Love Seduction

Love Seduction
Chapter 28. Uneasy



Reggie merasa gelisah dan setiap rasa itu datang, ia memilih menyibukkan dirinya dengan membersihkan seluruh apartemen Mike. Ia menyapu, mengepel dan membersihkan seluruh ruangan di apartemen itu.


Mike menempatkan Reggie di kamar yang bersebelahan dengan kamarnya. reggie bersyukur karena ia tidak perlu berbagi kamar dengan pria itu.


Sekarang sudah sore dan Mike belum juga pulang. Ia ingin mendengar kabar tentang nonanya yang dijemput hari ini dari tempat keluarga Sanchez. Sangat ingin tahu seperti apa mansion keluarga itu dan orang-orang yang tinggal di dalamnya.


Reggie membuka pintu kulkas, melongok ke dalam melihat apa yang bisa ia olah untuk makan malam. Ia tak pernah pandai memasak. Tapi untuk sekedar mengisi perut, ia bisa membuat omelet ataupun sandwich. Sebenarnya ia tidak lapar ... ia gelisah, itu saja.


Mike masuk ke dapur dengan suara perlahan. Ia kembali dan melihat apartemennya yang bersih dan mengkilat. Mike yakin Reggie kembali membersihkannya, bukan tukang bersih-bersih yang biasa datang. Karena hasilnya sangat berbeda. Semuanya rapi, Barang-barang Mike pun disusun bahkan dipindahkan, ditata sesuai kehendak gadis itu. Mike menemukan Reggie yang membungkuk di depan pintu kulkas yang terbuka, entah apa yang dicari gadis itu.


"Apa yang kau lihat?" Mike melipat tangannya dan bersandar di meja dapur. Jas yang telah ia buka ter sampir di kursi makan.


Suara Mike yang tiba-tiba ada di dekatnya membuat Reggie terlonjak kaget.


" Mike! Kau sudah pulang?" Reggie mengernyit. Bagaimana bisa ia tidak mendengar suara langkah kaki laki-laki itu.


"Kau termenung lagi Regina. Kali ini bahkan di depan pintu kulkas yang terbuka."


"Tidak ... aku mencari bahan untuk dimasak . Tapi aku bingung karena aku tidak pandai mengolah makanan."


"Kau lapar?" Mike mendekat dan ikut mengintip ke dalam kulkas.


"Tidak." Reggie menggeleng, "hanya saja ... nanti kita akan makan apa jika tidak ada yang memasak apapun," ujar Reggie lagi.


"Tidak usah repot memasak, Regina. Lagipula kita akan makan malam di Mansion Langton." Mike menarik Regina mendekat dalam rengkuhan tangannya. Memeluk gadis itu dan menunduk menatap mata hitamnya.


"Sekarang katakan apa yang membuatmu gelisah. Amy sudah pulang tanpa kurang sesuatu apapun. Kau tidak perlu lagi mengkhawatirkannya, karena Derek akan menjaganya, Regina."


Reggie menggeleng cepat, Ia mengalihkan pandangan dari mata abu-abu yang tajam menyelidik itu dengan menunduk dalam.


Mike mengangkat dagu Reggie sehingga mereka berpandangan kembali.


"Aku tak dapat membantumu jika kau tidak menceritakannya, Regina."


Gelengan kepala gadis itu membuat Mike menarik napas panjang. Gadis keras kepala ini tidak akan mengatakannya walaupun ia paksa.


"Kau bermimpi buruk hampir setiap malam. Aku mendengar kadang kau berteriak. Pasti ada penyebabnya ... atau kau butuh konseling? Derek punya deretan dokter terbaik yang bisa membantu."


Reggie tersenyum, perhatian Mike menghangatkan hatinya. Sejak dikurung oleh Mike dan tinggal di apartemen laki-laki itu, Reggie menyerah untuk berkeras melindungi nonanya sendirian. Itu tidak mungkin. Nonanya butuh Klan Langton untuk menjaganya.


Putri Arthur Sky itu adalah pemilik kekayaan keluarga Sky sekarang. Seorang pewaris kekayaan besar yang sangat cantik. Tuan Arthur pernah memberitahunya jika putrinya akan menjadi pemilik sah seluruh kekayaannya ketika ia berumur 21 tahun atau jika ia sudah menikah. Sekarang Amy berusia 19 tahun. Para pemburu harta akan berlomba-lomba mengejar gadis itu. Reggie tidak mungkin dapat menjaganya dengan seksama. Apalagi dengan adanya keluarga Sanchez yang sekarang akan bebas masuk ke wilayah Langton dan Sky.


Reggie tidak tahu, mungkin suatu hari nanti bahkan ia harus tiba-tiba pergi meninggalkan Amy. Ia akan tenang jika Derek Langton yang menjaga dan melindungi nonanya.


Reggie melingkarkan tangannya ke sekeliling tubuh Mike. menyandarkan pipinya ke dada laki-laki itu dan memejamkan mata. Ia menghirup wangi khas laki-laki itu dan mematrinya dalam ingatan.


Pelukan tiba-tiba itu membuat Mike terkejut. Namun ia membiarkan Reggie melakukannya. Sesuatu benar-benar sedang mengganggu gadis ini. Jika tidak, tidak mungkin ia akan memeluk Mike dan menyandarkan kepalanya seperti itu. Seperti mencari ketenangan dalam pelukannya.


