
Hari minggu ceria di Mansion Utama Langton. Amy terlihat sibuk dengan kedua putranya. Erland yang tampak berlarian diantara para wanita yang tengah mengangkat makanan dan minuman menuju meja panjang yang sudah di atur di lapangan di samping kolam renang. Reggie tertawa sambil menggendong Marie Melihat Amy berlarian mengejar Erland sambil menggendong Arthur.
"Kemarilah ... Biarkan aku mengggendong putri mungilku," Mike mengulurkan tangan mengambil Marie dari gendongan Reggie.
"Mom akan membantu menyiapkan makanan di sana, jadi kau gendong Daddy dulu ya ...." ucap Mike sambil mengecup pipi Marie. Marie tertawa lucu ketika ayahnya mengecup pipinya. Bayi itu menangkap pipi Mike dengan kedua tangannya.
"Ah, andai Pamanmu sudah pulang, Dia pasti akan senang sekali ikut kemari dan bermain denganmu,"ucap Reggie.
"Jangan Khawatir ... biarkan saja Lucius menghabiskan waktu di sana ,mungkin saja ada yang membuatnya tertarik."
"Pada apa? tanah kosong yang sudah ditinggalkan dan tidak di urus?" tanya Reggie.
"Kita tidak tahu Honey. Mungkin saja ia menemukan sumber sesuatu yang lebih menarik dari hanya sekedar tanah."
Reggie menatap tajam suaminya. Nada bicara Mike seperti menyiratkan sesuatu.
"Michael Eliazar ... Katakan padaku jika kau mengetahui sesuatu tentang kakakku ...." Reggie menyipit menatap mata abu-abu itu.
Mike tertawa, "Apa yang kuketahui tapi tidak kau ketahui Regina ... tidak ada yang kurahasiakan,"
"Kau yakin?" tanya Reggie.
"Ya ... pergilah. Bantu Eve, Cecil dan yang lainnya," sahut Mike.
Reggie akhirnya pergi meninggalkan Mike yang segera mengambil ponselnya dan menghubungi Lance.
"Halo, Lance ...." Marie yang berada di gendongan ayahnya segera mengoceh, seolah mau ikut bicara di ponsel, tangannya yang montok menggapai ke ponsel di telinga Mike.
"Marie ... tunggu, Mungil. Biarkan Daddy bicara dengan Paman Lance,"
Di seberang sana, Lance terkekeh membayangkan Marie mulai merebut ponsel ayahnya.
"Ini salah Lucius. Ia biasa melakukan video call setiap hari dengan putriku. Jika dia tidak bisa datang untuk melihatnya langsung, maka dia akan berbicara padanya lewat panggilan video. Dan sekarang putriku seperti menunggunya, setiap ponsel kami berbunyi, ia akan bergerak merebut seolah itu adalah Pamannya yang menelpon."
"Dia merindukan Tuan Lucius," ucap Lance.
"Sepertinya begitu. Dan sekarang apa yang laki-laki itu kerjakan disana?"
"Saya mendapat kabar, Beliau sudah menuju ke tanah perkebunan pagi ini, Tuan," ujar Lance.
"Benarkah? "
"Ya ,Tuan ... dan ia membawa kedua orang itu ...."
Mike terdiam sejenak. Ia tahu siapa yang dimaksud Lance dengan kedua orang yang di bawa oleh Lucius. Brad sudah mengirimkan foto gadis cantik dengan adik lelakinya yang bermata biru itu, gadis itu terlihat cantik dengan mata biru pucat dengan bulu mata yang amat lentik, walaupun kelihatannya gadis itu terlalu kurus di mata Mike.
"Lance ... aku perlu bicara, tapi tidak melalui ponsel. Bisakah kau datang kemari?"
"Baik, Tuan. Saya akan datang ke Mansion Eliazar sekarang," jawab Lance.
"Tidak, Lance. Bukan di mansionku. Datanglah ke mansion utama Langton. Kami berada di sini sekarang. Aku tunggu."
Lalu tanpa ucapan penutup, Mike mematikan ponsel. Ia sengaja karena tahu Lance akan keberatan datang ke Mansion Langton. Apalagi jika ia tahu Cecilia juga ada di sini. Kedua orang itu terlihat seperti tokoh kartun seekor kucing dan tikus yang kerap di tonton oleh Erland.
