak pingsan atau terlalu lemah. Ia akan mengikat ibu di kursi, lalu mulai menyiksanya, Di depan mataku ... semakin keras aku menangis dan berteriak, semakin kuat pukulan-pukulannya ke tubuh Ibu. Hingga akhirnya aku belajar untuk menutup mulut setiap ia menyiksa dan memukuli Ibu."
Mike mengetatkan gerahamnya. Menahan geraman dan makian yang hampir ia lontarkan. Eloy memiliki andil terhadap penderitaan putrinya.
"Kami dibuat kelaparan dan kehausan, jika malam tiba kami bahkan kedinginan. Beberapa kali ibu sering terserang demam karena luka-luka di tubuhnya."
tanpa disadari oleh mereka, Lance yang sudah memastikan tuannya tenang dan tertidur telah meninggalkan sayap barat untuk menemui para tamunya, namun ia tertegun dan malah berdiri tanpa suara. Ikut mendengarkan penuturan Regina.
"Lalu malam itu, Lucius entah kenapa turun ke penjara bawah tanah ... pertama kalinya ia menemui kami. Ia mengatakan sering mendengar jeritan Ibu atau suara tangisku, namun sudah beberapa lama suara-suara kami menghilang. Jadi ia ingin turun dan melihat apakah kami sudah dikeluarkan dari penjara."
"Dia mengenali kalian?"
"Ibu mengenalinya sebagai putra ayah, lalu ibu membujuknya untuk membantu kami. Pertama menyediakan makanan dan minuman karena aku selalu menangis karena kelaparan, lalu memintanya menyediakan selimut untuk menghindari udara dingin ketika malam hari. Lucius juga kerap datang saat malam hari untuk bermain bersamaku. Ia diam-diam memberikan apapun kebutuhan kami di penjara saat itu ...."
Mike dan Derek saling berpandangan. Mike tahu, Derek punya pertanyaan yang sama dengannya.
"Wanita ini ... yang menculik dan menyiksa kalian ... siapa dia?" tanya Mike.
"Dia Eleanor Montague. Istri pertama ayahku ... Ibu kandung Lucius."
Hening kembali menyeruak setelah ucapan Reggie, lalu ia mengambil gelas minum yang tadi Mike berikan padanya dan meminum isinya sampai habis.
"Lucius kerap mengajakku bermain ketika malam hari, karena hanya pada saat itulah ia bisa kabur dari daftar kewajiban yang dibebankan padanya oleh ibunya. Lucius mengatakan ia akan dihukum jika tidak melakukan segala sesuatunya dengan sempurna ...."
"Dihukum?" ujar Mike.
"Ya ... dia akan dihukum berat. Dia tidak pernah bilang hukuman macam apa yang wanita itu berikan."
Mike mengerutkan dahi. Apakah keadaan Lucius tadi merupakan salah satu efek penderitaannya dari masa lalu? Mike mengira-ngira sambil melihat sekeliling dan menyadari Elina dan Lance juga ada di sana ikut mendengarkan kisah hidup Regina.
**********
From Author,
Vote... Vote... Vote Please,
Like, love ,coment, dan five star don't forget..ok
Thank you very muchh....
---- DIANAZ -----