"Kau akan ikut makan malam dan bertemu Amy kan? Atau aku bisa mengatakan padanya kalau kau tidak enak badan, jadi kau tidak perlu pergi." Mike memberikan usul, Jika Reggie membutuhkan waktu menceritakan sesuatu yang mengganggunya itu, maka Mike akan menunggu dan tidak akan memaksanya.


Reggie menggeleng. "Aku akan pergi. Aku butuh melihatnya."


Reggie lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Aku akan ke kamar dulu. Kau mandilah dan istirahat sebentar sebelum kita berangkat. "


Tanpa menunggu jawaban Mike, Reggie berbalik dan pergi meninggalkan dapur. Ia berjalan cepat menuju kamarnya dan mengunci pintu, lalu ia melompat ke atas kasur sambil memeluk bantal guling, menyembunyikan wajahnya yang merasa sangat malu memikirkan tingkah lakunya tadi.


"Ya Tuhan ... aku memeluknya seperti sudah biasa melakukannnya. Apa yang dia pikirkan ...." Reggie berbisik di bawah bantal gulingnya.


**********


Reggie mendengarkan dengan seksama. Beberapa kali nama Lucius Sanchez di sebutkan oleh Amy. Pria yang menyelamatkannya ketika terjadi kecelakaan dan menjaganya selagi Derek memulihkan diri karena luka tembak.


Mereka berpindah ke ruang santai, Reggie lebih banyak diam dan berulangkali menggosokkan kedua lengannya. Ia merasa dingin dan tidak nyaman setiap kali nama Lucius Sanchez disebut.


Mike dan Derek menyadari hal itu. Reggie sedikit pucat dan bergerak tidak nyaman.


"Kau baik-baik saja? Kau tidak terlihat sehat." Amy memegang kening Reggie, lalu kedua lengannya.


"Aku baik-baik saja, Nona." Reggie tersenyum melihat Amy yang khawatir.


"Kau menggosok lenganmu sejak tadi, kau kedinginan? Makan malam mu tadi juga hanya sedikit." Amy menggenggam kedua tangan Reggie.


Kembali ia memindai seluruh tubuh Reggie dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


"Mike tidak berbuat macam-macam padamu kan ...."


Pertanyaan tiba-tiba itu membuat Mike yang baru saja akan meneguk kopinya tersedak dan terbatuk-batuk. Derek terkekeh geli melihat tangan kanannya itu sambil menepuk-nepuk punggungnya.


Reggie akhirnya tertawa, Amy selalu bisa membuatnya merasa lebih baik.


"Apa yang kau pikirkan, gadis jahil. Kau tahu aku di serahkan padanya sejak awal kita tertangkap," ucap Reggie geli.


"Oh ... mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku. Kemanapun aku pergi, kau ikut denganku," ucap Amy bersemangat.


"Kita tidak bisa memutuskan itu, Nona. Bagaimanapun kita tawanan disini." Reggie memandang Mike dan Derek bergantian, ingin mengkonfirmasi apakah status mereka telah berubah.


"Kau benar. Apakah kami masih tawanan di sini, Derek?" tanya Amy sambil memicingkan mata ke arah Derek yang menaikkan alisnya mendengar pertanyaan tajam itu.


"Tentu saja tidak Sweety. Jika kau tawanan, maka tempat mu adalah penjara bawah tanah mansion ini. Bukankah kau bebas pergi kemanapun sekarang?"


"Nah ... kau dengar kan, Reggie. Kita bukan lagi tawanan." Amy berpaling pada Reggie yang memandangi Derek. Menilai kesungguhan laki-laki itu.


"Tapi tentu saja masih dalam pengawasanku." Kata-kata yang Derek ucapkan dengan tegas itu membuat Amy berpaling dan kembali memicingkan matanya ke arah Derek.


"Kenapa aku harus di awasi?" Amy mendesiskan pertanyaannya.


"Nonaku benar. Jika kami bebas, kami bisa pulang kan ...." Reggie ingin tahu apakah Derek akan melepaskan nonanya.


"Tidak ada apapun yang menunggu kalian di mansion itu. Seluruh aset keluarga Sky sudah jatuh ke tangan keluarga Langton, itu termasuk kalian." Tiba-tiba Mike bersuara.


"Siapa yang mengatakan itu!? Nonaku mempunyai haknya sendiri terhadap kekayaan keluarga Sky. Ia pewaris sah yang masih hidup!" bentak Reggie.


"Tidak sampai ia berumur 21 tahun atau dia sudah menikah! Jangan lupakan itu!" Mike menimpali.


"Ya, benar. Tapi sambil menunggu ia berumur 21, Bukankah kami bisa tinggal dimanapun kami suka?" bantah Reggie lagi.


Kata-kata Reggie membuat Derek tersenyum.


"Berhentilah berdebat! Aku memutuskan kalian akan tinggal di sini. Bersamaku. Dalam perlindunganku. Titik." Kata-kata Derek sudah final dan itulah sebenarnya yang Reggie tunggu. Derek memberikan perlindungannya pada nonanya.


Mike melihat mata hitam Reggie kembali menerawang. Perasaan tidak enak menyergapnya, mata itu seolah tidak berada di ruangan ini, memandang jauh seolah ia sendirian.


Otak Reggie seperti tengah meramu rencana dan Mike bisa merasakan rencana apapun itu tidak akan melibatkan dirinya sedikit pun. Dengan heran Mike mendapati perasaan itu membuatnya sangat kecewa.


**********