Love Seduction

Love Seduction
Chapter 41. Dejected



lucius menatap Rico dan menarik nafas panjang.


"Apa yang harus aku lakukan, sehingga kau memberikan izinmu?" tanyanya.


Rico menaikkan alisnya dan tertawa kecil.


"Apa kau baru saja meminta restuku? Kau melamar Ally?" tanya Rico.


"Ya ... Kau walinya bukan? Aku melamarnya dan akan menikahinya. Jadi sebutkan syaratmu," ucap Lucius tegas.


Rico kembali tertawa, ia menatap Lance dan pabio. "Mereka keluargamu bukan? Aku ingin lihat seperti apa keluargamu yang lain. Bagaimana mereka akan menyambut Ally jika nanti Ally kau bawa ke sana. Tempatmu tidak dekat Tuan Sanchez. Aku tidak mau melepasnya pada orang yang salah."


"Itu tidak mungkin. Ayahku baru sembuh dari sakit, saudariku punya bayi dan juga suami yang harus ia urus. Lance adalah keluargaku, juga Pabio ... mereka adalah saksi aku bisa di percaya dan keluargaku adalah orang-orang baik yang akan menyambut Ally dengan senang hati dan tangan terbuka," jelas Lucius, terlihat menurunkan nada suaranya kali ini.


"Kalau begitu kau harus menunggu ... Sementara itu, jauhkan tanganmu dari Alison ...." Rico memberi ultimatum, lalu tersenyum pada dua kakak beradik yang datang dengan masing-masing tas di tangan mereka. Frederic segera menghampiri dan mengambil tas keduanya, kemudian berlalu keluar. Ally menduga tasnya sekarang sudah mendarat di mobil Rico.


"Ucapkan selamat tinggal padanya, Ally. Jangan coba menemuinya tanpa sepengetahuanku, Tuan Lucius Sanchez ... fikirkan apa yang kukatakan tadi."


Kemudian Rico melangkah lebih dulu, semua orang berdiri dan mengikuti keluar dari rumah. Ally baru saja melewati pintu ketika sebuah lengan menahan lengannya dengan lembut.


Ally mendongak dan menatap sepasang mata yang lembut menatapnya.


"Kita belum berkenalan dengan layak, Nona Alison. Aku Lance, asisten dan tangan kanan Tuan Lucius. Beliau orang yang baik, ia tidak dengan sengaja berbohong pada Anda tentang identitasnya. Aku menjamin keluarganya adalah keluarga yang baik, yang akan menerima dan memperlakukan Anda dengan penuh kasih sayang. Kuharap perasaan anda tidak akan pernah berubah ... Kami akan melakukan segalanya yang diperlukan untuk menjemput anda kembali, meskipun sekarang, kami sepertinya harus menunggu." Lance berucap dan menatap dengan sinar mata yang bersorot lembut. Gadis cantik ini terlihat tulus, polos dan juga baik hati.


Tidak pernah ada gadis yang bisa membuat Tuannya langsung jatuh cinta saat pertama bertemu, Alison Adair adalah gadis istimewa karena mampu melakukannya.


Dengan senyum malu-malu Ally mengangguk, lalu ia pamit karena Rico yang sudah berdiri di dekat pintu mobil berteriak memanggilnya.


Ally mendekati Lucius dan bermaksud pamit pada pria itu.


"Sebaiknya kau berhenti, Alison," Rico yang memegang pintu belakang mobil menyipit memandang Ally, membuat Ally langsung mengerem langkahnya.


"Oh, persetan denganmu, Costra!" Lucius memaki sambil bergerak mendekati Ally dan langsung memeluk gadis itu kemudian dengan sengaja mencium bibir Ally di depan Rico. Lance dan Pabio tersenyum geli. Brad, Santoz dan Frederic yang berdiri di sisi pintu depan mobil menyerigai bersamaan.


Alan menutup kedua matanya dengan telapak tangan, namun mengintip sedikit disela jari jarinya. Bocah itu tertawa kecil melihat adegan itu.