Lance memandangi ponselnya. Datang ke mansion utama Langton? Ada apa mereka semua berkumpul di sana? Jika semua anggota klan mereka datang, maka kemungkinan besar Cecilia Damario juga berada di sana.
Lance bukan menghindari Cecilia, tapi sejak gadis itu mengomentari jasnya yang hanya punya satu warna yaitu hitam, Lance selalu merasa jengkel setiap ia melihat gadis itu. Lance tidak mau bila nanti ia bertemu dan terpancing mengucapkan sesuatu yang akan ia sesali, hanya untuk meluapkan rasa kesalnya pada Cecilia. Tapi Tuan Mike menunggunya di sana dan pria itu tidak mengenal kata tidak.
Dengan menarik napas panjang, Lance akhirnya mengambil kunci mobil dan melangkah keluar dari Mansion Sanchez.
"Anda akan keluar, Tuan? " tanya Elina, pelayan dengan wajah berbintik itu bertanya ketika Lance melewatinya.
"Ya ... Elina, Tuan Mike memanggilku, aku akan ke sana," ucap Lance. Lalu pria itu berlalu meninggalkan Elina yang merasa heran karena nada lesu yang terdengar dari suara Lance.
**********
Lance menatap ke arah gadis dengan mata bulat yang sedang berdiri di ujung selasar bangunan sayap barat mansion utama Langton. Cecilia Damario ... sesuai perkiraannya, hadir di Mansion Langton. Rambut pirang kecoklatan gadis itu terbang dibelai angin, membuatnya kusut berantakan. Namun, Lance mengakui Cecilia Damario tetap terlihat cantik walau dengan rambut kusut.
Cast : Cecilia Damario or Cecil
Cast : Lance
Lance yang tengah bersandar di dinding bangunan belakang mengalihkan matanya menatap sekeliling dan mengetahui Tuan Eloyp pun hadir di sana.
Akan berat melalui ini, apalagi mereka hadir, para tetua itu kan mulai menjalankan rencana perjodohan mereka lagi.
Lance menunduk menatap kemeja yang ia pakai, ia meringis menyadari sekarangpun ia memakai kemeja berwarna hitam, Nona Damario bakalan meledeknya lagi jika mereka bertemu.
Apa boleh buat ... setidaknya kemejaku tidak murni hitam. Ada sedikit garis garis putihnya ....
Menyadari pikirannya barusan, Lance serasa ingin mengetuk kepalanya sendiri. Sejak kapan ia peduli pada pendapat seorang gadis tentang pakaiannya?
Tepukan di bahu membuat Lance menoleh. Mike sudah berada di sampingnya dan memberi tanda agar Lance mengikuti.
Mike membawa Lance ke sebuah meja dengan payung bulat menaungi diatasnya, yang berada di titik terjauh dari keramaian meja panjang tempat keluarga klan Langton yang bisa hadir menikmati sajian makanan dan minuman sambil berbagi cerita dan lelucon.
"Brad mengirimkan foto padamu?" tanya Mike.
"Ya, Tuan. Seorang gadis dan seorang bocah laki-laki. Di tempat gadis itulah Tuan Lucius menginap beberapa hari terakhir."
Mike mengeluarkan ponselnya, ia membuka dan mencari gambar yang kemarin dikirim Brad kepadanya.
"Diakah? Yang Brad kirimkan fotonya padamu?"
Lance membuka ponselnya dan menunjukkan gambar yang ia terima dari Brad.
"Sama, Tuan. Anda lihat? Foto itu juga yang Santoz kirim kepada saya,"
"Mau apa Lucius dengan gadis ini ...."
"Saya tidak tahu, Tuan. Tapi Brad dan Santoz mengatakan, Tuan Lucius menjaga keduanya dan menunda keberangkatannya ke perkebunan karena tengah mencari cara agar dua kakak beradik itu mau diajak bersamanya. Setelah insiden penghadangan oleh dua orang pria, gadis itu akhirnya setuju untuk ikut bersama Tuan Lucius."
"Ini menarik, Lance. Lucius tidak pernah mengenyampingkan pekerjaannya demi seorang gadis. Apalagi gadis ini tidak ia kenal."
Lance mengangguk. "Itu juga yang saya pikirkan,Tuan," ucapnya pelan.
""Kau tahu ... Ayah sudah bicara pada Paman Damario ... kemungkinan pertunangan Lucius dan Cecil sudah dibicarakan ...."
