Love Seduction

Love Seduction
Chapter 46. Over to the past 3



Setelah pengkhianatan ayahnya di Mansion Eliazar. Mike yang merasa sangat malu dan terluka atas perilaku ayahnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Klan Langton. Namun Erland menghentikannya, pria itu memohon pada Mike belia agar tetap berada di keluarga Langton.


Erland memeluk Mike yang saat itu masih berkeras, Erland bahkan menangis sambil mendekap tubuh Mike. Memohon pada Mike agar tidak meninggalkannya, mengatakan bahwa Mike adalah putranya. Erland bahkan mengatakan akan membuat hal itu menjadi sah.


Kerasnya hati Mike saat itu menjadi luluh. Ia menyayangi Erland seperti ayahnya sendiri. Keinginan Erland ia penuhi dengan syarat menghilangkan keluarga Eliazar di Klan Langton. Tidak boleh ada lagi yang menyebutkan nama itu, Ia juga menghapus namanya sendiri, hanya memakai nama yang digunakan Erland untuknya. Ia meninggalkan Mansion Eliazar dan mengabdi penuh pada Erland.


Mike menolak niat baik Erland untuk mengangkatnya sebagai putra. Rasa malu yang membelitnya membuatnya tidak bisa bernafas bila berada di samping Erland sebagai seorang anak angkat. Ia lebih memilih menjadi tangan kanan kepercayaan Erland. Membuktikan diri bila ia tidak sama seperti Rudolf.


Lalu Erland bertemu Derek dan jatuh hati. Erland membawanya ke Mansion Langton. Mengadopsinya sebagai seorang putra. Mike pun berjanji memberikan kesetiaannya pada putra Erland itu.


Hingga sekarang ... ia masih terus membuktikan diri, melupakan keluarga Eliazar dan menjadi orang nomor satu kepercayaan Derek .


"Aku hanya ingin mengingatkanmu pada satu hal, Mike. Mungkin tidak bisa menyatukan kembali hatimu yang telah patah oleh Rudolf. Namun kuharap engkau menyadarinya ... Klan Langton menyayangimu, menghargaimu sebesar mereka menghargai pemimpin mereka, Derek Langton. Berdamai dengan masa lalumu, Nak. Kau akan terkejut melihat hasilnya ...."


Mike masih berbaring miring membelakangi Homer. Namun setiap kata yang dikeluarkan Homer ia dengar dengan jelas. Ia memejamkan mata. Homer benar. Hatinya patah dan sakit, ia kehilangan jati dirinya karena ayahnya. Jika bukan karena Erland, ia mungkin sudah jadi orang tak berguna saat ini.


"Mungkin sudah ada yang mengatakan hal ini padamu sebelumnya. Tapi aku tidak akan bosan mengatakannya lagi ... kau bukan ayahmu Mike, ingatlah itu."


Mike memejamkan matanya dengan erat. Rasa haru menyelimuti hatinya. Ia tahu ia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Keluarganya.


"Terimakasih, Paman." Dengan suara serak Mike mengucapkan kata-kata itu. kelegaan hadir di hatinya setelah bicara dengan Homer. Ia menatap di kejauhan dan menikmati keheningan yang hadir. Hanya cahaya api unggun di belakangnya yang meliuk-liuk memberikan pemandangan untuk matanya yang terasa mulai berkaca-kaca.


keheningan lama yang menyeruak membuat Mike mengira Homer sudah tidur. Namun suara laki-laki tua itu kemudian membuat Mike membalikkan badan menghadap ke arah Homer di seberang api unggun.


"Aku merasa aku melupakan sesuatu," ujar Homer sambil memandang jauh ke langit gelap.


"Tentang apa, Paman?"


"Wanita yang datang bersama gadis kecil itu ...." Homer memijit keningnya berulang-ulang. Mike diam menunggu.


"Seorang pria selain Eloy Sanchez juga pernah menemui Rudolf membicarakan wanita dan gadis kecil itu."


"Apa!? Siapa dia, Paman?"


"Aku lupa namanya. Tunggu ...." Kembali Homer memijit keningnya dan memejamkan mata mengingat-ingat.


"Dia datang sehari setelah Sanchez. Aku tidak berada di ruangan itu saat pembicaraan mereka berlangsung. Aku hanya sempat mendengar mereka menyinggung tentang wanita dan gadis kecil itu sebelum aku keluar dari ruangan. Waktu itu aku mengira pria itu adalah orang suruhan Eloy."


Siapapun yang ingin tahu tentang kemunculan Regina dan ibunya saat itu harus mereka selidiki. Informasi apapun akan berguna bagi Mike saat ini untuk menemukan kucing liarnya.


"Kurasa aku mendengar sekilas Rudolf memanggilnya Beltrand." Homer menoleh ke arah Mike di seberang api unggun.


"Mungkin kau bisa bertanya pada Lucius. Jika orang itu masih bekerja pada ayahnya mungkin ia tahu sesuatu."


Mike mengangguk dan menyimpan nama itu dalam memorinya, lalu kembali keheningan malam menyeruak. Beberapa waktu kemudian Mike tersenyum mendengar dengkur halus Homer terdengar dan pria itu telah tertidur.


Mike memandangi langit dan melukis bayang wajah Reggie di sana. Ia sungguh belum tahu apakah niat Lucius menemukan Reggie adalah hanya untuk mempertemukannya dengan ayahnya.


Kemarahan besar yang Mike lihat di wajah itu saat menyebut nama Marinna membuat Mike yakin ada sesuatu yang ingin dilakukan Lucius pada Ibu dan anak itu.


Sekarang Marinna telah tiada. Lucius mungkin belum mengetahui info ini, hanya tinggal Regina sendiri yang harus menghadapi keluarga Sanchez. Menghadapi masa lalunya dengan berhadapan langsung dengan Lucius Sanchez.


Berhadapan ... kata itu melintas di otak Mike.


Mike mengerutkan kening.


Reggie sudah memastikan Amy Sky terlindungi dan dicintai oleh Derek, lalu meninggalkan semuanya. Mungkinkah ia pergi untuk menyembunyikan diri dari masa lalu? Atau malah pergi mendatangi masa lalu dan menghadapinya!?


Dengan jantung berdebar Mike menyadari hatinya lebih condong pada jawaban pertanyaan kedua. Regina bukan penakut. Kucing liar berambut hitamnya itu adalah gadis pemberani yang akan melakukan apapun termasuk rela kehilangan nyawanya sendiri. Kecil kemungkinan ia mengambil langkah kabur dan bersembunyi.


"Kuharap kau tidak ceroboh, Regina. Apapun yang kau lakukan saat ini, tunggu aku ... aku akan menghadapinya bersamamu."


Dengan bisikan pelan itu, Mike kemudian memejamkan matanya. Menyambut alam mimpinya di dalam kantong tidur di alam terbuka itu dengan api unggun yang masih meliuk-liuk menyala.


**********


From Author,


Jangan lupa Like, Love, Komentar, bintang Lima, Vote dan follow Author ya para pembaca.


Terimakasih banyak.


Salam, DIANAZ.