Ally berkedip beberapa kali dan meraup nafas sebanyak-banyaknya ketika Lucius melepaskan bibirnya.


"Katakan pada walimu itu Alison ... Pintu rumahnya yang tertutup tidak akan bisa menahanku. Jadi sebaiknya dia membukanya ketika aku datang," Lucius sengaja mengatakannya dengan suara keras agar Rico mendengar apa yang ia katakan.


Rico mendengus lalu membuka pintu mobil dan menunggu Ally masuk. Frederic sudah membuka pintu di sisi satunya agar Alan ikut masuk. Setelah menutup pintu, ia berpaling ke arah Lucius.


"Perbaiki pintu rumah itu dan kunci lagi sebelum kau meninggalkan rumah ini, Tuan Sanchez," Kemudian Rico masuk dan memerintahkan Frederic agar meninggalkan tempat itu.


"Sebaiknya kita pulang ke rumah Ester. Anda pasti belum sarapan. Brad dan Santoz akan menangani pintu itu."


Ucapan Lance dijawab Lucius dengan anggukan. Entah kenapa hatinya yang tadi malam bersemangat dan sangat bahagia, sekarang merasa sangat gundah ... Memangnya akan berapa lama kali ini ia tidak bisa melihat Ally? kepulangannya beberapa hari karena kondisi ayahnya yang sakit membuat Lucius mengerti, hatinya tidak bisa berjauhan dengan Allynya, ia merindukan gadis itu setiap hari, teringat setiap detik. Ia memutuskan akan membuat Ally selalu berada di sampingnya secepatnya. Bisa membawanya kemanapun Lucius mau.


Lucius berniat untuk datang dan melamar gadis itu ... menikah ... Kata yang tidak terfikirkan olehnya walaupun ayahnya sudah menjejalkannya ke otak Lucius berulang kali. Namun setelah bertemu gadis yang tepat, kata itu terasa menyenangkan untuk didengar, bahkan Lucius ingin segera dapat melakukannya.


"Kenapa aku merasa seperti baru saja kehilangan separuh hati ku, Lance." ujar Lucius pelan.


"Karena memang itulah yang sedang terjadi, Tuan. Hati Anda sudah dibawa pergi oleh Nona Ally. Anda bisa mendapatkannya kembali. Kita pulang dan akan memikirkan caranya,"


Lucius menatap Lance dengan tatapan menyipit.


"Kau tahu ... Tiba-tiba aku mengerti perasaan Mike yang ketika itu melarikan Regina diam-diam dan menikahinya." ucap Lucius.


"Tuan Mike beruntung ia bisa menipu semua orang dan bisa membawa Nona Reggie. Saat itu kita tidak menyangka beliau akan melakukannya. Tapi Anda tidak akan bisa, Tuan. Menilik sifat Tuan Rico, ia pasti menjaga Nona Ally dengan sangat ketat," ucap Lance sambil menggosok dagunya.


"Kau benar ...." jawab Lucius. Ia sempat memikirkan hal itu juga.


Pabio melihat kedua anak muda itu, tangan yang sama-sama terlipat di depan dada, dengan satu tangan lainnya menggosok dagu. Ia tersenyum lebar.


"Ayo kita pulang dulu ... Kita akan fikirkan langkah selanjutnya di rumah saja," ajak Pabio, yang segera di turuti oleh dua pria itu tanpa bantahan.


**********


From Author,


Gimana selanjutnya.....apa rencana Lucius?


😏😏😏😏😏


Jangan lupa like, love, rating bintang lima, vote dan komentarnya ya... Jan diem-diem aja πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


thor juga menerima saran dan kritik ya, cuman bahasanya yang alus alus aja, kalo pedes thor makan cabai rawit aja ntar.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Yuk ramein Grup Chatnya Author. Bisa sharing, promo, nanya kpn up, atau spoiler dikit kisah selanjutnya😜😜


Follow juga author dengan klik 'ikuti' pada kolom profil ya😘😘


Terima kasih semuanya...


Salam, DIANAZ.