Lance menarik napas panjang, namun diam.tidak mengucapkan apapun. Membiarkan Mike menyuarakan pikirannya.
"Gadis di foto ini ...." Mike membuka lagi layar ponselnya dan melirik foto seorang gadis di sana.
"Gadis di foto itu sangat cantik." Suara Derek menyela dua pria itu. Lance tampak terkejut, sedangkan Mike hanya menoleh dan menatap ke arah Derek yang sudah muncul dari arah samping mereka.
"Siapa dia?" tanya Derek penasaran. Ia merebut ponsel Mike dan menatap ke arah layar.
"Kenapa gadis ini ada di ponselmu? Apa Reggie tahu kau menyimpan foto seorang gadis cantik dan pasti kau sering menatapnya kan?" Derek terkekeh melihat wajah masam Mike.
"Kau selalu menjengkelkan jika penasaran, Derek. Duduklah dan dengarkan," ucap Mike.
"Ah, kau mau bercerita? Kenapa? takut aku mengatakannya pada Reggie ya?" goda Derek.
Mike mendengus. "Tidak ada rahasia antara kita, Derek. Kau ingat bukan?"
Derek tersenyum, lalu menarik kursi dan duduk. Siap mendengarkan.
Mike menyuruh Lance menceritakan tentang Lucius yang waktu itu menghilang sampai kabar terkini dari Brad dan Santoz yang mengatakan Lucius telah berangkat menuju perkebunan dengan membawa gadis cantik dan adiknya itu.
"Astaga ... apakah dia akhirnya menemukan seseorang yang membuatnya jatuh hati ...."
Ucapan Derek membuat mata mereka otomatis mencari sosok Cecilia. Ketiga pria itu menatap ke arah Cecilia yang tengah tertawa dan menyanyi kecil untuk memancing Marie yang berada di pelukan Eve agar tertawa.
"Paman Frank dan Tuan Eloy sudah ...." Derek tidak melanjutkan ucapannya. Namun Mike dan Lance tahu dengan pasti apa lanjutan kalimat yang akan Derek katakan sebenarnya.
"Rahasiakan ini sampai kita tahu situasi sebenarnya yang terjadi pada Lucius. Jangan sampai bocor. Akan terasa canggung dan tidak enak jika ternyata benar Lucius menginginkan gadis di foto ini sedangkan keluarga kita dari kedua belah pihak sudah mengatur rencana pertunangan untuknya dan Cecilia." Derek berkata dengan nada tegas dan serius.
"Benar ... katakan pada Brad dan Santoz agar terus mengawasi Lucius, Lance ," ucap Mike sambil menepuk bahu Lance.
"Baik, Tuan," sahut Lance.
"Apa yang kalian bicarakan?" Reggie datang dan menyapa ketiga pria itu.
"Oh, hanya hal biasa, Reggie ...." jawab Derek sambil bangkit berdiri, disusul oleh Mike yang juga bangkit.
"Tentang apa?" tanya Reggie.
"Tentang para gadis cantik," ucap Derek. Reggie mengernyit dan menatap tajam dua pria di hadapannya.
"Jangan salah paham, Honey. Bagiku tentu saja kaulah yang paling cantik. Tapi ini untuk Lance ... tentu saja ia ingin punya satu." Mike mengedipkan mata pada istrinya.
Lance menoleh cepat dengan mata melotot ke arah Mike. Sedang Reggie menatap Lance dengan berbagai spekulasi serta rencana di mata hitamnya.
"Ayo Lance ... ikut denganku, mengobrol dulu dengan para Nyonya dan Nona muda keluarga Langton ... kujamin mereka semua cantik dan manis ...."
Lance merasa dirinya tengah di dorong ke sarang buaya oleh dua pria di hadapannya. Dan senyum Nyonya Regina membuat hatinya mencelos.
Akan sangat sulit melarikan diri dari Nyonya muda ini ....
**********
From Author,
Mike dan Derek sengaja tuh,ππππ
Intip Part ini dua atau tiga hari ke depan ya my Readers ... visual cast Lance dan Cecilia mudah mudahan udah muncul, Thor akan up ulang setelah part ini lolos review πππ
Jangan lupa klik Like, love, komentar dan bintang lima serta Vote ya pembaca semuaa....penyemangat Author untuk terus menulisππ
Terima kasih semuaaaa ...
Salam, DIANAZ.